Ikut nimbrung untuk menanggapi tentang Punai goreng,...
Kalau bilang boleh atau enggak dan enak atau enggak dimakan, bagi para 
penggemar burung goreng, si penikmat itu pastri akan langsung menjawab dengan 
lantang" Enak mbak! mak nyos! bumbunya terasa banget"( kayak di wisata kuliner 
gitu deh)....
Tapi bagi para pecinta satwa khususnya burung, itu jelas2 tidak boleh. dan 
menurut saya pribadi itu juga tidak boleh. Emang se, jaman sekarang apa saja 
bisa dijadikan uang. salah satunya ya itu. PUNAI GORENG. tanpa kita sadari 
nantinya punai itu juga bisa hilang kalau terus2an ditangkap untuk dijadikan 
menu santapan sehari-hari. 
BUkan cuma punai goreng yang di tawarkan di jakarta. Dulu, mungkin sekitar dua 
tahun yang lalu, di daerah JL. Benda Raya, Jakarta barat yang menuju bandara 
hampir tiap malam ada yang jualan Kowak malam abu goreng. kadang juga ada jenis 
burung air lainya.
Kalau saya ngelihatnya lebih ke hak hidup si burung itu sendiri. Mereka yang 
diciptakan tuhan itu gak semuanya harus di konsumsi oleh masyarakat. 
kesejahteraan hidup bukan cuma milik manusia, tapi seperti punai dan burung2 
lain juga mempunyai hak hidup. 
Jadi kalau pertanyaannya boleh atau enggak dan enak atau enggak, itu seperti 
orang yang penasaran dan pengen mencoba( Maaf ya mbak...)...  
Salam,
A. Adi


----- Original Message ----
From: euis damarwati <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, May 15, 2008 11:53:55 AM
Subject: [SBI-InFo] Punai




Teman-teman,

Di kawasan Jl.Pemuda, Rawamangun, Jaktim ada  sebuah Restoran Padang 
menyediakan punai goreng panas...apakah burung tsb boleh dan enak dimakan? 
Rasanya kayak apa seh? Kayaknya kasihan bener....

Bagaimana komentar teman-teman?

Salam,

ed
 


      

Kirim email ke