Dear friends,
Beberapa hari lalu, di alun-alun suryakencana (ketinggian 2.750 meter dpl), di 
bawah puncak gunung gede, 2 raptor melayang-layang di ketika cahaya matahari 
pagi pertama kali menyemburat, mengusir kebekuan 4 derajat Celsius dinihari 
sebelumnya. Karena kamera yg gw bawa cuma kamera digital non-pro dgn zoom cuma 
4x optical, percuma juga buat gw nyoba ngambil gambar, meski pengin (lagian gak 
nyangka juga bakalan ketemu raptor, secara kami tujuannya bukan birdwatching 
dan biasanya juga langka banget). Akhrinya gw cuma bisa menikmati kegagahan 
mahluk yg mayestik ini melayang2 selama beberapa menit di pinggiran padang 
rumput dekat bukit, sementara yg satunya lagi cepat menghilang ke balik bukit.

Setelah gw liat pake bino, dari silhuetnya dan ukurannya, gw menduga itu elang 
hitam (Ictinaetus malayensis). Meski warna elang itu dominan hitam polos, tapi 
gw jadi ragu setelah liat bagian ekor si elang pada bagian atas ternyata ada 
"blarak-blarak" (striated) berwarna putih yg samar, padahal dari foto di buku 
yg saya liat elang hitam warna bulunya selalu polos hitam. Elang apa ya kalo 
bukan elang hitam?? Mengingat ini udah summer di belahan bumi utara, 
kemungkinan besar dia raptor residen, bukan migran, karena yg migran mustinya 
udah pada "pulang kampung" beberapa waktu lalu.

Trus jalak jenis apa yaa yg besarnya sedikit lebih kecil dari merpati, warnanya 
hitam polos, tapi ada nuansa warna biru keunguan pada ujung sayap dan ekor? 
Soalnya jalak jenis ini tak ada pada buku yg gw punya. Beberapa kali gw ngeliat 
jalak jenis ini berjalan2 atau hinggap di dekat kami istirahat, di trek jalur 
turun dari puncak Gede ke arah cibodas di dekat sungai berair panas, ketinggian 
2.100 meter dpl. Thanks

Hasto P. Irawan

       

Kirim email ke