halo mas hasto
Setuju!!!
setuju dengan usulan suci
dan mau nyumbang cerita juga niy

Soalnya beberapa kali saya lewat jalur cibodas-cibereum
hampir selalu ngeliat jenis-jenis yang "kereeen"

kalo yang saya inget nih mas hasto
HM 17-HM 22 (deket rawa gayonggong) Myophoneus caeruleus agak sering terlihat 
terutama pas di samping jembatan kayu. 

HM 14- HM 21 rada sering tuh Arborophila javanica ngelintas, 
kadang-kadang bisa sampai 6 individu. dan bisa teramati dar jarak yang lumayan 
deket (3-4 meteran lah). 

terkadang juga Aethopyga eximia juga sering keliatan di bunganya Brugmansia 
suaeveolens. 
makasih 



Hasto P Irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Halo SUci,
  saya naik ke gede hari minggu tgl 25 Mei, jadi kita gak bareng. Kayaknya 
burung di dekat airpanas itu memang ciung atau myophonus, gak tau myophonus 
apa. Yang jelas paruhnya item, bukan kuning.
   
  Betul juga sih, mungkin SBI perlu mengadakan birdwatching ke Gede, khususnya 
jalur CIbodas, karena lebih punya keragaman hayati dibanding jalur Gunung 
Putri. Ya light trekking aja, jalan2 sampe ketinggian 2000 meter getoo, gak 
perlu sampai ke puncak. Kalau sampe ke puncak kan terlalu strenous, butuh 
persiapan fisik prima.

ika rani suciharjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Assalamu'alaikum Mas Hasto....
  Suci mo ikutan juga...
  Tgl 18-20 Mei 2008, suci naik Gn.Gede lewat jalur Cibodas (acara pendakian 
massal mmperingati 100 tahun kebangkitan Nasional)...mungkin Qt pendakian 
bareng????
  Suci bawa bino dan mckinnon...
  Tgl 18 Mei'08 pkl 9--9.30 suci menemukan 1 Spizaetus bartelsi soaring sambil 
dikejar-kejar srigunting hitam  (Dicrurus macrocercus)
  Trus waktu di perjalanan di sekitar Cibeureum, berkemah di kandang batu dan 
kandang badak...ada 1 makhluk burung yang sering menggoda muncul di 
tanah...menghilang...eh muncul lagi...dan deket banget jaraknya...paruhnya 
kuning, ukuran besar sekitar lebih dari 25 cm, warnanya hitam kebiruan...cek di 
mackinnon, dugaan suci sih Myiophoneus caeruleus, Ciung Batu Siul....karena 
tadinya dugaan suci ciung batu kecil Myiophoneus glaucinus...tapi terpatahkan 
karena warna paruh burung yang suci temukan benar-benar warna kuning dan adanya 
kilapan warna biru...
  Semoga burung yang suci temukan sama dgn mas Hasto....
  Thanks juga untuk bu Dewi...jadi semakin memperkuat identifikasi suci...
  Selain itu, juga melihat sikatan bodoh.....hinggap diranting-ranting di 
telaga biru ketika kita istirahat di telaga Biru 
  Tuwur Asia Eudynamys scolopacea......pas waktu mendaki hari minggu pkl 02.30 
dini hari...ada yang bertengger di dahan warna hitam, langsung terbang dan 
bersiul " Kawaoo" ....Oh lega jadi bisa ngiden juga...ternyata Tuwur....
  Dan uniknya bisa menemukan kedasi hitam Surniculus lugubris lagi hinggap di 
jalanan masuk air terjun Cibeurem.....terlihat jelas dari warna hitam 
mengkilap, bulu penutup ekor bawah ada garis-garis putih dan sisi bawah dari 
bulu ekor terluar warna putih, paruh hitam....
  Tapi sayang g bisa didokumentasikan semua burung yang ditemui...karena memori 
kamera dah abis buat foto-foto narsis temen-temen
   
  Kapan-kapan mungkin SBI bisa bikin agenda Hiking plus Birdwatching 
nih,naik-naik ke puncak gunung sambil liat manuk....gmn...pasti seru nih :-) !

  Salam konservasi
   
  Suci

  ----- Original Message ----
From: muhammad iqbal muhammad iqbal <[EMAIL PROTECTED]>
To:  [email protected]
Sent: Monday, June 2, 2008 9:27:27 AM
Subject: Re: [SBI-InFo] elang hitam di alun-alun suryakencana?

              Mas Hasto,
  

  Boleh saya ikut tebak-tebakan ini juga….!?
  

  Menurut saya, bu Dewi ada kemungkinan besar benar. Saya jadi ingat pengalaman 
waktu di Napalicin (kawasan TNKS yg masuk Sumsel). Ciri-ciri habitat dan burung 
yang disebutkan itu mengingatkan saya pada Ciung batu-siul (Myophoneus 
caeruleus), dan pengalaman saya burungnya memang juga jinak2 merpati..:). 
Kira2x apa ada kemiripan………… !?!?.
   
  Salam dari Palembang ,
  Iqbal


--- On Fri, 5/30/08, Kutilang Indonesia <kutilang.indonesia@ gmail.com> wrote:
  From: Kutilang Indonesia <kutilang.indonesia@ gmail.com>
Subject: Re: [SBI-InFo] elang hitam di alun-alun suryakencana?
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Date: Friday, May 30, 2008, 3:40 AM

      Atau malah anis gunung mungkin.....
seperti yang sering ditemui di G.Lawu, G.Merbabu dan mungkin gunung-gunung yang 
lain....ada fotonya di www.birdimage. org

monggo silahkan di check.

trimakasih
ige


  2008/5/30 Dewi Prawiradilaga <dmprawiradilaga@ gmail.com>:
            
  Mas Hasto,
  Selamat yah sudah menaklukan G. Gede dan dapat elang lagi........
  Saya pernah kesana juga, jaman dahulu kala waktu masih jadi mahasiswa IPB.
  Ingin komentar saja sedikit, apa betul jalak yang dilihat diketinggian 2100 
m??????jangan2 Ciung/Myophonus sp. kali........
Salam,
  Dewi Prawiradilaga
 
    On 5/28/08, Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com> wrote:             
Dear friends,
Beberapa hari lalu, di alun-alun suryakencana (ketinggian 2.750 meter dpl), di 
bawah puncak gunung gede, 2 raptor melayang-layang di ketika cahaya matahari 
pagi pertama kali menyemburat, mengusir kebekuan 4 derajat Celsius dinihari 
sebelumnya. Karena kamera yg gw bawa cuma kamera digital non-pro dgn zoom cuma 
4x optical, percuma juga buat gw nyoba ngambil gambar, meski pengin (lagian gak 
nyangka juga bakalan ketemu raptor, secara kami tujuannya bukan birdwatching 
dan biasanya juga langka banget). Akhrinya gw cuma bisa menikmati kegagahan 
mahluk yg mayestik ini melayang2 selama beberapa menit di pinggiran padang 
rumput dekat bukit, sementara yg satunya lagi cepat menghilang ke balik bukit.

Setelah gw liat pake bino, dari silhuetnya dan ukurannya, gw menduga itu elang 
hitam (Ictinaetus malayensis). Meski warna elang itu dominan hitam polos, tapi 
gw jadi ragu setelah liat bagian ekor si elang pada bagian atas ternyata ada 
"blarak-blarak" (striated) berwarna putih yg samar, padahal dari foto di buku 
yg saya liat elang hitam warna bulunya selalu polos hitam. Elang apa ya kalo 
bukan elang hitam?? Mengingat ini udah summer di belahan bumi utara, 
kemungkinan besar dia raptor residen, bukan migran, karena yg migran mustinya 
udah pada "pulang kampung" beberapa waktu lalu.

Trus jalak jenis apa yaa yg besarnya sedikit lebih kecil dari merpati, warnanya 
hitam polos, tapi ada nuansa warna biru keunguan pada ujung sayap dan ekor? 
Soalnya jalak jenis ini tak ada pada buku yg gw punya. Beberapa kali gw ngeliat 
jalak jenis ini berjalan2 atau hinggap di dekat kami istirahat, di trek jalur 
turun dari puncak Gede ke arah cibodas di dekat  sungai berair panas, 
ketinggian 2.100 meter dpl. Thanks

Hasto P. Irawan

  
  





















  



         
     
                                       

       
---------------------------------
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download sekarang juga.

Kirim email ke