Sayah udah cari gambar Myophonus (Ciung ya nama Sundanya?) seperti yg diduga
mbak Dewi di Google Image, dan ternyata persis spt burung yg saya liat di Gede.
Kemungkinan besar memang itu Myophonus sp, bukan famili jalak. Bulunya hitam
polos tapi ada nuansa biru-ungu di bagian ekor dan badan belakang. Tadinya gw
pikir itu famili jalak, secara morfologi tubuhnya kayak jalak, cuma lebih
besar. Maklum eeeuuyy..., gw orang awam, bukan pengamat burung. Hiks! Sayah
juga baru tau jalak tak terdapat di ketinggian 2000 meter ke atas.
BTW, kemaren itu kedua kalinya kami "menaklukkan" puncak Gede. Tapi yg
terakhir ini lebih berkesan karena turunnya lewat jalur Cibodas, yg bentang
alam dan keragaman vegetasinya jauh lebih bervariasi dibanding kalo lewat jalur
Gunung Putri, yg pohon2nya monoton sepanjang jalan. Tapi yaa memang kaki
jontor, karena lebih jauh jalurnya, dari puncak Gede sampai pos terakhir di
Cibodas butuh 7 jam. Itu pun turun gunung. Kalau naik ke puncak lewat situ bisa
11 jam katanya.
Kutilang Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Atau malah anis gunung mungkin.....
seperti yang sering ditemui di G.Lawu, G.Merbabu dan mungkin gunung-gunung yang
lain....ada fotonya di www.birdimage.org
monggo silahkan di check.
trimakasih
ige
2008/5/30 Dewi Prawiradilaga <[EMAIL PROTECTED]>:
Mas Hasto,
Selamat yah sudah menaklukan G. Gede dan dapat elang lagi........
Saya pernah kesana juga, jaman dahulu kala waktu masih jadi mahasiswa IPB.
Ingin komentar saja sedikit, apa betul jalak yang dilihat diketinggian 2100
m??????jangan2 Ciung/Myophonus sp. kali........
Salam,
Dewi Prawiradilaga
On 5/28/08, Hasto P Irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear
friends,
Beberapa hari lalu, di alun-alun suryakencana (ketinggian 2.750 meter dpl), di
bawah puncak gunung gede, 2 raptor melayang-layang di ketika cahaya matahari
pagi pertama kali menyemburat, mengusir kebekuan 4 derajat Celsius dinihari
sebelumnya. Karena kamera yg gw bawa cuma kamera digital non-pro dgn zoom cuma
4x optical, percuma juga buat gw nyoba ngambil gambar, meski pengin (lagian gak
nyangka juga bakalan ketemu raptor, secara kami tujuannya bukan birdwatching
dan biasanya juga langka banget). Akhrinya gw cuma bisa menikmati kegagahan
mahluk yg mayestik ini melayang2 selama beberapa menit di pinggiran padang
rumput dekat bukit, sementara yg satunya lagi cepat menghilang ke balik bukit.
Setelah gw liat pake bino, dari silhuetnya dan ukurannya, gw menduga itu elang
hitam (Ictinaetus malayensis). Meski warna elang itu dominan hitam polos, tapi
gw jadi ragu setelah liat bagian ekor si elang pada bagian atas ternyata ada
"blarak-blarak" (striated) berwarna putih yg samar, padahal dari foto di buku
yg saya liat elang hitam warna bulunya selalu polos hitam. Elang apa ya kalo
bukan elang hitam?? Mengingat ini udah summer di belahan bumi utara,
kemungkinan besar dia raptor residen, bukan migran, karena yg migran mustinya
udah pada "pulang kampung" beberapa waktu lalu.
Trus jalak jenis apa yaa yg besarnya sedikit lebih kecil dari merpati, warnanya
hitam polos, tapi ada nuansa warna biru keunguan pada ujung sayap dan ekor?
Soalnya jalak jenis ini tak ada pada buku yg gw punya. Beberapa kali gw ngeliat
jalak jenis ini berjalan2 atau hinggap di dekat kami istirahat, di trek jalur
turun dari puncak Gede ke arah cibodas di dekat sungai berair panas, ketinggian
2.100 meter dpl. Thanks
Hasto P. Irawan