di kalimantan (tempat kami juga), kita juga coba libatkan pelajar umum untuk 
ikut
karena kita berfikir.....pelestarian satwa burung dan habitatnya harus dimulai 
dari usia dini...
kita yang berpengalaman....lebih mengarahkan...
hanya saja kita kurang orang untuk membina....
jaman sekarang klo gak di gaji, pada banyak alasan untuk nolak...
mudah2an di tempat kalian gak kayak gini...
 
Best Regard,
KPSDA AVES
 
Daus,
[EMAIL PROTECTED]

--- Pada Kam, 19/6/08, noor <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: noor <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: RE: [SBI-InFo] Hasil diskusi pecinta burung
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 19 Juni, 2008, 3:11 PM








Selamat untuk teman-teman di Yogya. Saya kira diskusi-diskusi seperti ini 
sangat perlu untuk terus dilakukan.
 
Bagaimana dengan daerah lain?
 
Yus
 


From: [EMAIL PROTECTED] s.com [mailto:sbi- [EMAIL PROTECTED] .com] On Behalf Of 
skandal emilia
Sent: Thursday, June 19, 2008 12:17 PM
To: kadang kukila; sbi; [EMAIL PROTECTED] s.com
Subject: [!! SPAM] [SBI-InFo] Hasil diskusi pecinta burung
 





HASIL KUMPUL DISKUSI PECINTA BURUNG
14 Juni 2008
 
 
Diskusi ini merupakan diskusi pertama pengamat burung di Yogyakarta yang 
melibatkan aspek lain (ekonomi). Dalam diskusi ini belum banyak yang di bahas 
mengenai peran bersama para pecinta burung, baik dari sisi pengamat burung, 
pebisnis burung dan akademisi. Sehingga, diskusi lanjutan perlu dilakukan.. 
Diskusi yang telah dilakukan melibatkan 5 pembicara antara lain: Bp. Karyadi 
Baskoro (Undip), Bp. Andie (BKSDA), Bp. Mukriyanto (PBI), Bp. Ign Pramana Yuda 
(UAJY), Mas Imam (PPBJ). Materi yang disampaikan mengenai kondisi habitat 
burung di Indonesia, kondisi burung di Indonesia, penelitian burung dan 
konservasi, pebisnis burung dan konservasi, serta pengamat burung dan 
konservasi. 
 
Hasil diskusi panel: 
·      Setiap pengamat burung memiliki alasan yang berbeda mengenai mengapa ia 
melakukan pengamatan burung, sehingga data yang diperolehpun memiliki nilai 
yang berbeda, ada yang menilainya sebagai data base, ada pula yang menilainya 
sebagai list kemampuan seseorang dalam menemukan dan mengidentifikasi spesies 
burung. Agar data yang diperoleh menjadi data base dan bisa dimanfaatkan oleh 
pihak lain – misalnya BKSDA– maka diperlukan pengetahuan dan penerapan metode 
baku selama pengumpulan. Untuk meningkatkan pengetahuan para pengamat burung 
mengenai metode baku tersebut, akan diadakan workshop yang waktu dan tempatnya 
akan dibicarakan lebih lanjut.
·      Para pengamat burung dalam mengamati burung memiliki kecenderungan 
menggunakan nama “pengamatan burung”, sehingga kegiatan yang sebenarnya bisa 
merangkul banyak pihak justru menjadi sedikit peminat yang akhirnya hanya 
melibatkan orang-orang dengan latar belakang sama, misalnya: Biologi, 
Kedokteran Hewan, dan Kehutanan. Keterbatasan sumberdaya yang menguasai bidang 
ilmu selain ilmu hayati tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu alasan 
mengapa hingga kini kegiatan pengamat burung di Yogyakarta (khususnya) tidak 
mengalami kemajuan yang signifikan. Karena itulah diusulkan untuk membuka ruang 
yang bebas bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam pengamatan burung tanpa 
menjadikan mereka sebagai pengamat burung.
·      Trisik merupakan salah satu important bird area (IBA). Hal ini 
dibuktikan oleh beberapa dokumentasi pertemuan beberapa pengamat burung di 
Yogyakarta dengan spesies – spesies migrant dan vagrant dari family seperti: 
Scolopacidae, Charadridae, Phalaropodidae, dan Cuculidae; spesies-spesies yang 
sudah masuk dalam redlist seperti: Cerek Jawa, Trinil Normand; dan temuan 
burung berbendera kaki. Di lain sisi, beberapa lokasi di pesisir Trisik sudah 
pasti akan dikonversi menjadi lahan pertambangan pasir besi yang akan mengubah 
lokasi tersebut menjadi sedemikian rupa. Sebagai orang yang sering bermain di 
lokasi tersebut, sudah saatnya mengeksplorasi lebih jauh mengenai kondisi 
Trisik, baik secara ekologis, geologis, ekonomi, maupun social. Syukur-syukur 
melalui kerjasama lintas ilmu, Trisik bisa menjadi laboratorium alam burung 
pantai di Yogyakarta, atau bahkan Indonesia – Amin...
·      Akan ada blog atau web site pengamat burung di Yogyakarta. Untuk 
kapannya akan dibicarakan lebih lanjut.
·      Dalam diskusi yang telah dilakukan, disinggung pula mengenai upaya 
penangkaran burung di salah satu kawasan konservasi BKSDA Yogyakarta (SM 
Paliyan, SM sermo, CA imogiri, CA / TWA Gunung Gamping, dan TNG Merapi). Hanya 
saja, wacana tersebut tidak dilanjutkan karena stakeholders burung terkait (Bpk 
Mukriyanto dari PBI) sudah pamit sebelum diskusi panel dimulai. Kawan – kawan 
yang tertarik untuk membicarakan ini silakan buka forum dan BKSDA siap 
menampung.
 
Semoga hasil diskusi yang diperoleh tidak berhenti sebatas hasil diskusi, 
tetapi bisa dilaksanakan dan menjadi langkah untuk meningkatkan kelestarian 
bumi.
 
Salam Lestari !!!
 
NB. 
* Kawan – kawan yang ingin mengkopi materi diskusi silakan hubungi alamat ini.
* Kawan-kawan yang bersedia mendukung hasil diskusi, baik berupa pikiran, data 
ataupun tenaga silakan  
   hubungi alamat ini.


 
 














      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang 
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke