Buat teman-teman Jogja, Selamat atas kegiatan dan informasinya ya. MIlis ini jadi tambah kaya dengan informasi yang berkaitan dengan burung dan upaya2 untuk melestarikannya. Mudah-mudahan semakin kuat jaringan pengamat burung di Indonesia ini.
Salam, Irma On Thu, Jun 19, 2008 at 12:16 PM, skandal emilia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > *HASIL KUMPUL DISKUSI PECINTA BURUNG* > > 14 Juni 2008 > > > > > > Diskusi ini merupakan diskusi pertama pengamat burung di Yogyakarta yang > melibatkan aspek lain (ekonomi). Dalam diskusi ini belum banyak yang di > bahas mengenai peran bersama para pecinta burung, baik dari sisi pengamat > burung, pebisnis burung dan akademisi. Sehingga, diskusi lanjutan perlu > dilakukan. > > Diskusi yang telah dilakukan melibatkan 5 pembicara antara lain: Bp. > Karyadi Baskoro (Undip), Bp. Andie (BKSDA), Bp. Mukriyanto (PBI), Bp. Ign > Pramana Yuda (UAJY), Mas Imam (PPBJ). Materi yang disampaikan mengenai > kondisi habitat burung di Indonesia, kondisi burung di Indonesia, penelitian > burung dan konservasi, pebisnis burung dan konservasi, serta pengamat burung > dan konservasi. > > > > Hasil diskusi panel: > > · Setiap pengamat burung memiliki alasan yang berbeda mengenai > mengapa ia melakukan pengamatan burung, sehingga data yang diperolehpun > memiliki nilai yang berbeda, ada yang menilainya sebagai *data base*, ada > pula yang menilainya sebagai list kemampuan seseorang dalam menemukan dan > mengidentifikasi spesies burung. Agar data yang diperoleh menjadi data base > dan bisa dimanfaatkan oleh pihak lain – misalnya BKSDA– maka diperlukan > pengetahuan dan penerapan metode baku selama pengumpulan. Untuk meningkatkan > pengetahuan para pengamat burung mengenai metode baku tersebut, akan > diadakan workshop yang waktu dan tempatnya akan dibicarakan lebih lanjut. > > · Para pengamat burung dalam mengamati burung memiliki kecenderungan > menggunakan nama "pengamatan burung", sehingga kegiatan yang sebenarnya bisa > merangkul banyak pihak justru menjadi sedikit peminat yang akhirnya hanya > melibatkan orang-orang dengan latar belakang sama, misalnya: Biologi, > Kedokteran Hewan, dan Kehutanan. Keterbatasan sumberdaya yang menguasai > bidang ilmu selain ilmu hayati tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu > alasan mengapa hingga kini kegiatan pengamat burung di Yogyakarta > (khususnya) tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Karena itulah > diusulkan untuk membuka ruang yang bebas bagi siapa saja yang ingin terlibat > dalam pengamatan burung tanpa menjadikan mereka sebagai pengamat burung. > > · Trisik merupakan salah satu important bird area (IBA). Hal ini > dibuktikan oleh beberapa dokumentasi pertemuan beberapa pengamat burung di > Yogyakarta dengan spesies – spesies migrant dan vagrant dari family seperti: > Scolopacidae, Charadridae, Phalaropodidae, dan Cuculidae; spesies-spesies > yang sudah masuk dalam redlist seperti: Cerek Jawa, Trinil Normand; dan > temuan burung berbendera kaki. Di lain sisi, beberapa lokasi di pesisir > Trisik sudah pasti akan dikonversi menjadi lahan pertambangan pasir besi > yang akan mengubah lokasi tersebut menjadi sedemikian rupa. Sebagai orang > yang sering bermain di lokasi tersebut, sudah saatnya mengeksplorasi lebih > jauh mengenai kondisi Trisik, baik secara ekologis, geologis, ekonomi, > maupun social. Syukur-syukur melalui kerjasama lintas ilmu, Trisik bisa > menjadi laboratorium alam burung pantai di Yogyakarta, atau bahkan Indonesia > – Amin... > > · Akan ada blog atau web site pengamat burung di Yogyakarta. Untuk > kapannya akan dibicarakan lebih lanjut. > > · Dalam diskusi yang telah dilakukan, disinggung pula mengenai upaya > penangkaran burung di salah satu kawasan konservasi BKSDA Yogyakarta (SM > Paliyan, SM sermo, CA imogiri, CA / TWA Gunung Gamping, dan TNG Merapi). > Hanya saja, wacana tersebut tidak dilanjutkan karena *stakeholders* burung > terkait (Bpk Mukriyanto dari PBI) sudah pamit sebelum diskusi panel dimulai. > Kawan – kawan yang tertarik untuk membicarakan ini silakan buka forum dan > BKSDA siap menampung. > > > > Semoga hasil diskusi yang diperoleh tidak berhenti sebatas hasil diskusi, > tetapi bisa dilaksanakan dan menjadi langkah untuk meningkatkan kelestarian > bumi. > > > > Salam Lestari !!! > > > > NB. > > * Kawan – kawan yang ingin mengkopi materi diskusi silakan hubungi alamat > ini. > > * Kawan-kawan yang bersedia mendukung hasil diskusi, baik berupa pikiran, > data ataupun tenaga silakan > > hubungi alamat ini. > > > -- Irma Dana http://dawala.wordpress.com [lagi belajar nulis] http://www.friendster.com/dawala
