Hal bung hasto, kalo kamera yang saya pake Olympus SP 550 UZ dengan perbesaran 
18x. bisa juga kalo pake monokuler/teleskop yang ditempeli dengan kamera itu 
dinamakan teknik digiscoping, biasanya untuk burung-burung yang jauh jaraknya 
seperti elang atau burung pantai. 
Biar enak emang harus kamera yang pro tapikan kendalanya di budget buat beli 
lensa yang panjang. nah tinggal pinter-pinter kita cari jalan aja, kayak pak 
bas yang menggunakan peralon buat nyambungi kamera digital ke mono.
Selain itu perlu pendekatan 1 lagi, yaitu tahu karakteristik dari tiap jenis 
burung, seperti yang foto kacamata gunung, saya harus ekstra sabar menanti 
burung ini datang ke pohon tersebut. kemudian yang berencet karena pada pagi 
hari dia pasti bersuara di pinggir2 jalan dekat stasiun riset. makanya saya 
kejar dia di tempat itu. yang enak untuk foto burung itu: cari tempat biasa dia 
mencari makan, cari habitat bersarangnya dan cari tempat-tempat biasa dia 
singgah. hal ini bisa di pelajari dari buku panduan atau guide lokal yang ada 
di tempat yang kita kunjungi
Yah itu tanggapan dari saya, mungkin temen-temen yang lain bisa menambahkan ... 
pak bas, imam, bung rivo, udin dll?
Ady Kristanto


----- Original Message ----
From: Hasto P Irawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, June 25, 2008 12:25:35 AM
Subject: Re: [SBI-InFo] Berencet kerdil dan Kacamata gunung


Bung, sekedar pengin tau, untuk bisa motret2 burung di alam bebas dengan 
kedekatan dan kejelasan sampai segitu (padahal kan mereka kecil2 banget dan 
bertenggernya biasanya jauh), kamera yang dipakai pake zoom dengan perbesaran 
berapa kali seh? Kamera pro atau amatir? Apa pake alat bantu optik tambahan 
lainnya selain kamera? Thanksss
 
Hasto P.

--- On Tue, 6/24/08, Ady Kristanto <ady_kristanto@ yahoo.com> wrote:

From: Ady Kristanto <ady_kristanto@ yahoo.com>
Subject: [SBI-InFo] Berencet kerdil dan Kacamata gunung
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Date: Tuesday, June 24, 2008, 7:45 AM


Masih foto-foto dari Cikaniki. 
 
Berencet kerdil ini bisa difoto pada pagi hari, ketika dia mulai beraktifitas 
di sekitar stasiun riset, namun kekurangannya karena masih pagi-pagi buta 
akhirnya memakai flash deh : (
 
Kacamata gunung ini pun difoto dari balkon stasiun riset, butuh kesabaran untuk 
dia diam makan buah cecerenean. ampun deh lincahnya ....
 
Salam 
Ady Kristanto

 
 


      

Kirim email ke