Berhubung belum ada yg jawab kegundahannya Hasto, maka saya mau coba nih....  
Btw, postingan ini lama gak ada yang jawab karena barangkali perlu baca2 dulu 
sebelum kasih jawaban yang pas.  Jadi mungkin selama ini belum ada yang punya 
waktu.  Daripada salah jawab......

Rasanya tidak sesederhana ini menganalogikan manusia dengan burung.  Morfologi 
dan sistem tubuh burung telah sedemikian rupa beradaptasi untuk terbang.  
Pertulangannya didesain kuat namun ringan.  Coba ingat2 kalau lagi makan ayam 
goreng, terutama tulang2nya yang banyak rongga.  Terus, coba juga dilihat kalau 
makan dada ayam.  Tulang dada pada burung pun beradaptasi untuk keperluan 
terbang ini dengan adanya keel, yaitu untuk perlekatan otot-otot terbang (otot 
pectoralis dan supracoracoideus).  Pada burung yang terbangnya kuat, keelnya 
juga melebar.  Lihat tuh bedanya antara burung dara dan ayam.  Kedua otot tadi 
fungsinya saling bergantian untuk menurunkan (pectoralis) dan menaikkan sayap 
(supracoracoideus).  Lebih kompleks lagi pada burung seperti hummingbirds yang 
bisa terbang di tempat (hovering) karena supracoideusnya juga harus cukup besar.

Saya belum nemu ttg energi yang dihabiskan per jam.  Ada sih yang mencoba 
menghitung energi harian pada quail yang katanya sekitar 80-90 kilojoules/day 
(tapi saya gak tau gimana ngitungnya).  Untuk bertahan terbang ini, burung 
memiliki suhu tubuh yang jauh lebih tinggi dibanding manusia untuk mengatur 
perubahan panas saat terbang di tempat dingin atau panas.  Suhunya bisa 
mencapai 40-42 derajat celcius. Kecepatan metabolisme burung juga harus tinggi 
dan ini terkait dengan sistem respirasi (bernapas lebih cepat) dan sirkulasi 
darahnya. Berdasarkan perbandingan jantung dan ukuran tubuh, jantung burung 
dapat 50-100% lbh besar daripada mamalia.  Jadi kebayang kan kerjanya?  Untuk 
aktivitas hariannya, perlu ada kerjasama metabolisme, termoregulasi, dan 
pengaturan air.

Apalagi buat migrasi.......  Selain ditunjang oleh sistem metabolisme yang 
kompleks tadi, burung juga menimbun lemak sebelum migrasi, bahkan dapat 2x 
berat tubuh normalnya.  Dan tentu saja ini untuk kebutuhan metabolisme selama 
migrasi.

Anyway, ini pastinya gak menjawab semua kegundahan Hasto.  Soalnya bisa2 1-2 
chapter harus ditulis semua.  Coba cari di google, misalnya dengan kata kunci 
"birds flight adaptation".  Banyak tuh yang bisa dibaca dan mungkin dapat lebih 
tepat menjawab pertanyaan ini.

Best,
Nurul

 Nurul Winarni
Email1. [EMAIL PROTECTED]
Email2. [EMAIL PROTECTED]
http://noonathome.wordpress.com/
http://wildlifewisdom.wordpress.com




----- Original Message ----
From: Hasto P Irawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, October 9, 2008 6:33:37 PM
Subject: [SBI-InFo] Berapa Energi yg Diperlukan Burung utk Terbang? (REPOST)


 
Ada yg tau gak berapa energi yg dikonsumsi oleh burung (per menit atau per 
jamnya) ketika terbang? Apakah lebih besar atau lebih kecil dibanding mamalia 
yg berlari (dengan catatan mamalia itu memiliki bobot tubuh yg sama dgn burung, 
dan satuan waktu yg dipake juga sama, misalnya per menit atau per jam)?

Kalau menurut saya, jumlah energi per jam yg dihabiskan burung untuk terbang 
bisa lebih besar dari yg dihabiskan oleh mamalia yang berlari per jamnya (ini 
baru dugaan, bisa aja salah). Untuk ngeliat besarnya energi yg diperlukan untuk 
terbang bisa diliat dgn perbandingan awam berikut ini (supaya gampang, kita 
bandingin aja burung dengan manusia he he):

Burung seberat 12 kg, misalnya angsa mute swan, butuh rentang sayap sepanjang 
240 cm atau 2,4 meter untuk bisa airborne. Sekarang andaikan saja manusia 
diberi sayap dan disuruh terbang. Berarti manusia yg berbobot sekitar 60 kg 
butuh "sayap" dengan rentang sepanjang 60/12 x 240 = 1200 cm, atau 12 meter 
(berapa rentang paralayang ya? kayaknya lebih dari 12 meter). Dengan rentang 
sayap 12 meter itu, secara teori manusia mampu airborne--seandainya saja dia 
kuat mengepakkan "sayap"nya. 

Masalahnya adalah, dengan laju metabolisme dan ukuran otot manusia seperti 
sekarang, kekuatan otot manusia tak mungkin mampu mengepakkan sayap sebesar itu 
sampai tubuhnya terangkat dari tanah. Bahkan untuk bertahan beberapa detik saja 
di atas tanah, mungkin manusia tak akan sanggup. Sedangkan di lain pihak, 
manusia masih sanggup untuk berlari terus-menerus beberapa puluh menit atau 
bahkan beberapa jam (khusus untuk atlet yg dilatih). 
 
Jika manusia harus terbang, pasti butuh otot yg sangat besar untuk bisa kuat 
mengepakkan sayap sampai tubuhnya terangkat dari tanah, dan butuh metabolisme 
yg sangat cepat untuk memasok energi yg dibutuhkan tiap kepakan sayap sehingga 
dia mampu bertahan lama terbang (bukan cuma melakukan beberapa kepakan kemudian 
kehabisan tenaga).

Padahal burung bisa terbang kemana saja dengan mudahnya, bahkan terbangnya 
bukan cuma satu atau dua detik, tapi bisa berjam2, menempuh jarak ratusan 
kilometer, atau ribuan kilometer dalam beberapa hari, terutama untuk jenis 
burung migratory. 
 
Metabolisme secepat apa yg memungkinkan burung memproduksi energi begitu 
cepatnya per satuan waktu sehingga energi yang dihasilkan oleh metabolisme 
tubuh per menitnya sama banyak dgn energi yg dihabiskan untuk mengepakkan sayap 
per menitnya, sehingga burung tak cepat kehabisan tenaga, dan bisa 
terus-menerus mengepakkan sayapnya???
 
Hayooo gimana neh para pakar dan mahasiswa biologi yg gw yakin banyak di milis 
ini?:) Bantu gw dunk yg bukan dari biologi..
 
 
-Hasto Pratikto Irawan-

NB: Ini adalah repost dari topik yg pernah gw tulis dan kirim ke milis ini 
beberapa bulan lalu, gw posting lagi deh karena dulu belom ada tanggapan satu 
pun.. Boleh kaaan ngeposting topik yg rada beda biar gak bosen???
 
  
    


      

Kirim email ke