Thank banget mbak Nurul atas penjelasannya. Memang belom menjawab keseluruhan 
pertanyaan gw, tapi posting elo--eh anda deng he he he--udah menjawab sebagian 
pertanyaan gw. Yaitu bahwa (untuk menghasilkan energi secara cepat untuk 
menyuplai energi ke otot dada selama terbang) burung ternyata memang punya 
tingkat metabolisme tubuh yg jauh lebih tinggi dibanding mamalia, ditandai dgn 
suhu tubuh yg lebih tinggi, respirasi dan detak jantung yg jauh lebih cepat, 
bahkan ukuran jantung yg sampe 100 persen lebih besar, guna beradaptasi 
terhadap tuntutan metabolisme tinggi untuk menyuplai energi selama terbang itu. 
Thanks juga buat link yg udah dikasih. Menarik banget. 

Gw gak butuh jawaban eksak kok soal jumlah konsumsi energi perjam atau per 
menit, yg penting bahwa memang terbukti bahwa tingkat metabolisme burung memang 
lebih tinggi dibanding mamal (dan berarti aktivitas terbang itu sesuaru yg 
sangat menguras energi dalam jumlah jauh lebih besar, dibanding energi yg 
dihabiskan mamalia utk bergerak di darat).

Memang seeh membandingkan burung dgn manusia terasa "absurd". Tapi gw cuma 
bertujuan untuk memberi gambaran betapa besarnya energi yg dihabiskan untuk 
mengepakkan sayap sampe tubuh terangkat dari tanah (yg manusia gak mungkin 
sanggup melakukannya), dibanding energi yg dihabiskan untuk berjalan misalnya. 

Memang seh burung telah jutaan tahun beradaptasi untuk terbang, sehingga 
tulang2nya ringan namun tetap kuat. absurd kalo memandingkan burung dgn 
manusia. termasuk juga burung beradaptasi dalam hal kecepatan metabolisme utk 
menghasilkan energi dgn cepat dan banyak untuk aktifitas terbang. Tapi otot 
dada pada burung adalah sesuatu yg analog dgn otot dada pada manusia, dan sayap 
burung analog dengan lengan/tangan manusia. dan menurut teori evolusi, sayap 
burung dan tangan manusia (dan kaki depan binatang mamalia) berkembang dari 
bentuk dasar yg sama, sehingga jumlah persendia dan tulang pada sayap burung 
sama/analog dgn jumlah persendian/tulang pada lengan/tangan manusia/ atau 
dengan kaki depan kuda/sapi/kambing dll. Bedanya, ada bagian tulang yg pada 
sayap burung berkembang besar, pada tangan manusia justru menyusut, atau 
sebaliknya. (tapi gak maksa deh kalo yg gak percaya teori evolusi. gw termasuk 
yg percaya)

Iya seh bener juga tulang dada burung telah beradaptasi dengan adanya keel 
tadi, sehingga memungkinkan  sebagai tempat melekatnya otot dada yg lebih 
tebal/besar supaya kuat dipakai mengepakkan sayap. Sedangkan otot dada manusia 
paling2 cuma kuat buat mengayuh badan di dalam air waktu berenang. tak mungkin 
kuat mengepakkan "sayap" sepanjang masing2 6 meter sampe tubuh terangkat, 
karena otot dan metabolisma tubuh manusia memang tak beradaptasi untuk 
aktifitas terbang.

Pertanyaan gw sebagian udah terhawab oleh Mbak Nurul, yaitu bahwa metabolsme 
tubuh burung jauh lebih cepat dibanding manusia/mamalia, yg gunanya utk 
memproduksi energi dalam jumlah besar dengan cepat, untuk menyuplai otot buat 
terbang itu tadi. THanksss:)

Hasto Pratikto Irawan

--- On Fri, 10/10/08, Nurul Winarni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Nurul Winarni <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [SBI-InFo] Berapa Energi yg Diperlukan Burung utk Terbang? (REPOST)
To: [email protected]
Date: Friday, October 10, 2008, 10:37 PM










    
            Berhubung belum ada yg jawab kegundahannya Hasto, maka saya mau 
coba nih....  Btw, postingan ini lama gak ada yang jawab karena barangkali 
perlu baca2 dulu sebelum kasih jawaban yang pas.  Jadi mungkin selama ini belum 
ada yang punya waktu.  Daripada salah jawab......

Rasanya tidak sesederhana ini menganalogikan manusia dengan burung.  Morfologi 
dan sistem tubuh burung telah sedemikian rupa beradaptasi untuk terbang.  
Pertulangannya didesain kuat namun ringan.  Coba ingat2 kalau lagi makan ayam 
goreng, terutama tulang2nya yang banyak rongga.  Terus, coba juga dilihat kalau 
makan dada ayam.  Tulang dada pada burung pun beradaptasi untuk keperluan 
terbang ini dengan adanya keel, yaitu untuk perlekatan otot-otot terbang (otot 
pectoralis dan
 supracoracoideus) .  Pada burung yang terbangnya kuat, keelnya juga melebar.  
Lihat tuh bedanya antara burung dara dan ayam.  Kedua otot tadi fungsinya 
saling bergantian untuk menurunkan (pectoralis) dan menaikkan sayap 
(supracoracoideus) .  Lebih kompleks lagi pada burung seperti hummingbirds yang 
bisa terbang di tempat (hovering) karena supracoideusnya juga harus cukup besar.

Saya belum nemu ttg energi yang dihabiskan per jam.  Ada sih yang mencoba 
menghitung energi harian pada quail yang katanya sekitar 80-90 kilojoules/day 
(tapi saya gak tau gimana ngitungnya).  Untuk bertahan terbang ini, burung 
memiliki suhu tubuh yang jauh lebih tinggi dibanding manusia untuk mengatur 
perubahan panas saat terbang di tempat dingin atau panas.  Suhunya bisa 
mencapai 40-42 derajat celcius. Kecepatan metabolisme burung juga harus tinggi 
dan ini terkait dengan sistem respirasi (bernapas lebih cepat) dan sirkulasi 
darahnya.
 Berdasarkan perbandingan jantung dan ukuran tubuh, jantung burung dapat 
50-100% lbh besar daripada mamalia.  Jadi kebayang kan kerjanya?  Untuk 
aktivitas hariannya, perlu ada kerjasama metabolisme, termoregulasi, dan 
pengaturan air.

Apalagi buat migrasi..... ..  Selain ditunjang oleh sistem metabolisme yang 
kompleks tadi, burung juga menimbun lemak sebelum migrasi, bahkan dapat 2x 
berat tubuh normalnya.  Dan tentu saja ini untuk kebutuhan metabolisme selama 
migrasi.

Anyway, ini pastinya gak menjawab semua kegundahan Hasto.  Soalnya bisa2 1-2 
chapter harus ditulis semua.  Coba cari di google, misalnya dengan kata kunci 
"birds flight adaptation".  Banyak tuh yang bisa dibaca dan mungkin dapat lebih 
tepat menjawab pertanyaan ini.

Best,
Nurul
 Nurul Winarni
Email1. [EMAIL PROTECTED] com
Email2. [EMAIL PROTECTED] com
http://noonathome. wordpress. com/
http://wildlifewisd om.wordpress. com


----- Original Message ----
From: Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com>
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Thursday, October 9, 2008 6:33:37 PM
Subject: [SBI-InFo] Berapa Energi yg Diperlukan Burung utk Terbang? (REPOST)










    
             
Ada yg tau gak berapa energi yg dikonsumsi oleh burung (per menit atau per 
jamnya) ketika terbang? Apakah lebih besar atau lebih kecil dibanding mamalia 
yg berlari (dengan catatan mamalia itu memiliki bobot tubuh yg sama dgn burung, 
dan satuan waktu yg dipake juga sama, misalnya per menit atau per jam)?

Kalau menurut saya, jumlah energi per jam yg dihabiskan burung untuk terbang 
bisa lebih besar dari yg dihabiskan oleh mamalia yang berlari per jamnya (ini 
baru dugaan, bisa aja salah). Untuk ngeliat besarnya energi yg diperlukan untuk 
terbang bisa diliat dgn perbandingan awam berikut ini (supaya gampang, kita 
bandingin aja burung dengan manusia he he):

Burung seberat 12 kg, misalnya angsa mute swan, butuh rentang sayap sepanjang 
240 cm atau 2,4 meter untuk bisa airborne. Sekarang andaikan saja manusia 
diberi sayap dan disuruh terbang. Berarti manusia yg berbobot sekitar 60 kg 
butuh "sayap" dengan rentang sepanjang 60/12 x 240 = 1200 cm, atau 12 meter 
(berapa rentang paralayang ya? kayaknya lebih dari 12 meter). Dengan rentang 
sayap 12 meter itu, secara teori manusia mampu airborne--seandainya saja dia 
kuat mengepakkan "sayap"nya. 

Masalahnya adalah, dengan laju metabolisme dan ukuran otot manusia seperti 
sekarang, kekuatan otot manusia tak mungkin mampu mengepakkan sayap sebesar itu 
sampai tubuhnya terangkat dari tanah. Bahkan untuk bertahan beberapa detik saja 
di atas tanah, mungkin manusia tak akan sanggup. Sedangkan di lain pihak, 
manusia masih sanggup untuk berlari terus-menerus beberapa puluh menit atau 
bahkan beberapa jam (khusus untuk atlet yg
 dilatih). 
 
Jika manusia harus terbang, pasti butuh otot yg sangat besar untuk bisa kuat 
mengepakkan sayap sampai tubuhnya terangkat dari tanah, dan butuh metabolisme 
yg sangat cepat untuk memasok energi yg dibutuhkan tiap kepakan sayap sehingga 
dia mampu bertahan lama terbang (bukan cuma melakukan beberapa kepakan kemudian 
kehabisan tenaga).

Padahal burung bisa terbang kemana saja dengan mudahnya, bahkan terbangnya 
bukan cuma satu atau dua detik, tapi bisa berjam2, menempuh jarak ratusan 
kilometer, atau ribuan kilometer dalam beberapa hari, terutama untuk jenis 
burung migratory. 
 
Metabolisme secepat apa yg memungkinkan burung memproduksi energi begitu 
cepatnya per satuan waktu sehingga energi yang dihasilkan oleh metabolisme 
tubuh per menitnya sama banyak dgn energi yg dihabiskan untuk mengepakkan sayap 
per menitnya, sehingga burung tak cepat kehabisan tenaga, dan bisa 
terus-menerus mengepakkan sayapnya???
 
Hayooo gimana neh para pakar dan mahasiswa biologi yg gw yakin banyak di milis 
ini?:) Bantu gw dunk yg bukan dari biologi..
 
 
-Hasto Pratikto Irawan-

NB: Ini adalah repost dari topik yg pernah gw tulis dan kirim ke milis 
ini beberapa bulan lalu, gw posting lagi deh karena dulu belom ada tanggapan 
satu pun.. Boleh kaaan ngeposting topik yg rada beda biar gak bosen???
 
 


      
      


        
        


      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke