sepertinya seru bvanget nih diskusinya,...
Saya mungkin gak seberuntung teman2 yang masih bisa melihat si trocokan dan 
kutilang berterbangan di sekitar rumah. Dulu sih waktu kecil di sekitar rumah 
banyak trocokan dan kutilang. baik melalui suara maupun lihat secara langsung 
sangat mudah sekali. tapi sejak tahun 1998 mulai menghilang. perburuan untuk 
peliharaan maupun perdagangan mungkin pemicu menghilangnya kedua jenis itu,...

Untuk saat ini yang benar2 susah untuk jenis Kutilang. kalau trocokan kadnag2 
masih suka dengar suaranya,.... 

 
________________________________
Asman A Purwanto
+6281319633321
http://4raptor.wordpress.com
http://asmanadi.blogspot.com





________________________________
From: S. Rahardjo <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, January 13, 2009 5:36:59 PM
Subject: [SBI-InFo] Re: Sun Bird UI->trocokan vs kutilang


Mas, ditempat saya dikampung Bogor , dua-duanya sama
banyak nggak takut.
Malah trocokan lebih
banyak dan berani. Ada satu trocokan sejak kecil belajar terbang sampai
sekarang masih suka mampir, matuk-matuk lubang angin kaca. Dulu waktu kecil
dikira lubang tanpa kaca yang bisa dilewati. Setelah terhalang kaca selalu
dipatuk-patuk mau lewat. Dan ini kadang masih berlangsung sampai sekarang,
biarpun suda lebih dari 4 bulan
 
Salam
S.Rahardjo
 

________________________________
 
From:sbi-i...@yahoogroup s.com [mailto:sbi- i...@yahoogroups .com] On Behalf
Of hpirawan2005
Sent: 13 Januari 2009 22:12
To: sbi-i...@yahoogroup s.com
Subject: **SPAM** [SBI-InFo] Re:
Sun Bird UI->trocokan vs kutilang
 
Hmm gw jadi tertarik buat njawab lagi neh, tapi
jawabnya ngarang lagi 
boleh kan ?:)

DI kampung saya di Jawa juga keadaannya berkebalikan dari Jakarta, 
nyaris gak bisa dijumpai kutilang, adanya cuma trocokan, tapi itu pun 
trocokan jarang bersinggungan dengan aktivitas manusia, karena mencil 
di pohon2 tinggi, tidak spt kutilang di jakarta yg seprti tak takut 
pada manusia.

Berdasar fakta itu, gw berhipotesis:

Mungkin kutilang itu lebih bisa sukses di daerah urban yg padat/ramai 
dg aktifitas manusia, sedangkan trocokan hanya sukses di tempat2 yg 
relatif tak terlalu terganggu oleh aktivitas manusia. 

Penyebabnya: mungkin kutilang (Pycnonotus aurigaster) lebih toleran 
terhadap lingkungan yg terganggu oleh aktifitas manusia, lebih berani 
turun atau mendekat dgn aktifitas manusia, sehingga dia bisa 
memanfaatkan sumberdaya yg ada (pakan) sebaik mungkin, apalagi pakan 
(di daerah urban) banyak terdapat di low storey. Sedangkan trocokan 
(Pycnonotus goiavier), karena tidak toleran thd keramaian atau 
aktifitas manusia, takut mendekat ke aktifitas manusia, takut turun 
mencari makan sampai ke lower storey, ya akhirnya gak dapat 
memanfaatkan sumberdaya (pakan) secara maksimal, dan akhirnya tidak 
sukses di daerah urban, karena tersaingi oleh ketilang yg lebih 
adaptable terhadap keramaian. 

Karena di jakarta 
jelas daerah urban dimana nyaris tak ada tempat yg 
sepi dari aktifitas manusia, ya otomatis yg lebih banyak survive di 
jakrta si ketilang, bukan trocokan. Sedangkan di daerah yg relatif 
bebas dari aktifitas manusia, trocokan yg meraja.

Kenyataannya, di jakarta 
ketilang bisa dgn mudah dijumpai di taman2 
(yg pepohonannya bergerombol) , di kawasan pemukiman (yg pepohonanya 
cuma satu-dua), sampe pinggir2 jalan (yg pohonnya cuma berderet 
memanjang, tidak bergerombol) . Sedangkan trocokan tidak. Dan ketilang 
relatif tak takut pada manusia. Kalo saya joging di joging track di 
jaktim, banyak ketilang bergerombol 3-4 ekor yg bisa dijumpai dekat 
dengan manuisa, bertengger di pagar atau di cabang2 pohon rendah pada 
ketinggian 2 meteran, dan gak terbang ketika kita berlari pada jarak 
3-4 meter dari mereka, pada low storey di ketinggian 3 meter ke 
bawah, jadi tergolong "pemberani" terhadap kehadiran manusia. No 
wonder kalo dia survive di jakarta 
yg padat dg manusia. Tapi tidak 
demikian halnya dengan trocokan.

Mungkin begitu kali..

Hasto Pratikto

NB: gw posting lewat email berkali2 ternyata emailnya gak muncul, so 
gw coba posting via situs yahoogroups neh.


    


      

Kirim email ke