Salam

Berburu Gemak di tegalan sebelah rumah. Musim kemarau ini rerumputan tegalan 
berkurang, membuat Gemak relatif "mudah" terlihat.

Ada beberapa hal menarik tentang Gemak dan keluarganya ini.

Sub spesies di Nusantara kemungkinan semua memiliki warna paruh dan kaki kuning 
(cuma baru lihat T. s. suscicator dan T. s. kuiperi).
Ini yang kadang membingungkan saat membandingkan dengan buku panduan SKJB. Di 
buku panduan, yang digambar adalah sub spesies dari daratan Asia. jadi bukan 
salah gambar, cuma salah ambil contoh.

Bisa ditengok di database OBI, semua sub spesies Asia memiliki warna paruh dan 
kaki kelabu.
T. s. taigoor (India), T. s. leggei (Sri Lanka) T. s. rostratus (Taiwan), T. s. 
blakistoni (Hongkong), T. s. thai (Thailand), T. s. atrogularis (Malaysia).

Namun dari semua sub species, diagnostik jenis kelaminnya sama. Yang betina 
tenggorokannya berwarna hitam, dan wajah tanpa alis. Sementara yang jantan 
tenggorokannya berwarna putih, dengan alis putih pada wajah. (Foto 1-4)

Saat mencari makan, satu keluarga tidak selalu berkumpul berdekatan. Jantan, 
betina dan anak mencari lokasi makan sendiri-sendiri. Meskipun kadang juga 
saling menyambangi.

Pengasuhan anak tidak identik dengan induk betina. Teramati induk betina malah 
jalan-jalan sendiri, sementara induk jantan mengkais makanan dan melindungi 
anak-anaknya.

Gemak cukup "akrab" dengan manusia. Bisa diamati dari jarak cukup dekat 3-5 
meter tanpa merasa terusik, asal tanpa gerakan mengejutkan.

Kebetulan saat mengamati, muncul Elang-ular Bido dari arah lembah dengan 
pekikan keras. Ternyata Gemak lebih waspada terhadap raptor daripada manusia. 
Saat raptor arahnya makirn dekat, keluarga Gemak bergegas bubar. Induk betina 
dan jantan pisah arah, sementara anak-anak ikut dan dilindungi induk jantan.

Uniknya, saat upaya pelarian harus cepat maka induk harus berlari, sementara 
itu kecepatan anak tidak bisa mengimbangi. Jika induk menunggu anak maka resiko 
predator menjadi besar. Maka langkah yang diambil induk adalah menyembunyikan 
anak-anaknya di celah bebatuan / semak, dan induk berpisah lari kencang.

Demikian dulu kisah keluarga Gemak dari tegalan sebelah rumah....

Bonus, di Foto ke-5 ada berapa jumlah anak Gemak? hehehehee

KB



      

Kirim email ke