kalau bicara mengenai Ilustrasi gambar yang ada di FieldGuide burung SKJB 
memang banyak sekali yang gak mirip. Saya ambil contoh Untuk burung Cikrak 
muda. selain burungnya kecil kan cukup lincah. Pola warnanya untuk yang burung 
beneran warna di kepala dan dahi merahnya tidak terlalu terang seperti yang ada 
di buku. sampai2 kemarin pas pengamatan bareng cak londo saya sendiri lama 
untuk identifikasinya. seperti yang mas Swiss bilang, banyak sub jenis yang 
tidak terwakilkan di situ. Bagi orang2 yang sudah ahli mungkin akan lebih mudah 
mengidentifikasi tanpa harus melihat pada ilustrasi, tapi bagi pemula akan 
sangat kesulitan,..
Kalau seandainya benar buku SKJB mau terbit lagi sepertinya harus ada revisi 
deh,.. apalagi banyak informasi yang sepertinya juga harus di tambah,.. 



Salam 

________________________________
Asman A Purwanto
+6281319633321
Blog: 4raptor
Blog: Nature lovers(isinya sih campuran)
Facebookku






________________________________
From: swiss winnasis <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, July 18, 2009 1:03:35 AM
Subject: Re: [SBI-InFo] Kisah Keluarga Gemak

  
dua pak!! ainul yaqin ada dua... kalo gak percaya tanya aja di data 
kependudukan kelurahan kampungnya sampeyan berapa anak keluarga gemak dekat 
rumah sampeyan hehehee...pertanyaa n selanjutnya berapa jumlah kaki2 anak 
keluarga gemak dekat rumahnya sampeyan hayo??
cerita yang menarik, bahkan ketika disusupi muatan ilmiah....

btw, mengenai ilustrasi buku SJBK yang salah ambil contoh. ternyata banyak juga 
sub spesies2 yang tidak terwakili di dalam buku tersebut. bahkan tidak sedikit 
pula yang ilustrasinya lumayan berbeda dengan kondisi di lapangan. kadang hal 
ini sering menyulitkan dalam identifikasi, salah satunya saya yang masih 
belajaran ini.
denger2 mau terbit lagi buku SJBK? tapi kayaknya tanpa revfisi. gimana itu?

salam
birdwatcher magang
Swiss
Baluran National Park
www.pratapapa81. wordpress. com
www.balurannational park.web. id


--- On Fri, 7/17/09, Kang Bas <bask...@yahoo. com> wrote:


>From: Kang Bas <bask...@yahoo. com>
>Subject: [SBI-InFo] Kisah Keluarga Gemak [5 Attachments]
>To: "Milist SBI" <sbi-i...@yahoogroup s.com>
>Date: Friday, July 17, 2009, 11:19 PM
>
>
>  > 
>Salam
>
>Berburu Gemak di tegalan sebelah rumah. Musim kemarau ini rerumputan tegalan 
>berkurang, membuat Gemak relatif "mudah" terlihat.
>
>Ada beberapa hal menarik tentang Gemak dan keluarganya ini.
>
>Sub spesies di Nusantara kemungkinan semua memiliki warna paruh dan kaki 
>kuning (cuma baru lihat T. s. suscicator dan T. s. kuiperi).
>Ini yang kadang membingungkan saat membandingkan dengan buku panduan SKJB. Di 
>buku panduan, yang digambar adalah sub spesies dari daratan Asia. jadi bukan 
>salah gambar, cuma salah ambil contoh.
>
>Bisa ditengok di database OBI, semua sub spesies Asia memiliki warna paruh dan 
>kaki kelabu.
>T. s. taigoor
> (India), T. s. leggei (Sri Lanka) T. s. rostratus (Taiwan), T. s. blakistoni 
> (Hongkong), T. s. thai (Thailand), T. s. atrogularis (Malaysia).
>
>Namun dari semua sub species, diagnostik jenis kelaminnya
> sama. Yang betina tenggorokannya berwarna hitam, dan wajah tanpa alis. 
> Sementara yang jantan tenggorokannya berwarna putih, dengan alis putih pada 
> wajah. (Foto 1-4)
>
>Saat mencari makan, satu keluarga tidak selalu berkumpul berdekatan. Jantan, 
>betina dan anak mencari lokasi makan sendiri-sendiri. Meskipun kadang juga 
>saling menyambangi.
>
>Pengasuhan anak tidak identik dengan induk betina. Teramati induk betina malah 
>jalan-jalan sendiri, sementara induk jantan mengkais makanan dan melindungi 
>anak-anaknya.
>
>Gemak cukup "akrab" dengan manusia. Bisa diamati dari jarak cukup dekat 3-5 
>meter tanpa merasa terusik, asal tanpa gerakan mengejutkan.
>
>Kebetulan saat mengamati, muncul Elang-ular Bido dari arah lembah dengan 
>pekikan keras. Ternyata Gemak lebih waspada terhadap raptor daripada manusia. 
>Saat raptor arahnya makirn dekat, keluarga Gemak bergegas bubar. Induk betina 
>dan jantan pisah arah, sementara anak-anak ikut dan dilindungi induk
> jantan.
>
>Uniknya, saat upaya pelarian harus cepat maka induk harus berlari, sementara 
>itu kecepatan anak tidak bisa mengimbangi. Jika induk menunggu anak maka 
>resiko predator menjadi besar. Maka langkah yang diambil induk adalah 
>menyembunyikan anak-anaknya di celah bebatuan / semak, dan induk berpisah lari 
>kencang.
>
>Demikian dulu kisah keluarga Gemak dari tegalan sebelah rumah....
>
>Bonus, di Foto ke-5 ada berapa jumlah anak Gemak? hehehehee
>
>KB
> 
> 

   


      

Kirim email ke