[PPIBelgia] re: tanya residence permit

2009-06-08 Terurut Topik Renar Berandi
Dear Temans di Belgia, 

Saya akan berencana pulang ke Indonesia liburan musim panas ini. Saya ingin 
menanyakan apakah dengan residence permit, saya bisa balik lagi ke Belgia 
meskipun visa saya di passport sudah habis masa berlakunya. Logikanya sih bisa, 
tapi bagaimana pengalaman dari teman-teman semua? 

Terima kasih semua, 

Renar 



  

Re: [PPIBelgia] re: tanya residence permit

2009-06-08 Terurut Topik wahyudiAgung
Halo Renar,, mo balik ke Louvain nih?? hahahha

Bisa,
saya dulu liburan summer tahun 2007, visa nya khan utk thun 2006. Jadi sudah 
sangat expired. Dengan menunjukkan residnce permit, saya ngga perlu visa lagi 
utk kembali ke Belgia.

Demikian, mungkin ada teman² yg lain ,yg punya cerita berbeda??

salam

 
AGUNG WAHYUDI
---





From: Renar Berandi renar...@yahoo.com
To: PPIBelgia@yahoogroups.com
Sent: Monday, June 8, 2009 9:22:01 AM
Subject: [PPIBelgia] re: tanya residence permit





Dear Temans di Belgia, 

Saya akan berencana pulang ke Indonesia liburan musim panas ini. Saya ingin 
menanyakan apakah dengan residence permit, saya bisa balik lagi ke Belgia 
meskipun visa saya di passport sudah habis masa berlakunya. Logikanya sih bisa, 
tapi bagaimana pengalaman dari teman-teman semua? 

Terima kasih semua, 

Renar 


   


  

Re: [PPIBelgia] Malaysia Kuasai 60 Naskah Kuno RI

2009-06-08 Terurut Topik esa siswanto
seyogyanya pemerintah kita lebih pro aktif dalam upayanya menyelamatkan budaya 
bangsa.karena hal ini akan berpengaruh besar terhadap masa depan bangsa 
kita.budaya kita sangat unik dan menarik.pemerintah seharusnya sadar akan hal 
itu...





From: Sulistiono Kertawacana sulistiono.kertawac...@alumni.ui.ac.id
Sent: Monday, June 8, 2009 8:06:35 AM
Subject: [PPIBelgia] Malaysia Kuasai 60 Naskah Kuno RI





Malaysia Kuasai 60 Naskah Kuno RI  
Posted
by: Abdul Rohim peduli_klaten@ yahoo.compeduli_klaten  
Sun Jun 7, 2009 3:31 pm (PDT) 

*Malaysia melakukan perburuan naskah Melayu kuno asal Kepulauan Riau,
untuk menguatkan identitas kemelayuannya. 
*
D ALAM tiga tahun terakhir sekitar 60 naskah Melayu kuno sudah beralih
tangan ke Malaysia. Upaya perburuan tersebut diperkirakan akan terus
berlanjut.
Budayawan asal Provinsi Riau, Al Azhar, mengutarakan naskah Melayu kuno
yang berpindah tangan ke Malaysia sebagian besar berasal dari abad ke-19
Masehi.
Naskah-naskah tersebut berwujud kitab tafsir, Alquran kuno, syair,
memoar, atau catatan harian para pujangga Melayu.
Menurut dia, yang melakukan perburuan adalah para akademisi Malaysia.
Naskahnaskah tersebut tidak tersimpan di museum. Dengan kata lain,
naskah Melayu kuno didapatkan dari perorangan.
“Para akademisi dari perguruan tinggi terkemuka di Malaysia berburu
naskah Melayu kuno itu. Sebagian besarnya di daerah Kepulauan Riau
seperti di Pulau Lingga, Bintan, dan Penyengat. Sementara itu di Riau
daratan sendiri sejauh pantauan saya belum ada,� kata Al Azhar kepada
Media Indonesia di Pekanbaru, Riau, kemarin.
Ia mengaku beberapa kali bertemu dengan para pemburu naskah tersebut.
“Bahkan sempat beberapa kali melihat mereka bertransaksi mendapatkan
naskah tersebut. Nilainya bisa jutaan rupiah. Tapi saya tidak bisa
berbuat apa-apa,� ujar Ketua Harian Forum Komunikasi Pemuka
Masyarakat Riau.
Naskah Melayu kuno tersebut merupakan warisan budaya dan terbuka untuk
diteliti oleh para akademisi dari berbagai belahan dunia mana pun yang
tertarik mengetahui khazanah Melayu. Tapi, ini tidak berarti para
akademisi dari Malaysia berhak memiliki naskah itu.
Malaysia, kata Al Azhar, begitu ngotot dengan naskah itu untuk
memperkuat identitas Melayunya. Sesuai dengan slogan mereka Trully Asia,
Malaysia benar-benar ingin mewujudkan negeri tersebut sebagai pusat
Melayu di dunia.
Capai ratusan Budayawan dan peneliti itu berpendapat Indonesia hendaknya
mengambil kembali naskah yang sudah berada di Malaysia tersebut. Karena
di setiap naskah-naskah tersebut pasti ada kolofon di halaman terakhir
yang menggambarkan identitas penulis, tempat, dan tanggal pembuatan
naskah kuno tersebut.
Cara lain, dengan melihat catatan akuisisi naskah tersebut hingga di
perpustakaan universitas Malaysia.
“Sekarang tinggal bagaimana keseriusan pemerintah kita untuk
menyelamatkan naskahnaskah tersebut. Karena pemerintah kita masih
terfokus membicarakan budaya ini sebagai identitas belaka, dan Malaysia
sudah menganggap hal ini sebagai komoditas,� tandas Al Azhar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kepri Arifin Nasir
mengakui banyak beralihnya naskah Melayu kuno. Bahkan, jumlahnya
mencapai ratusan. ‘’Tidak ada sarana dan prasarana untuk menyimpan
benda-benda sejarah itu,’’ ujarnya.
Ia mengatakan banyak naskah kuno yang berada di tangan masyarakat yang
terancam hilang dan itu belum terdata.
Naskah-naskah kuno yang beralih tangan tersebut tidak hanya ke Malaysia,
tetapi juga ke Singapura.
Menurut dia, tidak ada anggaran juga memperparah kondisi hilangnya
sejarah budaya Melayu yang ada di Kepri.
Satu-satunya tempat penyimpanan karya sastra Melayu yang tertinggal
berada di Pulau Penyengat. ‘’Akan tetapi, kondisinya Pulau Penyengat
tidak bisa menjamin bahwa barang-barang peninggalan budaya Melayu itu
tidak lari ke pihak asing.’’ Sementara itu, Wali Kota Solo, Jawa
Tengah,
Joko Widodo merasa dipermalukan dengan kasus yang terus bermunculan di
Museum Radya Pustaka.
Kasus terakhir, yang membuat dirinya seperti ditampar adalah ketika
koleksi wayang purwa yang ada di museum tertua Indonesia itu ternyata
juga telah berganti palsu, sedangkan yang asli juga hilang. (BY/HK/
WJ/N-1
http://anax1a. pressmart. net/mediaindones ia/MI/MI/ 2009/06/03/ ArticleHtmls/ 
03_06_2009_ 008_004.shtml? Mode=0
-- 
Kind regards,
Sulistiono Kertawacana
http://sulistionoke rtawacana. blogspot. com/
   


  

Re: [PPIBelgia] Malaysia Kuasai 60 Naskah Kuno RI

2009-06-08 Terurut Topik Rizki Darmawan
Bisa kita forward engga yah ke milis Dep Pariwisata dan Budaya Indonesia, 
sayang kalau identitas Indonesia kita hilang dicuri Malaysia

Regards     Rizki Darmawan  32-474557871      

--- On Mon, 6/8/09, Sulistiono Kertawacana 
sulistiono.kertawac...@alumni.ui.ac.id wrote:

From: Sulistiono Kertawacana sulistiono.kertawac...@alumni.ui.ac.id
Subject: [PPIBelgia] Malaysia Kuasai 60 Naskah Kuno RI
To: 
Date: Monday, June 8, 2009, 1:06 PM











 











  
  




 Malaysia Kuasai 60 Naskah Kuno RI  
Posted
by: Abdul Rohim 
peduli_klaten@ yahoo.com     peduli_klaten  

Sun Jun 7, 2009 3:31 pm (PDT) 




*Malaysia melakukan perburuan naskah Melayu kuno asal Kepulauan Riau,

untuk menguatkan identitas kemelayuannya.
 *

D ALAM tiga tahun terakhir sekitar 60 naskah Melayu kuno sudah beralih

tangan ke Malaysia. Upaya perburuan tersebut diperkirakan akan terus

berlanjut.

Budayawan asal Provinsi Riau, Al Azhar, mengutarakan naskah Melayu kuno

yang berpindah tangan ke Malaysia sebagian besar berasal dari abad ke-19

Masehi.

Naskah-naskah tersebut berwujud kitab tafsir, Alquran kuno, syair,

memoar, atau catatan harian para pujangga Melayu.

Menurut dia, yang melakukan perburuan adalah para akademisi Malaysia.

Naskahnaskah tersebut tidak tersimpan di museum. Dengan kata lain,

naskah Melayu kuno didapatkan dari perorangan.

“Para akademisi dari perguruan tinggi terkemuka di Malaysia berburu

naskah Melayu kuno itu. Sebagian besarnya di daerah Kepulauan Riau

seperti di Pulau Lingga, Bintan, dan Penyengat. Sementara itu di Riau

daratan sendiri sejauh pantauan saya belum ada,� kata Al Azhar kepada

Media Indonesia di Pekanbaru, Riau, kemarin.

Ia mengaku beberapa kali bertemu dengan para pemburu naskah tersebut.

“Bahkan sempat beberapa kali melihat mereka bertransaksi mendapatkan

naskah tersebut. Nilainya bisa jutaan rupiah. Tapi saya tidak bisa

berbuat apa-apa,� ujar Ketua Harian Forum Komunikasi Pemuka
Masyarakat Riau.

Naskah Melayu kuno tersebut merupakan warisan budaya dan terbuka untuk

diteliti oleh para akademisi dari berbagai belahan dunia mana pun yang

tertarik mengetahui khazanah Melayu. Tapi, ini tidak berarti para

akademisi dari Malaysia berhak memiliki naskah itu.

Malaysia, kata Al Azhar, begitu ngotot dengan naskah itu untuk

memperkuat identitas Melayunya. Sesuai dengan slogan mereka Trully Asia,

Malaysia benar-benar ingin mewujudkan negeri tersebut sebagai pusat

Melayu di dunia.

Capai ratusan Budayawan dan peneliti itu berpendapat Indonesia hendaknya

mengambil kembali naskah yang sudah berada di Malaysia tersebut. Karena

di setiap naskah-naskah tersebut pasti ada kolofon di halaman terakhir

yang menggambarkan identitas penulis, tempat, dan tanggal pembuatan

naskah kuno tersebut.

Cara lain, dengan melihat catatan akuisisi naskah tersebut hingga di

perpustakaan universitas Malaysia.

“Sekarang tinggal bagaimana keseriusan pemerintah kita untuk

menyelamatkan naskahnaskah tersebut. Karena pemerintah kita masih

terfokus membicarakan budaya ini sebagai identitas belaka, dan Malaysia

sudah menganggap hal ini sebagai komoditas,� tandas Al Azhar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kepri Arifin Nasir

mengakui banyak beralihnya naskah Melayu kuno. Bahkan, jumlahnya

mencapai ratusan. ‘’Tidak ada sarana dan prasarana untuk menyimpan

benda-benda sejarah itu,’’ ujarnya.

Ia mengatakan banyak naskah kuno yang berada di tangan masyarakat yang

terancam hilang dan itu belum terdata.

Naskah-naskah kuno yang beralih tangan tersebut tidak hanya ke Malaysia,

tetapi juga ke Singapura.

Menurut dia, tidak ada anggaran juga memperparah kondisi hilangnya

sejarah budaya Melayu yang ada di Kepri.

Satu-satunya tempat penyimpanan karya sastra Melayu yang tertinggal

berada di Pulau Penyengat. ‘’Akan tetapi, kondisinya Pulau Penyengat

tidak bisa menjamin bahwa barang-barang peninggalan budaya Melayu itu

tidak lari ke pihak asing.’’ Sementara itu, Wali Kota Solo, Jawa
Tengah,

Joko Widodo merasa dipermalukan dengan kasus yang terus bermunculan di

Museum Radya Pustaka.

Kasus terakhir, yang membuat dirinya seperti ditampar adalah ketika

koleksi wayang purwa yang ada di museum tertua Indonesia itu ternyata

juga telah berganti palsu, sedangkan yang asli juga hilang. (BY/HK/
WJ/N-1

http://anax1a. pressmart. net/mediaindones ia/MI/MI/ 2009/06/03/ ArticleHtmls/ 
03_06_2009_ 008_004.shtml? Mode=0
-- 
Kind regards,
Sulistiono Kertawacana
http://sulistionoke rtawacana. blogspot. com/


 

  




 






















  

Re: [PPIBelgia] Malaysia Kuasai 60 Naskah Kuno RI

2009-06-08 Terurut Topik esa siswanto
sy setuju mas.di forward aja agar mereka sedikit melek...





From: Rizki Darmawan rizk...@yahoo.com
To: PPIBelgia@yahoogroups.com
Sent: Monday, June 8, 2009 1:31:16 PM
Subject: Re: [PPIBelgia] Malaysia Kuasai 60 Naskah Kuno RI





Bisa kita forward engga yah ke milis Dep Pariwisata dan Budaya Indonesia, 
sayang kalau identitas Indonesia kita hilang dicuri Malaysia


Regards
 
Rizki Darmawan
32-474557871
 
 

--- On Mon, 6/8/09, Sulistiono Kertawacana sulistiono.kertawac a...@alumni. 
ui.ac.id wrote:


From: Sulistiono Kertawacana sulistiono.kertawac a...@alumni. ui.ac.id
Subject: [PPIBelgia] Malaysia Kuasai 60 Naskah Kuno RI
To: 
Date: Monday, June 8, 2009, 1:06 PM





Malaysia Kuasai 60 Naskah Kuno RI  
Posted
by: Abdul Rohim peduli_klaten@ yahoo.compeduli_klaten  
Sun Jun 7, 2009 3:31 pm (PDT) 

*Malaysia melakukan perburuan naskah Melayu kuno asal Kepulauan Riau,
untuk menguatkan identitas kemelayuannya. 
*
D ALAM tiga tahun terakhir sekitar 60 naskah Melayu kuno sudah beralih
tangan ke Malaysia. Upaya perburuan tersebut diperkirakan akan terus
berlanjut.
Budayawan asal Provinsi Riau, Al Azhar, mengutarakan naskah Melayu kuno
yang berpindah tangan ke Malaysia sebagian besar berasal dari abad ke-19
Masehi.
Naskah-naskah tersebut berwujud kitab tafsir, Alquran kuno, syair,
memoar, atau catatan harian para pujangga Melayu.
Menurut dia, yang melakukan perburuan adalah para akademisi Malaysia.
Naskahnaskah tersebut tidak tersimpan di museum. Dengan kata lain,
naskah Melayu kuno didapatkan dari perorangan.
“Para akademisi dari perguruan tinggi terkemuka di Malaysia berburu
naskah Melayu kuno itu. Sebagian besarnya di daerah Kepulauan Riau
seperti di Pulau Lingga, Bintan, dan Penyengat. Sementara itu di Riau
daratan sendiri sejauh pantauan saya belum ada,� kata Al Azhar kepada
Media Indonesia di Pekanbaru, Riau, kemarin.
Ia mengaku beberapa kali bertemu dengan para pemburu naskah tersebut.
“Bahkan sempat beberapa kali melihat mereka bertransaksi mendapatkan
naskah tersebut. Nilainya bisa jutaan rupiah. Tapi saya tidak bisa
berbuat apa-apa,� ujar Ketua Harian Forum Komunikasi Pemuka
Masyarakat Riau.
Naskah Melayu kuno tersebut merupakan warisan budaya dan terbuka untuk
diteliti oleh para akademisi dari berbagai belahan dunia mana pun yang
tertarik mengetahui khazanah Melayu. Tapi, ini tidak berarti para
akademisi dari Malaysia berhak memiliki naskah itu.
Malaysia, kata Al Azhar, begitu ngotot dengan naskah itu untuk
memperkuat identitas Melayunya. Sesuai dengan slogan mereka Trully Asia,
Malaysia benar-benar ingin mewujudkan negeri tersebut sebagai pusat
Melayu di dunia.
Capai ratusan Budayawan dan peneliti itu berpendapat Indonesia hendaknya
mengambil kembali naskah yang sudah berada di Malaysia tersebut. Karena
di setiap naskah-naskah tersebut pasti ada kolofon di halaman terakhir
yang menggambarkan identitas penulis, tempat, dan tanggal pembuatan
naskah kuno tersebut.
Cara lain, dengan melihat catatan akuisisi naskah tersebut hingga di
perpustakaan universitas Malaysia.
“Sekarang tinggal bagaimana keseriusan pemerintah kita untuk
menyelamatkan naskahnaskah tersebut. Karena pemerintah kita masih
terfokus membicarakan budaya ini sebagai identitas belaka, dan Malaysia
sudah menganggap hal ini sebagai komoditas,� tandas Al Azhar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kepri Arifin Nasir
mengakui banyak beralihnya naskah Melayu kuno. Bahkan, jumlahnya
mencapai ratusan. ‘’Tidak ada sarana dan prasarana untuk menyimpan
benda-benda sejarah itu,’’ ujarnya.
Ia mengatakan banyak naskah kuno yang berada di tangan masyarakat yang
terancam hilang dan itu belum terdata.
Naskah-naskah kuno yang beralih tangan tersebut tidak hanya ke Malaysia,
tetapi juga ke Singapura.
Menurut dia, tidak ada anggaran juga memperparah kondisi hilangnya
sejarah budaya Melayu yang ada di Kepri.
Satu-satunya tempat penyimpanan karya sastra Melayu yang tertinggal
berada di Pulau Penyengat. ‘’Akan tetapi, kondisinya Pulau Penyengat
tidak bisa menjamin bahwa barang-barang peninggalan budaya Melayu itu
tidak lari ke pihak asing.’’ Sementara itu, Wali Kota Solo, Jawa
Tengah,
Joko Widodo merasa dipermalukan dengan kasus yang terus bermunculan di
Museum Radya Pustaka.
Kasus terakhir, yang membuat dirinya seperti ditampar adalah ketika
koleksi wayang purwa yang ada di museum tertua Indonesia itu ternyata
juga telah berganti palsu, sedangkan yang asli juga hilang. (BY/HK/
WJ/N-1
http://anax1a. pressmart. net/mediaindones ia/MI/MI/ 2009/06/03/ ArticleHtmls/ 
03_06_2009_ 008_004.shtml? Mode=0
-- 
Kind regards,
Sulistiono Kertawacana
http://sulistionoke rtawacana. blogspot. com/ 

   


  

Re: [PPIBelgia] re: tanya residence permit

2009-06-08 Terurut Topik herbhayu
bisa. 
 
Bayu.

--- On Mon, 6/8/09, wahyudiAgung agung...@yahoo.com wrote:


From: wahyudiAgung agung...@yahoo.com
Subject: Re: [PPIBelgia] re: tanya residence permit
To: PPIBelgia@yahoogroups.com
Date: Monday, June 8, 2009, 9:40 AM









Halo Renar,, mo balik ke Louvain nih?? hahahha

Bisa,
saya dulu liburan summer tahun 2007, visa nya khan utk thun 2006. Jadi sudah 
sangat expired. Dengan menunjukkan residnce permit, saya ngga perlu visa lagi 
utk kembali ke Belgia.

Demikian, mungkin ada teman² yg lain ,yg punya cerita berbeda??

salam

 
AGUNG WAHYUDI
---






From: Renar Berandi renar...@yahoo. com
To: ppibel...@yahoogrou ps.com
Sent: Monday, June 8, 2009 9:22:01 AM
Subject: [PPIBelgia] re: tanya residence permit





Dear Temans di Belgia, 

Saya akan berencana pulang ke Indonesia liburan musim panas ini. Saya ingin 
menanyakan apakah dengan residence permit, saya bisa balik lagi ke Belgia 
meskipun visa saya di passport sudah habis masa berlakunya. Logikanya sih bisa, 
tapi bagaimana pengalaman dari teman-teman semua? 

Terima kasih semua, 

Renar 

















Re: [PPIBelgia] re: tanya residence permit

2009-06-08 Terurut Topik Renar Berandi
Terima kasih Mas Agung, 

Yoi. tugas udah selesai di Swedia. Balik lagi ke tempat berbukit-bukit di 
Louvain. Thanks yo. Semoga bisa ketemu di louvain september nanti. :))

Cheer, Renar 





From: wahyudiAgung agung...@yahoo.com
To: PPIBelgia@yahoogroups.com
Sent: Monday, June 8, 2009 2:40:07 PM
Subject: Re: [PPIBelgia] re: tanya residence permit





Halo Renar,, mo balik ke Louvain nih?? hahahha

Bisa,
saya dulu liburan summer tahun 2007, visa nya khan utk thun 2006. Jadi sudah 
sangat expired. Dengan menunjukkan residnce permit, saya ngga perlu visa lagi 
utk kembali ke Belgia.

Demikian, mungkin ada teman² yg lain ,yg punya cerita berbeda??

salam

 
AGUNG WAHYUDI
---





From: Renar Berandi renar...@yahoo. com
To: ppibel...@yahoogrou ps.com
Sent: Monday, June 8, 2009 9:22:01 AM
Subject: [PPIBelgia] re: tanya residence permit


Dear Temans di Belgia, 

Saya akan berencana pulang ke Indonesia liburan musim panas ini. Saya ingin 
menanyakan apakah dengan residence permit, saya bisa balik lagi ke Belgia 
meskipun visa saya di passport sudah habis masa berlakunya. Logikanya sih bisa, 
tapi bagaimana pengalaman dari teman-teman semua? 

Terima kasih semua, 

Renar 



   


  

RE: Re: [PPIBelgia] diskusi PPI..?

2009-06-08 Terurut Topik Herbhayu AN
Dear temans, 

 

Seperti yang dijanjikan sebelumnya, ini konsep proposal yang saya tawarkan:

Tambahan: Saya telah minta bantuan P. Sigit untuk sampaikan ke pimpinan
KBRI. Pak Dubes tampaknya cukup antusias kepada acara kita. Kabarnya selama
ini belum pernah ada acara bersama antara PPI dan KBRI (Betul ya pak Abas?)
jadi KBRI akan mendukung. Saya pikir cukup tepat kiranya kalau Pak Dubes
membuka acara ini dan memberikan semacam pembukaan singkat. 

 

Proposal dibawah ini tidak kaku, jadi silahkan dirubah2. Ini hanya gambaran
besar yang kita akan lakukan. Mohon bantuan teman2 untuk mereview proposal
ini dan melengkapi/mengurangi hal2 yang belum dimasukkan. Jika disetujui,
akan kita bentuk semacam panitia kecil untuk persiapan teknis acara ini. 

 

Ditunggu pendapatnya.

 

Tema

Mengkaji arah kebijakan politik dan ekonomi Indonesia dan menggali/menggarap
potensinya demi Indonesia yang lebih baik. 

 

Judul

 

(usulan 1) ARAH DEMOKRASI INDONESIA

(usulan 2) MASA DEPAN DEMOKRASI  INDONESIA 

(usulan 3) .

(usulan 4) ...

 

Latar Belakang

Sudah saatnya PPI Belgia sebagai sebuah entitas akademis Indonesia di Belgia
dengan berbagai latar belakang ilmu dan disiplin serta multiperspektif
memberikan pemikirannya mengenai arah dan kebijakan politik dan ekonomi
Indonesia kepada negara sebagai bentuk sumbangsihnya terhadap bangsa. PPI
Belgia sebagai entitas yang independen menyampaikan pemikiran yang kritis,
cerdas dan membangun terhadap perkembangan politik dan ekonomi Indonesia.
Dengan demikian, pandangan dan rekomendasi/sikap PPI Belgia akan dilihat
sebagai masukan bernilai bagi para pemimpin Indonesia dan meningkatkan
kepahaman kondisi kebijakan politik dan ekonomi Indonesia pada masyarakat
Indonesia di Belgia. 

 

Tujuan

.. memberikan kepahaman kepada masyarakat Indonesia di Belgia
mengenai kondisi politik ekonomi Indonesia secara umum

.. menyampaikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dengan kritik
yang membangun

.. membangun awareness-raising terhadap terhadap PPI dan
kegiatan-kegiatannya, supaya PPI lebih dikenal masyarakat dan
kegiatan-kegiatannya didukung dan mendapatkan partisipasi positif masyarakat
Indonesia di Belgia

 

Format Diskusi

Diskusi akan berupa class-room format dengan dua-tiga panelis dan satu
moderator yang terdiri dari dua sesi. Sesi pertama membicarakan arah dan
kebijakan politik dan ekonomi Indonesia saat ini dengan segala keberhasilan
maupun kekurangannya serta bagaimana menggarap kebijakan politik dan ekonomi
yang lebih baik. Sesi kedua membicarakan kandidat calon pemimpin tertinggi
bangsa dan bagaimana menurut PPI Belgia dilihat dari kondisi dalam negeri,
persepsi asing mengenai Indonesia, kondisi ekonomi dunia. 

 

Panelis

Panelis dan Moderator dapat terdiri dari kalangan PPI, paling tidak dua
panelis pertama terdiri dari elemen PPI, dan 1 orang dari masyarakat umum
dan 1 moderator dari masyarakat umum/KBRI.

 

Sesi I - Panelis I  : PPI

Panelis II  : PPI

Panelis III: Masyarakat/Wartawan/KBRI

Moderator: Masyarakat/KBRI

Sesi Q  A

 

Rehat Makan Siang

 

Sesi II - Panelis I :PPI

 Panelis II :Masyarakat/KBRI

 Moderator   : Masyarakat/KBRI

 Sesi Q  A

 

 

Peserta Diskusi/Undangan

Peserta diskusi adalah masyarakat Indonesia di Belgia. Catatan: mengingat
begitu beragamnya kepahaman politik dan ekonomi masyarakat Indonesia di
Belgia, maka pemaparan para panelis seyogyanya bersifat umum walaupun tidak
meninggalkan elemen akademis tetapi tetap mudah dicerna masyarakat awam. 

 

Tempat/Waktu Kegiatan

Tempat dapat dilakukan di KBRI Brussel, Leuven, Gent atau Antwerpen. 

Sebagai pertimbangan: berdasarkan statistik, jumlah masyarakat Indonesia
terbanyak di Belgia adalah di Antwerpen, sedangkan jumlah pelajar/mahasiswa
Indonesia terbanyak adalah di Gent dan Leuven.

 

Total Waktu Kegiatan : maksimum 4 jam

 

Kegiatan dilakukan pada akhir minggu ketiga bulan Juni 2009.

Proposal Tanggal kegiatan: 21 Juni 2009.

Kegiatan dapat dilakukan misalnya dari jam 10 s.d jam 14.00 atau mulai jam
14.00 s.d jam 18.00

 

Anggaran

KBRI akan membantu pembiayaan konsumsi dan sewa tempat sebesar 50-60% dari
total biaya. 

Sisanya diharapkan dapat diupayakan untuk diusahakan secara mandiri.
Penyelenggaraan acara seperti persiapan logistik, booking tempat, penyebaran
undangan diusahakan secara mandiri. Untuk itu diperlukan semacam susunan
petugas yang harus direncanakan dengan baik. 

 

Bayu. 

 

From: PPIBelgia@yahoogroups.com [mailto:ppibel...@yahoogroups.com] On Behalf
Of Herbhayu AN
Sent: Wednesday, June 03, 2009 2:53 PM
To: PPIBelgia@yahoogroups.com
Subject: RE: Re: [PPIBelgia] diskusi PPI..?

 






 

 

Oke Pak Abas, kita akan persiapkan rapih dengan bantuan teman-teman.

Namun kali ini nggak usah debat ya Pak ya.. hehehe.. hanya diskusi terbuka
saja, namun tentu saja isu yang dibahas