Precedence: bulk


MUTASI DI TUBUH ABRI, PEMBERSIHAN JENDRAL ANTI-WIRANTO

        JAKARTA (SiaR, 5/1/99), ABRI mencopot sejumlah jendralnya di awal
tahun 1999 ini. Pergantian kali ini menarik perhatian karena digesernya,
Kepala Staf Umum (Kasum) ABRI Letjen Fachrul Razi, diganti Letjen Soegiono
yang sebelumnya Wakil Kepala Staf Angkatan Darat dan naiknya para jendral
pendukung Pangab, Jendral Wiranto.

        Sejumlah jendral  pendukung Wiranto antara lain Letjen Johny
Lumintang, yang pernah menjabat Pangkostrad selama beberapa jam dan
Soegiono, yang pernah jadi ajudan Soeharto. Kepala Badan Intelijen ABRI,
Mayjen Zacky Makarim, yang dianggap dekat dengan Prabowo juga diganti.
Penggantinya Mayjen Tyasno Sudarto, Pangdam IV Diponegoro, yang juga pernah
jadi ajudan Soeharto adalah jendral pendukung Wiranto.

        Wiranto juga menggeser sejumlah panglima Kodam yang dinilai tak
mampu menjalankan fungsinya seperti Pangdam V Brawijaya, Mayjen Djoko
Sudarmo. Djoko dianggap tak sanggup mengatasi pembantaian orang-orang
Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur oleh orang-orang bertopeng itu.
Penggantian Djoko merupakan desakan Pengurus Besar NU. Wiranto pun
menempatkan orangnya, Brigjen Ryamizard, yang tak lain menantu Jendral
(Purn) Try Sutrisno menjadi Pangdam Brawijaya.

        Fachrul yang oleh Gus Dur dianggap terlalu condong kepada kalangan
Islam garis keras, digeser ke tempat yang tak strategis, yakni sebagai
Sekjen Dephankam. Digesernya Fachrul ini menurut sumber-sumber SiaR
merupakan hasil desakan Gus Dur yang tak menghendaki Fachrul menggantikan
Wiranto.

        Praktis, Mabes ABRI dan kodam-kodam strategis dikuasai orang-orang
Wiranto. Strategi ini nampaknya juga dijalankan untuk "mengepung" Kepala
Staf Angkatan Darat Jendral Subagyo, orang Prabowo terakhir yang menduduki
posisi kunci di tubuh ABRI. Dalam waktu yang tak lama, Subagyo akan diganti
Letjen Soesilo Bambang Yudhoyono, kini Kepala Staf Teriotorial ABRI. Subagyo
tidak diikutkan dalam mutasi ini karena dianggap masih terlalu kuat.

        Akan halnya Mayjen Kivlan Zein, yang dianggap sangat dekat dengan
Prabowo dan kalangan Islam garis keras seperti KISDI, malah dirangkul dan
ditempat ke posisi administrasi di Mabes ABRI. "Itu agar tak berkeliaran di
mana-mana dan membuat onar," ujar sumber di Mabes ABRI.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke