Precedence: bulk


RENCANA KOALISI PKB-PDI MEGA-GOLKAR TERANCAM GAGAL

        JAKARTA (SiaR, 5/1/99), Rencana koalisi antara Golkar dengan Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dilakukan diam-diam oleh Akbar Tanjung dan
Abdurahman Wahid (Gus Dur) terancam gagal. Sebab Gus Dur marah terhadap
Akbar yang tidak mengakui adanya pertemuan di antara mereka berdua.  

        "Akbar menuding Gus Dur telah melakukan fitnah dan memanipulasi
fakta adanya pertemuan keduanya," kata salah seorang fungsionaris PKB.

        Sumber ini menyebut, dalam silaturahminya dengan Gus Dur beberapa
waktu lalu, Akbar Tanjung mengutarakan niatnya untuk berkoalisi dengan PKB.
Bahkan tidak hanya dengan PKB saja niat koalisi Golkar itu, tapi juga dengan
PDI Perjuangan. 

        "Tapi, katanya waktu itu Akbar hanya mengungkapkan niatnya, belum
sampai tahap negosiasi," kata sumber ini.  Namun ketika dikonfirmasi, Akbar
menjadi berang menanggapi pertemuan dengan Gus Dur itu. Bahkan dalam
kesempatan itu Akbar menuding Gus Dur telah bohong dan memfitnah. 

        Pernyataan Akbar tersebut membuat Gus Dur tersinggung dan membuiat
ketegangan baru antara keduanya.  Karena Gus Dur merasa haqqul yakin dia
tidak pernah memanipulasi fakta. Katanya, apa yang dikatakannya benar-benar
terjadi. Akbar pernah datang ke rumahnya di Ciganjur malam hari, mengajak
PKB dan PDI berkoalisi, sebelum Gus Dur bertemu Presiden Habibie.

        "Saya tantang anda sekarang, Akbar. Bersaksilah sejujur-jujurnya,
Anda pernah datang ke rumah saya ini mengajak PKB dan PDI berkoalisi. Saya
punya saksi malam itu," kata Gus Dur dalam opern house seperti ditulis DUTA,
koran resmi PKB.

        Pernyataan Gus Dur saat itu  digambarkan oleh DUTA merupakan sikap
kedongkolan Gus Dur  terhadap Akbar Tanjung. Dalam kesempatan itu konon Gus
Dur mengungkit-ungkit dosa lama Golkar yang menyingkirkan orang-orang NU di
kepemimpinan Golkar, pemerkosaan terhadap wanita NU dan juga penganiayaan
terhadap warga  Nahdliyin. Semua itu dilakukan Golkar dalam memenangkan
setiap pemilu. 

        "Ada yang dicungkil matanya, tetapi juga tidak sedikit wanita NU
yang diperkosa mereka," kata Gus Dur sengit.

        Menurut Gus Dur, selama  ini Golkar telah melakukan tindakan keji,
maka sekarang saatnya Golkar memperbaiki sikapnya agar simpati masyarakat
tumbuh lagi. Untuk itu Gus Dur berharap Akbar tidak mengulang kesalahan
Golkar terdahulu dengan tidak jujur mengakui pertemuan dengannya.

        "Sekarang saatnya anda menunjukkan muka, Akbar. Jangan hanya baik di depan
mata orang, sedangkan di belakang berkelakuan tidak keruan," tandas Gus Dur
lagi.

        Sementara itu sumber lain menyebutkan bahwa rencana Golkar berkoalisi
dengan PKB dan PDI Perjuangan merupakan  rencana yang serius. Ketiga partai
ini konon akan bergandengan untuk menjegal kekuatan Amien Rais atau kekuatan
Islam fundamentalis yang kemungkinan akan mendapat banyak dukungan dalam
pemilu mendatang.

        Walaupun gejala itu belum diperlihatkan oleh kubu PDI Perjuangan, namun
kemungkinan itu bagi Gus Dur atau PKB bukan sesuatu yang sulit.Apa lagi
Golkar yang kemungkinan akan ditinggalkan pengikutnya.

        "Gus Dur bisa memaafkan dan melindungi penjahat seperti Soeharto,
tentu akan mudah mengampuni Golkar asal bisa menguntungkan kubunya," ujar
sumber ini. Dan konon konsesinya adalah, Golkar setuju untuk pencalonan Gus
Dur sebagai presiden.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke