Precedence: bulk


DETAK, TOKOH DAN SIMPATI  DISERANG SURAT PEMBACA

        JAKARTA (SiaR, 7/1/99), Beberapa  Tabloid mingguan  diserang lewat
hujan surat pembaca yang mendiskreditkan para tokoh yang pro-rakyat selama
ini. Tabloid  Detak, Tokoh Oposisi dan Simpati selama kurang lebih 8 nomor
ini diserbu beberapa surat pembaca yang bernada mengecam dan mendiskreditkan
tokoh seperti Gus Dur, Megawati, Romo Sandy dan berbagai aksi mahasiswa
belakangan.

      Sejak awal November 1998, beberapa tabloid mingguan yang selalu
mengulas masalah sosial secara kritis dan independen dihujani surat pembaca
yang diorganisir sejumlah kelompok yang ingin mendiskreditkan gerakan
perubahan di masyarakat. Kecenderungan itu tampak setelah pemantauan SiaR
selama awal November hingga akhir Desember 1998 pada tabloid mingguan Detak,
Tokoh Oposisi dan Simpati. Surat pembaca yang ditulis  tersebut menggunakan
nama yang berganti ganti namun berasal dari berbagai daerah yang itu-itu
juga, seperti Ciracas, Cilangkap, Pondok Gede dan Tanjung Priok.

      SiaR menemukan beberapa momentum tertentu antara lain saat Gus Dur
membuat manuver mengunjungi Soeharto atau pun saat Pelapor Khusus PBB bidang
HAM di Sidang PBB mengatakan telah terjadi pemerkosaan massal atas warga
etnis Cina pada 13-14 Mei 1998 di Indonesia. Hujan surat pembaca yang memaki
dan mendiskreditkan tokoh seperti Gus Dur, Romo Sandyawan dan Megawati
berlangsung gencar. Dalam beberapa terbitan di minggu yang sama jelas
pihak-pihak tersebut mencecar ketiga tabloid yang dikenal vokal dan
independen tersebut dengan hujan surat pembaca yang menghujat atau pun
mendiskreditkan para tokoh masyarakat tersebut.

       Beberapa wartawan tabloid mingguan tersebut yang sempat di wawancara
mengutarakan bahwa mereka baru sadar setelah 4 nomer sekitar satu bulan ini
ada pola tersebut. Seorang wartawan Simpati menerangkan tabloid mingguan
tersebut baru yakin setelah mengamati sejak No 16 hingga 18. Ternyata ada
beberapa surat senada yang dikirim sejumlah individu yang beridentitas sama
dengan alamat yang ditukar tukar satu dengan yang lain. Menurut keterangan
beberapa wartawan yang diwawancarai SiaR, tampaknya terdapat permainan
intelejen yang sengaja menteror tabloid mingguan yang masuk kategori vokal
dan independen itu. Ini agar tidak terlalu mengorbitkan berbagai berita
tentang Gus Dur, Megawati Soekarno Putri atau pun para tokoh masyarakat yang
berjuang demi kemanusiaan seperti Munir dari Kontras ataupun Romo Sandyawan
dari Tim Relawan.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke