Precedence: bulk
KaBAR dari POSKO PCC (Selasa, 12/1)
Pukul 22.17 Wib
"KAMI DIDATANGI MILITER"
Dari posko dikabarkan tekanan mulai datang. Para militer mulai kembali
melakukan patroli di desa Pusong. Ada yang duduk-duduk dan ada yang sekedar
baca koran di posko kemanusiaan yang ditempati mahasiswa. Kadang 2 atau 3
orang setiap malam. Militer kadang-kadang pura-pura bertanya, namun mahasiwa
acuh tak acuh. Bahkan kadang-kadang ada pula yang bertanya dengan membentak.
"Kalian dari Banda Aceh, ngapain kesini," dan sebagainya. Kadang-kadang
untuk yang begini memang dijawab, tapi sekenanya. "Kami katakan bahwa kami
membantu tugas-tugas kemanusiaan di sini, karena RS Lhokseumawe kekurangan
stok obat-obatan," kata Fuad (mhs FAK HUKUM), salah satu relawan posko yang
harus kembali ke Banda Aceh karena harus ikut ujian final di kampus.
Tiap malam katanya, ada sekitar 30 aparat militer yang melakukan patroli di
Pusong. Satu atau dua serdadu duduk-duduk di depan posko mahasiswa, sambil
membaca koran --yang dilangganan posko. "Namun kami cuek aja". Hingga
laporan ini dibuat belum ada insiden berarti bagi relawan di posko. Ia juga
menyebutkan telah ada tambahan relawan dari Banda Aceh. Bahkan satu dua
anggota LSM sudah bergabung.
Pagi tadi (12/1) posko menerima tamu, seorang peneliti wanita muda dari
Jepang, yakni Nishi Yoshimi (23) yang sedang melakukan riset sejarah Aceh di
Universitas Syiah Kuala. Ia berdiskusi dengan mahasiswa, bahkan menginap di
posko.
Oleh Fuad dikatakan, sekalipun mulai terlihat ada tekanan, mereka juga telah
mendapat tenaga perawat yang siap membantu di posko, untuk Pos Kesehatan
Pelayanan Korban. Sementara itu dua anggota posko telah bertemu dengan
DANREM 011/Lilawangsa dan telah mendapat jaminan berdirinya posko di Pusong.
Selain itu mahasiswa juga minta kepada DANREM agar operasi dihentikan dan
pasukan ditarik dari Pusong.
DANREM menjawab bahwa ia telah mengintruksikan agar pasukan tidak
berkeliaran, atau mengadakan patroli di daerah pemukiman penduduk. Bahkan ia
meminta kepada mahasiwa agar melaporkan bila ada aparatnya yang melakukan
pelanggaran dalam menjalankan tugas.
Berikut tambahan relawan yang telah tiba di POSKO.
1. Budi Arianto (FKIP/Bahasa Indonesia yang juga aktivis LSM)
2. Iqbal Farabi (KONTRAS ACEH)
3. Zulhendri(MHS)
4. Asep (YAB)
Menurut rencana mahasiswa akan membuat posko kedua, di desa Kandang. "Selama
ini kami cuma memantau saja situasinya. Karena masih terus diblokir," kata
Fuad.
Yang pasti, menjelang lebaran -- dan di hari lebaran -- POSKO diperkirakan
akan bertambah kekuatannya, dengan bergabungnya aktivis-aktivis LSM.
Sebahagian Mhs dan aktivis LSM telah sepakat untuk lebaran di sana, guna
memberikan semangat kepada masyarakat.
Catatan:
POSKO Kemanusiaan atau PCC "People Crisis Center" didirikan sejak 8 Januari
lalu oleh Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) -- dan disokong LSM.
Posko didirikan di desa yang dijadikan operasi Wibawa 99, yakni desa Pusong
(depan mesjid -- yang menurut informasi militer-- markas GPL).
Tujuannya (1) membantu tugas-tugas kemanusiaan; (2) mencegah timbulnya
tindak kekerasan yang berkelanjutan; (3) menciptakan suasana kehidupan yang
normal bagi masyarakat, dan terbebas dari rasa takut hadirnya militer.
Posko kini membutuhkan uluran bantuan dari elemen masyarakat untuk bantuan
pelayanan medis dan opersional posko.
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html