Precedence: bulk Press Release: March 22, 1999 For further information, contact: Indonesia Election Watch, Columbia University Station, P.O. Box 250700, New York, NY 10025; Telephone/Fax: 212.222.1899; e-mail: [EMAIL PROTECTED] INDONESIA ELECTION WATCH Sponsored by the Indonesia Emergency Project Indonesia Election Watch, an activity of the Indonesia Emergency Project, is intended to help ensure the practice of democracy in the first election of post-Soeharto era. Its mandate is to bring together Indonesia scholars, professionals, and community representatives from the United States in order to examine, monitor, and evaluate the Indonesian national election. By bringing together a delegation from abroad, the Indonesia Election Watch seeks to create a trans-national conversation with Indonesian government that will help to generate a democratic political culture. The delegation of Indonesia Election Watch will consist of approximately 30 independent fellows neither of which are affiliated with both the government of the United States or Indonesia. They will largely be recruited from civic, educational and religious institutions in the United States. The Indonesia Emergency Project will hold a special training program for these selected individuals to secure basic capability to critically monitor, observe and evaluate the election in Indonesia. This delegation will represent the Indonesia Emergency Project for Election Watch, and work in partnership with students, independent institutions, and local non-governmental organizations in Indonesia. The international delegation of the Indonesia Emergency Project seeks more than to ensure the immediate practice of democracy during the election. The larger objective is to widen the political consciousness of those considered to be "Indonesians" within as well as outside Indonesia while enriching the language of political intervention. The international focus of this delegation seeks to rupture the deep-seated traditional/local orientation of Indonesian politics that marked the totalitarian regime of Soeharto. This momentous examination and participation from Indonesians abroad intends to strengthen the possibilities of democracy in Indonesia. In addition, the Indonesia Election Watch will be the crucial step to create a critical transnational space of political intervention. The Indonesia Emergency Project was first formed to provide direct support to victims of torture and displacement in Indonesia following the rioting and violence of May 1998. The Project broadened its activity to include advanced analysis of events in Indonesia to interested persons in the United States and elsewhere. The voluntary members, have been actively engaged in activities that contribute to shaping Indonesian politics. For example, in June 1998, in order to support the Voluntary Team for Humanity project directed by Fr. Sandyawan Soemardi, SJ in Jakarta, the Indonesia Emergency Project conducted an Indonesian Cultural Evening in New York City which raised over $10,000 for direct aid to victims. Since then, a series of public forums have been conducted at Columbia University and the New School. Speakers include Dr. Daniel S. Lev (Univ. of Washington), Dr. Jeffrey Winters (Northwestern Univ.), Dr. William Liddle (Ohio State Univ.), Sidney Jones (Human Right Watch), Goenawan Mohamad (Tempo Magazine), Dr. Amien Rais (previous Chairman of Muhamadiyah and Chairman of National Mandate Party). Currently Indonesia Emergency Project is inviting novelist Pramoedya Ananta Toer. Special interviews with Dr. Benedict Anderson and Dr. James Siegel of Cornell University have been conducted as well. The results of all these activities have been posted in the internet. The contemporary situation in Indonesia has defined the priority of the Indonesia Emergency Project. At this moment, it is apparent that the coming intellectual and political focus of the Project is to ensure the democratic practice of the approaching national election. -------------------------------------------------------------------- Press Release: March 22, 1999 Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: Indonesia Election Watch, Columbia University Station, P.O. Box 250700, New York, NY 10025; Telpon/Fax: 212.222.1899; e-mail: [EMAIL PROTECTED] INDONESIA ELECTION WATCH Disponsori oleh Indonesia Emergency Project Indonesia Election Watch, sebuah kegiatan dari Indonesia Emergency Project, bermaksud untuk turut berpartisipasi dalam mengamati praktek kegiatan demokrasi dalam pemilihan umum mendatang. Pemilihan umum ini menjadi sangat penting karena diadakan pertama kali setelah kekuasaan Soeharto. Kegiatan ini akan berbagai kalangan seperti para ilmuwan ahli Indonesia, kaum profesional, dan perwakilan dari berbagai komunitas di Amerika Serikat. Mereka akan dilibatkan untuk mengkaji dan mengawasi praktek pemilihan umum yang secara nasional akan diadakan di Indonesia bulan Juni 1999 mendatang. Dengan mengikutsertakan sebuah delegasi yang berasal dari luar negeri, dan yang terdiri dari beragam latar belakang intelektual, diharapkan bahwa delegasi Indonesia Election Watch ini akan mampu menciptakan dialog trans-nasional dengan pemerintah Indonesia dan pada gilirannya akan membantu menciptakan sebuah kehidupan kebudayaan yang demokratik. Delegasi yang akan dikirimkan oleh Indonesia Election Watch ini rencananya akan terdiri dari kurang lebih 30 orang. Delegasi ini sama sekali tidak memiliki kaitan, baik dengan pemerintah Amerika Serikat maupun dengan pemerintah Indonesia. Delegasi ini akan dipilih dari berbagai macam latar belakang sosial, pendidikan, maupun lembaga keagamaan di Amerika Serikat. Selain itu, Indonesia Emergency Project juga akan mengadakan pelatihan khusus bagi mereka yang terpilih ini dengan harapan untuk menjamin bahwa mereka yang akan dikirim memiliki kemampuan untuk melakukan pengawasan secara kritis, mengamati, dan mengevaluasi pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia. Dalam melakukan kerjanya, delegasi yang akan mewakili Indonesia Emergency Project untuk melakukan pengawasan ini, akan bekerjasama dengan para mahasiswa, lembaga-lembaga independen, dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang ada di Indonesia. Dengan menciptakan sebuah delegasi internasional, sesungguhnya tujuan Indonesia Emergency Project tidaklah sekedar menjamin pelaksanaan nyata terhadap demokrasi; lebih dari itu, tujuan utamanya adalah untuk memperluas kesadaran politik bagi orang-orang Indonesia baik yang berada di luar maupun di dalam negeri. Selain itu, lewat kegiatan ini Indonesia Emergency Project berusaha untuk memperkaya makna ketelibatan politik. Fokus internasional dari delegasi ini diharapkan bisa menjadi ciri khas untuk memupus orientasi lokal/tradisional dari politik Indonesia yang telah dijadikan ciri khas oleh pemerintahan totaliter selama kekuasaan Soeharto. Dengan demikian, kesempatan serta partisipasi yang sangat berharga dari orang-orang Indonesia di luar negeri ini selain dimaksudkan untuk memperkuat kemungkinan pelaksanaan demokrasi juga diharapkan untuk menciptakan semacam ruang trans-nasional bagi keterlibatan politik. Indonesia Emergency Project adalah sebuah organisasi yang pertama kali dibentuk untuk memberikan dukungan kepada korban penyiksaan dan perlakukan sewenang-wenang menyusul kerusuhan dan kekerasan pada bulan Mei 1998. Organisasi ini kemudian memperluas kegiatannya dan mencakup pemberian analisa terhadap berbagai macam kejadian di Indonesia. Para anggotanya adalah para sukarelawan yang menaruh perhatian yang sangat mendalam terhadap apa yang terjadi di Indonesia. Pada bulan Juni 1998, untuk membantu Tim Relawan untuk Kemanusiaan yang dimotori oleh Rm. Sandyawan Soemardi SJ, Indonesia Emergency Project telah menggelar sebuah acara yang bertajuk "Indonesian Cultural Evening" di NewYork City. Dalam kesempatan ini telah mampu digalang dana sebanyak $ 10,000 yang secara langsung diberikan kepada para korban kerusuhan. Sejak saat itu, serangkaian pertemuan dan diskusi telah dilakukan baik di Columbia University maupun di New School for Social Research. Para pembicara dalam pertemuan tersebut antara lain Dr. Daniel S. Lev (University of Washington), Dr. Jeffrey Winters (Northwestern University), Dr. William Liddle (Ohio State University), Sidney Jones (Human Rights Watch), Goenawan Moehamad (Pemimpin Redaksi Mingguan Tempo), dan yang terakhir Dr. Amien Rais (mantan Ketua Umum Muhamadiyah dan Ketua Partai Amanat Nasional). Kegiatan paling akhir dari Indonesia Emergency Project adalah turut mengundang penulis terkemuka Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Selain itu, juga dilakukan beberapa wawancara khusus dengan beberapa ahli tentang Indonesia seperti Dr. Benedict Anderson dan Dr. James Siegel dari Cornell University. Hasil dari wawancara ini telah disebarluaskan lewat media internet. Situasi yang berkembang akhir-akhir ini di Indonesia telah membuat Indonesia Emergency Project menetapkan prioritas kegiatannya. Pada saat ini, tampak bahwa fokus intelektual dan politik dari Indonesia Emergency Project adalah menjamin terselenggaranya praktek demokrasi yang jujur dan adil. Kiranya fokus inilah yang mendorong Indonesia Emergency Project untuk ikut berpartisipasi dalam mengawasi pemilihan umum mendatang. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
