Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 12/II/4-11 April 99 ------------------------------ GERILYA POLITIK SANG MENTERI KOPERASI (PERISTIWA): Adi Sasono diam-diam bergerilya membangun kekuatan sendiri. Dari sebuah surat yang bocor tergambar agenda politik Adi sebenarnya. Surat Syahganda, Sekretaris Partai Daulat Rakyat (PDR) bocor. Lebih tepatnya dibocorkan oleh lawan-lawan politiknya. Entah dari mana surat itu dibocorkan. Namun dari surat itu tergambar jelas, siapa saja orang-orang yang sekubu dengan Adi Sasono, Menteri Koperasi/Pengusaha Kecil dan Menengah dan apa agenda politik mereka. Bagi yang belum paham, Syahganda adalah mantan aktifis ITB yang di penjara karena mendemo Mendagri, Rudini, Agustus 1989. Syahganda, setelah menjalani hukuman direkrut Adi di CIDES, lembaga kajian milik Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), di mana Adi menjadi Sekjennya dan Habibie menjadi Ketua Umumnya. Belakangan ini, setelah reformasi, Adi menyempal dari Golkar, menolak berkampanye untuk Golkar dan mendirikan Partai Daulat Rakyat. Itu sebabnya, ia terancam dipecat dari kepengurusannya di Golkar, bahkan sudah dinonakitifkan. Adi memang tak cocok dengan Akbar Tanjung, Ketua Umum Golkar. Itulah sebabnya kini terjadi friksi yang kuat antara ICMI dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang mendukung Akbar Tanjung. Diam-diam Adi memang membangun jaringan dan menyusun kekuatan. Ini tergambar dalam surat Syahganda. Dari surat itu, digambarkan Adi dan kelompoknya, mendukung pencalonan Habibie sebagai presiden mendatang. Belakangan, Habibie nampaknya lebih condong pada Adi ketimbang pada Akbar. Nah, dibantu Hariman Siregar dan Kastorius Sinaga, Adi mendirikan Gerakan Pemuda Reformasi Indonesia (GPRI) yang tugasnya menggantikan peran KNPI. Bursah Sarnubi, mantan aktifis HMI MPO, yang juga orang Adi Sasono memimpin GPRI yang keanggotanya amat luas. Dari kalangan tentara Adi merekrut Mayjen Kivlan Zein, Koordinator Staf Ahli Pangab, yang disebut-sebut Syahganda memiliki kelemahan soal uang. Hariman, kawan dekat Fanny Habibie, juga bergerak di Golkar. Diam-diam, Hariman memang menjalin kerjasama dengan Adi. Dengan caranya sendiri, Hariman dan Fanny yang didukung konglomerat Timmy Habibie, menggalang dukungan dari DPD-DPD agar mencalonkan Habibie sebagai presiden dari Golkar. Usaha itu lumayan berhasil. Kendati, target Hariman dan kawan-kawannya agar Habibie jadi calon tunggal dari Golkar gagal karena Akbar memasukkan dirinya dan Wiranto ke calon-calon presiden dari Golkar. Manuver Adi dana kawan-kawannya memang rapi. Mereka juga memetakan musuh-musuhnya. Kelompok Dewan Mahasiswa ITB 1978 yang kini punya kelompok usaha bernama PT 234, pimpinan Meliono Suwondo, juga dianggap sebagai musuh karena melancarkan manuver anti Habibie. Begitupun Rizal Ramli dan Heri Achmadi. Tapi apa target akhir gerilya Adi kalau kelompoknya mencalonkan Habibie dan Wiranto jadi presiden dan wakil presiden periode 1999-2004? Sumber-sumber Xpos mengatakan, Adi akan meminta jabatan Menteri Sekteraris Negara di kabinet mendatang pada Habibie, jika Habibie memenangkan kursi kepresidenan. "Di posisi itu, Adi akan membangun kekuatan untuk mencalonkan diri jadi presiden menggantikan Habibie," ujar sebuah sumber. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
