Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 12/II/4-11 April 99 ------------------------------ NURDIN HALID (LUGAS): Siapakah Nurdin Halid? Ia bukan siapa-siapa, bukan kerabat Soeharto, mantan presiden itu, bukan pula anak jendral atau John Goti, mafioso kebal hukum itu. Nurdin hanya mantan Ketua Umum Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Hassanudin, Ujungpandang. Nurdin kini adalah Ketua Umum Koperasi Distribusi Indonesia (KDI), kartel koperasi yang menguasai 40% pasar minyak goreng nasional dan gula pasir. Nurdin, anak Makassar ini juga anggota DPR-RI dari Golkar. Apa istimewanya orang ini? Ia bebas dari dakwaan korupsi senilai Rp60 miliar, dana milik para petani Sulawesi Selatan. Yang membebaskannya adalah jaksa sendiri. Jaksa Penuntut Umum menuntut agar hakim membebaskan Nurdin. Takjubnya, setelah membacakan tuntutan bebas itu, sang jaksa pingsan. Kisah penuntutan Nurdin memang penuh lika-liku. Jaksa yang pertama membawanya ke pengadilan, Gagoek Soebagyanto, dipensiunkan dan Kepala Humas Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, rekan Gagoek yang gencar mengusut Nurdin dipindah ke Jayapura. Pencopotan Gagoek dan mutasi Kahumas itu atas perintah Jaksa Agung, Letjen TNI Andi M. Ghalib, Nurdin memang dikenal tak baik di tempat kelahirannya itu. Dulu, Nurdin tak beda dengan kebanyakan pengurus koperasi yang tak terlalu kaya, mengendarai sepeda motor ke kantor. Namun beberapa tahun kemudian, ketika KUD jadi penting karena tata niaga cengkih, Nurdin jadi kaya karena saat itu ia memimpin Puskud Hasanuddin. Tiba-tiba ia punya rumah bagus dan besar. Sepeda motornya pun tak nampak lagi. Rupanya, ia telah bermobil. Nama Nurdin kian besar ketika ia mengurusi sepakbola, Persatuan Sepakbola Makassar (PSM). Ia dekat dengan wartawan karena kerap membawa mereka ke Jakarta, meliput sepakbola. Kini, Nurdin orang bebas, kendati para penyelidik dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan yakin, Nurdin korup. Nurdin adalah pelajaran bagi kita. Kalau Nurdin saja, yang bukan siapa-siapa, bukan mantan penguasa, bisa bebas, apalagi Soeharto dan keluarga. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
