Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 12/II/4-11 April 99 ------------------------------ ADA OPSI UNTUK BAKRIE (POLITIK): Aburizal Bakrie memperoleh hak opsi untuk memiliki kembali BNN. Bakrie, memang konglomerat pribumi paling dimanja pemerintah. Kalau ada yang menyangka bisnis Aburizal Bakrie di perbankan sudah habis, itu keliru. Yang benar, kendati banknya, Bank Nusa Nasional (BNN) diambilalih pemerintah (Bank Take Over, BTO) pemerintah masih memberinya hak opsi bagi konglomerat pendukung setia Partai Golkar ini untuk memiliki kembali banknya itu. Bahkan, opsi yang diberikan cukup besar yakni 20%hingga 30%. Hak opsi itu malah bisa mencapai 100% jika Bakrie punya uang untuk membelinya. Tentu saja Ical, panggilan akrab Aburizal, girang luar biasa. Ical mengatakan akan berusaha mengambil hak opsi yang ditawarkan itu. "Saya akan beli kalau saya punya duit," ujar Ical sambil nyengir ketika dicegat wartawan, Sabtu, akhir pekan lalu. Kalangan bankir swasta yang dihubungi Xpos heran dengan hak opsi yang ditawarkan kepada Bakrie itu. Soalnya, opsi yang diberikan kepada Bakrie ini sangat berbau kolusi, mengingat tawaran serupa tak ditawarkan kepada para pemilik lama dari enam bank lainnya yang diambilalih pemerintah. "Tawaran itu hanya untuk Bakrie, tidak untuk bankir-bankir lain yang banknya diambil-alih" ujar seorang mantan bankir. Tak jelas memang siapa yang menawari Bakrie membeli kembali banknya. Tahu-tahu beredar kabar itu dan Ical sendiri membenarkan, malahan ia sangat berminat. Namun sumber Xpos di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kaget dengan kabar itu. Menurut sumber itu tak mungkin opsi itu diberikan begitu cepat karena BNN masih harus diperbaiki. "Bank-bank yang diambalilalih itu nantinya memang akan dijual kepada siapa saja yang mau, baik investor asing maupun investor dalam negeri. Tak hanya para pemilik lama yang ditawari. Para pemilik lama ini bahkan tak punya lagi hak opsi," ujar sumber itu. Nah, BPPN bisa saja menolak hak opsi yang diberikan pada Bakrie. Namun, kalau Habibie menghendaki, BPPN pun nampaknya harus tunduk. Bagi Bakrie, untuk mengumpulkan uang agar bisa membeli 30% saham memang harus bekerja ekstra keras. Tiga puluh persen bisa seharga triliun rupiah. Ini tentu berat. Namun, kalau dibandingkan dengan upaya keras Ical menyelamatkan banknya, opsi itu pasti akan diupayakannya. Dulu, untuk mempertahankan banknya dari likuidasi, Bakrie harus menjual Bali Nirwana Resort, properti seharga US$40 juta miliknya di Bali dan sejumlah saham di perusahaan minyak di Yaman yang jumlahnya tak diketahui. Uang itu telah disetornya ke Bank Indonesia. Dulu Bakrie mengatakan BNN adalah satu-satunya milik keluarganya yang paling berharga sehingga harus dipertahankan. Upaya Bakrie menyuntik BNN gagal. BNN tak mungkin diselamatkan dan harus dilikuidasi. Namun karena bantuan Presiden Habibie, maka BNN tak dilikuidasi melainkan diambilalih pemerintah. Penyelamatan BNN dulu sempat membuat para bankir yang banknya dilikuidasi marah. Dengan diambilalihnya BNN oleh pemerintah, maka Bakrie memang punya kesempatan untuk memiliki banknya kembali. Tawaran pertama sudah diberikan, yakni 30%. Diperkirakan tawaran kepemilikan saham itu nantinnya akan makin besar dan BNN akan kembali menjadi milik Bakrie. ------------------------------------------------------------------------------ PERBANDINGAN PENILAIAN BNN DAN BAP ------------------------------------------------------------------------------ Variabel BNN BAP CAR -24,6% -21,7% Kategori B B Kebutuhan Modal untuk CAR 4% (Rp miliar) 2.003,7 384,3 Kemampuan pemilik menyetor modal di atas 20% Mampu Mampu Total Aset (Rp miliar) 6.033,0 1.008,3 Kredit (Rp miliar) 2.345,4 535,0 Dana Pihak Ketiga (Rp miliar) 3.352,2 654,8 Kewajiban Bank (Rp miliar) 931,9 82,7 Kredit Macet (Rp miliar) 626,1 213,0 Nasabah/rekening 127.461 38.316 Kewajiban ke BI (Rp miliar) 3.850,0 38,1 Jumlah kantor 80 22 Fit and proper test Memenuhi Memenuhi Proyeksi CAR per 2001 -7,4% 0% Pemenuhan kewajiban ke BI Sulit Dicapai Dapat Dicapai Perbaikan kualitas aset Sulit Dicapai Sulit Dicapai Evaluasi rencana bisnis Tidak Layak Tidak Layak Keputusan BTO Likuidasi ------------------------------------------------------------------------------ Dengan kriteria penilaian yang diterapkan Bank Indonesia (lihat tabel) BNN sebenarnya memang harus dilikuidasi. Dalam tabel terlihat jelas, Bank Arya Panduarta (BAP) lebih baik menurut penilaian Bank Indonesia. Namun, BAP justru yang dilikuidasi dan BNN selamat. Tabel itu jelas membuktikan bahwa selamatnya BNN memang karena faktor politik. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
