Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 12/II/4-11 April 99 ------------------------------ GUS DUR DITIPU HASHIM (POLITIK): Gus Dur marah pada Hashim Djojohadikusumo. Bank Papan Sejahtera yang dibeli Gus Dur ternyata tak lebih dari bank bobrok. Entah Gus Dur yang yakin pemerintah tak berani menutup Bank Papan Sejahtera (BPS) jika Ketua Umum PBNU itu membeli saham-saham bank itu, atau karena keculasan Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Letjen (Purn) Prabowo Subianto. Yang jelas, setelah BPS dilikuidasi, Gus Dur jelas rugi besar. Uang yang dipakai untuk membeli saham-saham Hashim di BPS sebesar Rp32 miliar, raib begitu saja. Memang duit itu bukan milik Gus Dur, namun milik Grup Hawari Sekawan, kelompok bisnis pimpinan Gus Dur. Nah, uang itu pun uangnya Edward Soeryajaya, pemilik Bank Summa, bank yang dulu ditutup pemerintah. Edward memang mengambil inisiatif untuk mempertemukan Gus Dur dan Hashim. Kabarnya, putra sulung William S Soeryadjaya ini, waktu itu berminat mengambil alih sebagian besar saham BPS. Namun, upaya itu kandas karena BI menolak jika ada nama Edward dalam kepemilikan saham yang baru. Pasalnya, Edward masuk dalam daftar orang tercela di dunia perbankan, hingga tak boleh lagi terjun ke bisnis perbankan akibat kasus Bank Summa dulu. Edward pun menggaet Gus Dur, yang saat itu memang bercita-cita memiliki bank yang mampu memberikan kredit kepada rakyat kecil. Sebab sebelumnya melalui BPR Nusuma Gus Dur sudah mengucurkan KPR bagi sekitar 500 ribu debitur untuk RS dan RSS. Di sisi lain, Hashim memang ingin melepas BPS. Kendati begitu, Gus Dur toh gusar luar biasa.Kenyataannya, setelah Kelompok Harawi masuk ke BPS, baru diketahui banyak kredit macet di bank tersebut. Dan berdasar temuan tim Harawi, sebagian besar kredit yang macet tersebut justru disalurkan kepada Grup Hashim sendiri, seperti megaproyek petrokimia di Tuban, PT Semen Gresik dan PT Semen Cibinong. Gus Dur memang menggugat pailit Hashim S. Djojohadikusumo di Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat. Pasalnya, Ketua Umum PBNU itu kecewa karena ia menilai putra bengawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo tersebut ingkar janji sehingga buntutnya BPS tak bisa diselamatkan. "Saya akan menuntut Hashim hingga ia hanya punya celana kolor saja," ujar Gus Dur geram. Tindakan Hashim menipu Gus Dur ini cukup mengejutkan mengingat Gus Dur selama ini amat baik terhadap Prabowo. Gus Dur pun amat dihormati Prabowo. Ketika masih jadi jendral, Prabowo kerap berkunjung ke Ciganjur, bahkan ia suka memijit-mijit punggung Gus Dur. Nah, ketika Gus Dur ke Eropa, Prabowo pun menghubungi Gus Dur meminta nasehat. Gus Dur kala itu menasehati agar Prabowo jangan pulang dulu. Nah, kok tega-teganya, Hashim yang sangat sayang pada kakaknya itu menipu Gus Dur. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
