Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 12/II/4-11 April 99
------------------------------

Damad Dahono, Ketua DPRD Banyuwangi:
"PIHAK KEAMANAN BERKEPENTINGAN"

Sejak tuntutan 101 ulama muncul ke permukaan, yang selalu menjadi pertanyaan
masyarakat adalah peran DPRD Banyuwangi yang dianggap lambat menangkap
aspirasi masyarakat. Namun bagi Damad Wahono, Ketua DPRD  Banyuwangi,
anggapan ini lebih banyak disebabkan ketidaktahuan masyarakat tentang
mekanisme birokrasi pemerintahan. "Saya maklum kalau rakyat ada yang
berpendapat seperti itu," katanya. Berikut petikan wawancaranya.

T: Bagaimana pendapat Anda tentang opini masyarakat yang menganggap DPRD
Banyuwangi yang sangat pasif membaca aspirasi masyarakat?
J: Saya sebenarnya sejak lama mendengar. Namun yang perlu diketahui, posisi
DPRD dalam tata pemerintahan Indonesia sejajar dengan bupati. Konsekwensinya
DPRD tidak punya kewenangan dalam hal mengangkat dan memberhentikan seorang
bupati.

T: Tapi DPRD kan bisa menampung suara masyarakat dana selanjutnya meneruskan
kepada pemerintah pusat?
J: Itu yang tidak kepingin kami lakukan. Sebab tindakan seperti akan menjadi
bumerang bagi kami. Sebab keputusan tetap berada di tangan pemerintah pusat.
Kata kuncinya ada di tangan Mendagri. Apapun yang kami suarakan akan
membentur birokrasi yang ada.

T: Tapi dalam proses perundingan kemarin Anda memposisikan sebagai Ketua
Dewan dan membubuhkan tanda tangan?
J: Itu lain. Sebab sebelumnya, Pak Purnomo pernah mengatakan kepada saya
bahwa secara pribadi beliau tidak keberatan mengundurkan diri. Nah, ini bisa
menjadi pendorong bagi kamu untuk memproses secara konstitusional dalam
pengajuan pengunduran diri bupati.

T: Apa dengan alasan itu pula, sehingga dalam perundingan kemarin, justru
Danrem Baladika Jaya yang paling berperan?
J: Bisa jadi. Bagaimanapun juga, pihak keamanan mempunyai kepentingan yang
cukup besar dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah ini. Kalau memang
sumber ancaman stabilitas keamanan berasal dari ketidak puasan masyarakat,
kenapa hal itu tidak kita bantu merealisirnya?

T: Artinya justru kepentingan militer yang lebih banyak menjadi pertimbangan?
J: Ya.. nggak juga. Ingat sebentar lagi kita akan memasuki masa kampanye dan
pemilu. Anda bisa banyangkan betapa kritis kondisi keamanan di sini jika
masalah ini tidak cepat terselesaikan.

T: Langkah yang akan dilakukan dewan sebagai tindak lanjut?
J: Kami akan melakukan proses hearing dengan Bupati, selanjutnya kami akan
teruskan ke atas.

T: Kalau seandainya Mendagri tidak menyetujui?
J: Kita tidak bisa berandai-andai. Toh pemerintah pusat juga berkepentingan
dengan stabilitas keamanan menjelang pemilu. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke