Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 13/II/11-17 April 99
------------------------------

AGUS MIFTACH

(LUGAS): Para wartawan yang sudah bekerja di awal 1990-an pasti tahu Agus
Mithfah, yang dulu hampir tiap hari mengirimkan lembar facimile ke berbagai
media, menanggapi persoalan yang tengah aktual. Facimile itu biasanya hanya
dibaca sekilas oleh para redaktur dan kebanyakan membuangnya ke tempat
sampah. Waktu itu, Agus adalah Direktur Bina Lingkungan Hidup Indonesia
(BLHI), LSM lingkungan yang disponsori "raja hutan" Bob Hasan. Karena
disponsori Bob, tak heran, BLHI bisa berkantor di Gedung Manggala Wanabakti,
gedung di mana para pemegang hak pengelolaan hutan (HPH), termasuk Mbak
Tutut, berkantor.

Agus dulu memang banyak bergaul dengan para aktifis LSM. Namun sejak dulu,
Agus tak banyak diterima di kalangan LSM karena cara bicaranya yang tak
simpatik dan dikenal sebagai agen intel (belakangan diketahui ia bekerja
untuk BAKIN).

Selain menjalankan BLHI, Agus juga bergabung di Asosiasi Panel Kayu
Indonesia (Apkindo), kartel ekspor kayu lapis pimpinan Bob Hasan. Bersama
Bob juga Agus dulu mendirikan Masyarakat Perkayuan Indonesia (MPI).

Ketika Soeharto jatuh berikut Bob Hasan, ia buru-buru banting stir. Seperti
Brutus dalam cerita William Shakespeare, ia balik menyerang Bob yang selama
ini menghidupinya. Ia mendirikan MPI Reformasi dan membeberkan korupsi Bob
di Apkindo. Dan, Agus berhasil mencuci tubuhnya bersih-bersih dari "bau" Bob
Hasan.

Melengkapi "pencucian" dirinya, Agus mendirikan partai PARI (Partai Rakyat
Indonesia). Namun, karena uang, Agus menerima tawaran Ibnu Hartomo, kerabat
Cendana untuk mengumpulkan partai-partai gurem yang mau dibiayai Cendana
dengan imbalan: tak mempersoalkan Soeharto. Di Komisi Pemilihan Umum, Agus
memang jadi batu sandungan. Kabarnya, ia punya tugas menunda pemilu, order
Cendana untuk sekedar cara bertahan. Jika pemilu jadi dan Golkar kalah,
bukankah Soeharto terancam diadili? (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke