Precedence: bulk


YORRYS BERENCANA LEDAKKAN KALBAR

        PONTIANAK (SiaR, 16/4/99), Yorrys dan Yapto berencana mengobarkan 
kerusuhan susulan di Kalimantan Barat. Rencana yang disusun di sebuah Hotel 
Bintang 5 di Jakarta itu bocor ke beberapa sejumlah pihak dan sampai ke 
masyarakat Pontianak. Menteri Kehakiman Muladi dikabarkan berang setelah 
mendengar bocoran rencana tersebut.

        Setelah sukses membakar Ambon dengan pertikaian antarAgama, kali ini Ketua
Umum Pemuda Pancasila Yorrys Raweyai dan Yapto Suryosumarno kembali dapat 
pesanan dari Cendana untuk mengobok-obok Kalimantan Barat. Sejumlah sumber 
Siar di Pontianak menyatakan Yorrs dan Yapto berencana mengobarkan konflik 
etnis antara Madura dengan Melayu-Dayak di kawasan Singkawang-Pontianak 
sebagai kelanjutan kejadian Sambas.

        Kesuksesan Yorrys dan Yapto di Ambon diduga karena menggunakan operator 
operator preman Ambon yang kebetulan memang sedang bertikai antara kelompok 
Ongky Pieterz dan Milton Natuawakota yang dikenal sebagai kelompok Ambon 
Kristen melawan kelompok Ambon Muslim di bawah pimpinan Ongen Sangaji. Dalam 
hal Kalbar, Yoris dan Yapto kerap mengadakan rapat intensif dengan beberapa 
tokoh preman dan pejabat intelejen asal Bakin. 

        Pada Jumat (2/4) malam Yorrys dan Yapto beserta petinggi intelejen 
ABRI mengadakan rapat guna mendesign skenario kerusuhan di Kalbar. Skenario 
kali ini disusun  setelah konflik etnis tersebut ternyata tidak menghasilkan 
konflik agama dan malah justru mulai mereda. Menurut sumber SiaR tersebut 
Tommy dan Sigit Soeharto direncanakan terlibat dalam pembiayaan operasi 
tersebut.

        Namun rencana yang akan digulirkan para operator kerusuhan tersebut
bocor dan didengar Menteri Kehakiman Muladi, yang konon segera mengontak
beberapa tokoh masyarakat asli Kalimantan Barat di Jakarta. Muladi dikabarkan
geram  pada tindakan para operator politik 'Cendana' tersebut. 
      
        Seorang kepercayaan Muladi, yang mengaku mantan operator Mbak Tutut 
mengaku membocorkan skenario tersebut. Pria yang mantan redaktur di dua 
majalah ibukota itu mengatakan, "Beberapa elit terutama Muladi menginginkan 
Soeharto dan Tommy diadili sebelum Pemilu agar tidak terjadi pemberontakan 
Rakyat." Menurutnya skenario kerusuhan Kalbar itu akan diledakkan di 
Pontianak dengan mengarahkan ke konflik Agama. Tampaknya "track-record" 
Yorrys dan Yapto makin naik dengan banyaknya paket kerusuhan yang dipesan 
Cendana.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke