Precedence: bulk
MAHASISWA SUMUT MOGOK MAKAN
MEDAN (SiaR, 18/4/99), Tiga orang mahasiswa masing-masing Mus
Muliadi, T Yans Fauzie (mahasiswa Universitas Muhammadyah) dan Oslan Purba
(Universitas Sumatera Utara) Medan, sejak Kamis (15/4) sore melakukan aksi
mogok makan dengan menggelar tenda keprihatinan di Bundaran Mayestik, Jl.
Gatot Subroto Medan.
Mereka memasang spanduk yang bertuliskan "Aksi Mahasiswa Mogok
Makan", "Tolak Pemilu" dan "Cabut Dwi Fungsi ABRI", ketiga aktifis mahasiswa
Sumut tersebut. Rencananya, ketiga mahasiswa itu akan melakukan mogok makan
sampai mereka tumbang.
"Kalau sudah tumbang, maka akan ada mahasiswa lain yang menggantikan
mereka," ujar seorang aktifis mahasiswa yang menemani ketiga rekannya itu.
Dalam siaran persnya, ketiga mahasiswa itu mengatakan bahwa
perjuangan mahasiswa Indonesia untuk menciptakan negeri yang demokratis
masih sangat panjang. Gerakan reformasi yang dilancarkan mahasiswa menurut
mereka masih belum terwujud sepanjang Seoharto dan kroninya masih tetap
bercokol. "Termasuk 38 kursi ABRI di DPR," ujar Oslan Purba.
Pemerintah transisi Habibie mereka nilai gagal karena tidak mampu
menyelesaikan krisis ekonomi dan politik yang menyengserakan rakyat.
Pelanggaran HAM di Aceh, permasalahan di bumi Timor Leste dan berbagai
kerusuhan yang merebak di berbagai daerah, menunjukkan bahwa Habibie gagal
membawa agenda reformasi.
Para mahasiswa juga memperkirakan bahwa Pemilu bulan Juni nanti
tidak akan berlangsung secara jurdil. Keadaan tersebut membuat mereka
prihatin dan memutuskan untuk memboikot pemilu sebelum kasus-kasus tersebut
diselesaikan.
Para mahasiswa sendiri menginginkan dibentuknya pemerintahan
presidium yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat yang bebas dari kroni-kroni
Soeharto. Dewan presidium itulah yang nantinya akan memilih anggota DPR dan
MPR. "Dengan demikian UU Politik yang dihasilkan benar-benar mencerminkan
kehendak rakyat banyak," ujar Oslan Purba.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html