Precedence: bulk


PROVOKATOR DARI DILI MASUK JAKARTA

        JAKARTA, (MateBEAN, 19/4/99). Sekitar 150 orang anggota paramiliter yang
dilatih ABRI di Timor Timur untuk melakukan provokasi terhadap kelompok
pro-kemerdekaan, telah tiba di Jakarta. Demikian informasi yang diterima
dari berbagai sumber di Jakarta.

        Bersamaan dengan rencana untuk menguasai ke 13 kabupaten di Timor Timur
untuk show force, kelompok pro-integrasi yang didukung Abri, berencana untuk
melakukan tindakan yang sama terhadap orang Timor Timur di luar Timor Timur,
terutama sejumlah aktivis mahasiswa dan tokoh-tokoh politik yang selama
bersikap kritis terhadap integrasi.

        Sasaran utama orang-orang yang merupakan anggota dari kelompok paramiliter
seperti Besi Merah Putih (BMP), Mati Hidup Integrasi dengan Indonesia
(MAHIDI) dan kelompok yang lain, adalah Jawa, terutama Jakarta. Mereka tiba
di Jakarta hari jumat (16/04) dengan menumpang kapal penumpang KM Dobon Solo. 

        Target-target mereka adalah mantan gubernur Timor Timur Ir. Mario Viegas
Carrascalao, tempat tinggal para mahasiswa dan pemuda Timor Timur di
berbagai tempat di Jakarta, yaitu Depok, Pisangan-Jatinegara dan Rawasari.
Selain itu, mereka berencana untuk menyerbu tempat tahanan Pemimpin
Perlawanan Timor Timur, Xanana Gusmao di jalan Percetakan Negara, Salemba. 

        Menurut sumber beberapa mahasiswa di Jakarta, anggota-anggota BMP dan
Mahidi ini, kini tertampung di dua tempat. Sebagian tinggal di hotel
penginapan atlet di Ragunan. Di tempat ini, mereka bergabung dengan pimpinan
preman Tanah Abang Hercules dan seorang perwira ABRI yang bekerja di BIA
Kapten Eusebio Belo. Kelompok kedua ditampung di daerah Kelapa Dua-Cimangis,
Bogor, tepatnya di Markas Brigade Mobil (BRIMOB).

        Kapten Eusebio Belo sendiri, menurut sebuah sumber yang dekat dengan BIA,
sendiri diberi bekal material dan financial untuk menggalang sebuah kekuatan
milisi yang terdiri dari para preman-preman dari Indonesia Timur untuk
diangkut ke Timor Timur. Masih menurut sumber yang sama, konon mereka telah
menerima dana sekitar Rp. 1 miliar lebih dari pihak militer untuk
mempersiapkan material perang, serta untuk uang saku.

        Berita kedatangan para provokator ini, juga dibenarkan oleh beberapa
penumpang KM Dobon Solo yang turun di pelabuhan Benoa-Bali dan Tanjung Perak
Surabaya, meskipun mereka tidak dapat menyebutkan jumlahnya.

        Diharapkan kepada semua mahasiswa Timor Timur untuk meningkatkan
kewaspadaan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ada
kemungkinan orang-orang ini akan melakukan aksi dalam waktu dekat ini.
Hanya, sampai kini belum diketahui apa bentuk aksi mereka. Menurut sebuah
sumber, mereka akan melakukan penyerangan terhadap rumah tahanan Xanana
Gusmao.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke