Precedence: bulk
SITUASI DILI KIAN MENCEKAM
DILI (MateBEAN, 18/4/99), Bersamaan dengan kunjungan Menlu RI Ali
Alatas ke Dili bersama rombangan diplomat dari Irlandia Utara, situasi kota
Dili makin mencekam.
Menurut beberapa sumber MateBEAN di Dili, sebagian penduduk terpaksa
melarikan diri dan bersembunyi di rumah tetangga terdekat karena adanya
pawai dan tembakan membabi buta dari kelompok pro-integrasi di seluruh Kota
Dili. Kantor Dewan Nasional Perlawanan Orang Timor (CNRT) di Jalan Balide
diporak-porandakan oleh kelompok Besi Merah Putih.
Penyerangan dan perusakan juga terjadi atas rumah Ketua Gerakan
Rekonsiliasi dan Persatuan Rakyat Timor Timur (GRPRTT) Manuel Viegas
Carrascalao di Jalan Dr Antonio de Carvalho yang letaknya sekitar 100 meter
arah barat kediaman Uskup Diosis Dili, Lecidere.
Berita terakhir menyebutkan bahwa kantor koran harian Suara Timor
Timur pun di obrak-abrik kelompok Besi Merah Putih (BMP). Menurut Dominggus,
ditaksir kerugian yang diderita koran yang sebetulnya didukung Pemda itu
adalah sebesar Rp 1,5 milyar.
Sejauh ini sudah lima orang yang dikonfirmasikan meninggal. Diantara
kelima orang itu termasuk putra Manuel Carrascalao sendiri yaitu, Manuel
Jose Junior Carrascalao.
Menghadapi aksi pawai brutal ini, pihak kepolisian juga mengambil
langkah seperti kebanyakan masyarakat setempat yaitu mengurung diri di
markas. Hal yang makin memperkuat dugaan bahwa pihak militer ikut bermain di
belakang kelompok pro-integrasi ini.
Sumber lain juga memberitakan bahwa, kebanyakan anggota BMP
sepertinya bertindak di bawah pengaruh obat bius sejenis BK. Obat yang konon
berfungsi untuk meningkatkan keberanian dan keberingasan seseorang.
Tampak jelas bahwa makin sulit bagi pemerintah Indonesia untuk
memperoleh rasa hormat dari masyarakat umum, setidaknya masyarakat Timor
Timur, sekali pun penyelesaian masalah Timor Timur akan melalui mekanisme
yang sedemokratis mungkin.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html