Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 14/II/18-24 April 99
------------------------------

SIAPA MENERIMA SUAP

(POLITIK): Sejumlah pejabat akan diseret ke pengadilan jika Jepang mau
menyebutkan nama-nama pejabat Indonesia yang disuap. Siapa kira-kira mereka?

Kabar lanjutan tentang skandal suap oleh sejumlah perusahaan Jepang, sebuah
perusahaan kontraktor Jepang, Toyo Construction, didenda karena menyuap para
pejabat di Indonesia. Suap itu dimaksudkan mempermudah izin pengambilan
pasir yang digunakan pada reklamasi pantai dekat Bandara Changi, Singapura.

Perusahaan Jepang lainnya, Obayashi, kembali dituduh ikut berperan dalam
tindakan yang dilakukan Toyo. Atas tindakannya itu, Toyo didenda aparat
pajak Jepang.

Dengan didendanya Toyo maka bertambah lagi jumlah perusahaan kontraktor
jepang yang terlibat tuduhan telah menyuap pejabat Indonesia. Perusahaan itu
antara lain Tekken, Kajima, Kagyo, Taisei Tokai Kagyo.

Toyo Construction dan Obayashi dikabarkan menyuap untuk memperoleh
perlakuan-perlakuan khusus dari pihak Indonesia dalam  pengerukan pasir
untuk reklamasi itu. Namun sejauh ini tidak disebutkan nama pejabat
Indonesia yang telah menerima suap dari  Toyo itu.

Namun pengeluaran dana sejumlah 200 juta yen (setara Rp13,6 milyar) tersebut
sudah merupakan hal yang pasti. Sumber di media  massa Jepang mengatakan,
pejabat Pemerintah Indonesia ikut terlibat di dalamnya. Toyo, yang berkantor
di Osaka, juga sudah didenda aparat pajak Jepang karena kecurangannya dalam
pembuatan laporan pajak atas dana yang dikeluarkannya itu. 

Nama Profesor Dr Wiranto Arismunandar, mantan Rektor ITB pernah
disebut-sebut oleh pers Jepang sebagai salah satu pejabat yang menerima suap
ketika sebuah kontraktor Jepang membangun sarana gedung dan laporatorium di
ITB pada 1992. Sejumlah pejabat Depdikbud juga disebut-sebut menerima suap,
namun tidak sebutkan namnya. Dirjen Pajak, Ritonga membantah para pejabat
Dirjen Pajak menrima suap dari sejumlah perusahaan Jepang itu. Namun,
bantahan itu bukan berarti para pejabat pajak tak terlibat. Penyelidikan
yang teliti akan membuktikan apakah ada penyelewengan pajak atau tidak.
Modus seperti yang diakui para kontraktor Jepang dalam menghindari tagihan
pajak adalah modus yang umum dipakai. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke