Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 14/II/18-24 April 99 ------------------------------ APA KABAR PRABOWO? (POLITIK): Prabowo menolak undangan Wiranto untuk hadir dalam ulang tahun Kopassus. Kabarnya, Prabowo takut ditangkap jika pulang ke Tanah Air. Nyali Letjen (Purn) Prabowo Subianto ternyata tak sebesar namanya. Menantu Soeharto ini memilih mengasingkan diri di Jerman dan Yordania. Ia bolak-balik di dua negara yang melindunginya itu. Hanya dua negara itulah yang menerimanya. Di Jerman, Prabowo aman, kata sebuah sumber, karena lobi Presiden B.J. Habibie. Kendati, Habibie baru-baru ini menuduh Prabowo hendak "mengkudeta" kekuasaannya, Habibie tetap berbaik hati pada Prabowo mengurus keamanannya di Jerman. Jika Prabowo menetap di Amerika Serikat, belum tentu senyaman tinggal di Jerman atau Yordania. Di AS, tiap hari pasti akan ada demonstrasi menentang kehadirannya. Beberapa kali, Prabowo diberitakan akan pulang, namun selalu urung. Menurut sumber Xpos, Prabowo sangat percaya dengan saran Fadlizon, salah satu Ketua Partai Bulan Bintang dan Ahmad Soemargono, Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam. Kedua orang ini beberapa waktu lalu bertemu dengan Prabowo di sebuah kota di negara Timur Tengah. Baik Gogon, panggilan akrab Soemargono maupun Fadlizon menganjurkan agar Prabowo jangan pulang dulu. Menurut Gogon, jika Prabowo kembali, bisa ditembak oleh para sniper (penembak jitu). Prabowo rupanya percaya. Undangan Wiranto pun ditampiknya. Nyali Kolonel (Purn) Chairawan rupanya lebih besar. Di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Chairawan mungkin adalah satu-satunya "pensiunan' yang disegani. Beberapa bulan ini, mantan Komandan Grup IV Kopassus yang memimpin operasi penculikan dan penghilangan para aktivis demokrasi ini, memang "berlibur" di Boston. Ia sudah pulang dan masih tinggal di kompleks perumahan perwira di Cijantung. Chairawan masih rutin berolahraga dengan para perwira Kopassus. Begitupun Mayjen Muchdi Pr., mantan Danjen Kopassus yang kini di-nonjob-kan di Mabes TNI, masih sering bertandang ke Cijantung. Chairawan, dan Muchdi adalah para komandan operasi penculikan yang lolos dari jeratan hukum. Chairawan toh masih bebas keluar masuk kompleks Mako Kopassus di Cijantung. Hidupnya, pokoknya terjamin. Mobilnya juga bagus, begitu pun Muchdi, selain bermobil bagus, ia juga bisa hidup enak, kendati tidak memegang jabatan tertentu. Kegiatan Prabowo di Yordania dan Jerman memang tak terpantau. Resminya, Prabowo mengatakan merintis bisnis keluarganya di bidang perdagangan umum. Sumber Xpos di kalangan wartawan Jerman mengatakan, Prabowo, lulusan sekolah anti teroris Jerman, memperoleh perlindungan istimewa dari Pemerintah Jerman. "Ia beberapa kali memberi ceramah di sebuah sekolah komando angkatan bersenjata Jerman," ujar sumber itu. Yang jelas, di Jerman, Prabowo tak kelihatan aktifitas bisnisnya, apalagi bagaimana mungkin seorang mantan komandan pasukan komando yang menculik saja tak becus hingga ketahuan bisa berbisnis? Namun yang jelas, Prabowo memang hidup terjamin di Jerman. Akan halnya di Yordania, Raja Abdullah, Raja Yordania sekarang adalah kawan dekat Prabowo. Ada kabar yang sampai ke Tanah Air, bahwa Prabowo juga melatih militer Yordania. Malah ada kelakar,"Kini Prabowo jadi Pangab Yordania." Fadli Zon, kawan Prabowo, menuduh Panglima ABRI, Jendral Wiranto merancang konspirasi untuk menggusur Prabowo, karena menurut Fadli, Prabowo sama sekali tak terlibat dalam penculikan para aktifis. Pernyataan Fadli Zon memang berubah-ubah. Dulu, Fadli, di sebuah majalah menulis, Prabowo menculik atas dasar perintah, kemudian karena kebaikan hatinya, ia melepas para aktivis itu, mengembalikan ke rumah masing-masing dan memberinya uang saku. "Penculikan puluhan dai tak pernah terbongkar, apalagi kasus Banyuwangi," ujar alumni Fakultas Sastra Rusia, UI ini. Fadli memang jelas mengobarkan perang melawan Wiranto, dan belakangan Habibie setelah Presiden itu memusuhi Prabowo. Di kalangan Angkatan Darat, Fadli memang tengah diincar karena berbagai pernyataannya yang tak menyenangkan telinga Wiranto. Menjelang ulang tahun Kopassus, Wiranto mengundang Prabowo yang sepanjang karies militernya dihabiskan di kesatuan elit Angkatan Darat itu. Semua mantan komandan dan komandan jendral Kopassus biasanya memang diundang untuk menghadiri hari jadi Kopassus. Prabowo sudah memberi jawaban: ia menolak datang. Sekali lagi, menurut Fadli Zon, yang akhir-akhir ini, menjadi juru bicara Prabowo mengatakan, anak Prof. Dr Soemitro itu belum ingin kembali ke Indonesia karena tak ingin jadi bahan fitnah. "Prabowo di luar negeri saja sudah menjadi bahan fitnah. Apalagi kalau ia ada di Indonesia," ujar Fadli. Pernyataan-pernyataan Fadli Zon ini memang bisa jadi menyiratkan dua hal. Pertama, Prabowo memang benar-benar takut pulang ke Indonesia karena mungkin Wiranto akan menangkapnya. Kedua, Prabowo pura-pura takut namun tengah mempersiapkan rencananya sendiri. Atau mungkin ia mengendalikan suatu operasi dari Yordania. Namun, dugaan yang terakhir ini agak mustahil karena ia tak punya akses lagi di kalangan Kopassus, selaian tak disukai para perwira Kopassus karena prilakunya yang tak menyenangkan, Prabowo juga sudah tak dipercayai keluarga Soeharto karena dulu dianggap tak bisa mempertahankan kekuasaan Soeharto. Satu-satunya anggota keluarga Soeharto yang masih dekat dengannya hanya Sigit Harjodjudanto. Istrinya saja, Ny Titiek Prabowo sudah menjauhinya. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
