Precedence: bulk
WARGA LIQUICA DIANCAM AKAN DIBUNUH
LIQUICA (MateBEAN, 27/4/99), Masyarakat yang tinggal di pedesaan dan
kecamatan, khususnya kaum lelaki yang berumur 12 tahun ke atas, mendapat
ultimatum dari aparat keamananan untuk segera turun ke kota Liquica. Batas
waktu ultimatum adalah Senin, 26 April 1999. Selewat batas tersebut warga
yang bertahan di luar wilayah kota diancam tak boleh masuk ke kota dan bakal
dibunuh. Demikian informasi yang diterima MateBEAN dari seorang warga Desa
Asmano, Liquica.
Sumber MateBEAN melaporkan, aparat militer memberitahu masyarakat bahwa
siapa saja yang merasa nama dan fotonya tercatat dalam daftar hitam para
aparat militer, tidak perlu turun ke kota Liquica. Sepertinya aparat
keamanan dan para milisi bersenjata pro=integrasi di kawasan tersebut
menerapkan "strategi bentang" yang pernah digunakan tentara Amerika untuk
mengalienasi wilayah perkotaan dari kekuatan Vietcong.
Pada hari Minggu (25/4) lalu, di Tibar, sejumlah anggota TNI memaksa
dan mengancam masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengambilan sumpah dengan
cara minum darah kambing dicampur minuman arak dan pil ekstasi yang berjenis
SS dosis tinggi. Dalam sumpahnya, rakyat diminta menyatakan kesediaannya
untuk bergabung dengan milisi Besi Merah Putih di bawah pimpinan Bupati
Liquica Leoneto Martins.
Dari Desa Asmano, dilaporkan sekitar 160 orang turun dari tempat
persembunyian mereka di pedalaman dan bergerak bersama-sama menuju kampung Ebeno
kemudian bergerak ke kota Liquica. Mereka takut dengan realisasi ancaman aparat
keamanan. Di kawasan ini telah puluhan penduduk sipil yang talk berdosa
terbunuh.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html