Precedence: bulk
ACUNGAN SENJATA TAJAM GOLKAR DIBALAS SERBUAN RAKYAT
JAKARTA (SiaR, 25/5/99), Lantaran terbiasa menggunakan politik uang,
Kantor DPD Golkar DKI Jakarta di kawasan Cikini diserang para pemulung dan
anak jalanan. Golkar dianggap ingkar janji. Acungan senjata tajam anggota satgas
Golkar justru dibalas dengan lemparan batu dan serbuan ke mobil Ketua Umum DPP
Golkar, Akbar Tanjung.
Kebohongan dengan istilah janji Pemilu, agaknya tidak boleh lagi
dijalankan partai politik seperti Golkar dengan label barunya. Massa yang diberi
janji akan diberi makan pagi dan siang serta uang Rp 50 ribu pe rorang kecewa.
Padahal sejak Senin (24/5) pagi mereka telah mendatangi Kantor DPD Golkar DKI
Jakarta di Jl. Pegangsaan Barat No 4 guna ikut kampanye sebagaimana ajakan
pengurus Golkar.
SiaR sengaja menjumpai 3 saksi yaitu Udin Joni (24), Dadang Suganda (27)
dan Andi Haryanto (12). Ketiganya adalah pengamen yang biasa beroperasi di
kawasan Jl Suropati, Taman Suropati dan sekitarnya. Andi yang masih berusia 12
tahun itu tinggal di Cimanggis Bogor. Ia sengaja memanfaatkan libur sekolah
untuk mencari uang dengan cara mengamen. Dalam pemeriksaan yang dilakukan aparat
keamanan Andi menuturkan, pada Minggu (23/5) sekitar pukul 19.00 WIB, ada orang
laki-laki berambut panjang seleher dan belahan tengah menyuruhnya dan
rekan-rekannya sebanyak 10 orang agar datang ke DPD I Golkar DKI Jakarta pada
Senin (24/5).
Kepada Andi dan teman-temannya. Si rambut gondrong meminta untuk datang
di DPD Golkar pada pukul 07.00 WIB pagi guna mendapat uang Rp 50 ribu, makan
pagi dan siang serta kaos Golkar. Namun, kenyataannya, kaos memang dibagikan
tapi duitnya nihil.
Merasa orang Golkar, sekitar pk 10.30 massa yang diminta datang, seperti
halnya Andi, mulai kesal dan mereka berteriak-teriak sambil menggoyang-goyang
pagar Kantor DPD Golkar. Dari dalam kantor DPD Golkar akhirnya mengeluarkan
kaos Golkar yang dibagi-bagi ke massa sekitar pk 11.00 dengan maksud untuk
menenangkan massa. Namun massa justru bertambah marah karena janji makan pagi
dan siang serta uang Rp 50 ribu tak kunjung direalisasi. Beberapa massa yang
mendapat kaos Golkar karena marah justru tidak mau mengenakan kaos tersebut dan
menggunakannya untuk melap mobil dan kendaraan yang lewat.
Dan kekecewaan yang tak tertahankan itu meledak pukul 11.45 WIB dengan
menyerang Kantor Golkar dengan batu. Aksi perang batu ini mencapai puncaknya
saat Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tanjung dan rombongannya melewati Stasiun
Cikini, Jakarta Pusat sekitar pk 12.30. Massa yang berjumlah sekitar 1.000 orang
menyerbu ke arah konvoi yang terdiri atas sekitar 20 kendaraan. Rakyat yang
terdiri pemulung dan anak jalanan serta pemuda tanggung itu menyerbu rombongan
Ketua Umum Golkar.
Serangan ini menjadi sebuah bentrokan ketika puluhan anggota Satgas
Golkar dengan berpakaian hitam-hitam mengenakan rompi kuning itu
mengintimidasi massa dalam upaya untuk mnelindungi Akbar Tandjung. Mereka
bahkan membalas
menyerang massa. Beberapa anggota Satgas Golkar, menurut keterangan banyak saksi
mata, terlihat membawa senjata golok, klewang dan clurit yang disembunyikan di
dalam dada mereka. Sembari mengejar sejumlah anak tanggung, para satgas Golkar
itu mengacung-acungkan senjata tajamnya.
"Sini kalau berani, " ujar para satgas Golkar tersebut.
Massa spontan berlarian sambil melempari mereka dengan botol dan
batu. Massa yang semula berkerumun terpecah dua. Ada yang yang bergabung
dengan massa yang ada di stasiun Cikini dan ada pula yang lari ke arah pasar
Cikini.
Bentrokan nyaris meluas seandainya pasukan PHH tidak keburu datang.
Pukul 14.10 WIB, massa kembali mencoba menyerang kantor Golkar. Untuk menghalau
massa, pasukan PHH dan Brimob melepaskan tembakan peringatan.
Insiden tersebut tentu saja mengundang ribuan warga masyarakat untuk
menonton. Situasi mereda ketika PHH Kodam Jaya dan Marinir, didrop juga untuk
mengamankan Kantor DPD Golkar, dan mengamankan kemungkinan warga masyarakat pun
ikut-ikutan menyerang Kantor Golkar.
Dalam insiden itu, massa yang mengenakan kaos kuning pemberian Golkar
menyerang Kantor DPD Golkar. Setelah petugas yang berjaga melepaskan tembakan
untuk membubarkan massa, kerumunan massa baru bubar secara berangsur.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html