Precedence: bulk


RIBUAN PROVOKATOR TERLATIH SIAP KACAUKAN KAMPANYE PDI PERJUANGAN

        JAKARTA (SiaR, 28/5/99), Sekitar 5 ribuan provokator terlatih telah
dipersiapkan untuk melakukan kerusuhan, sehingga menggagalkan pelaksanaan
Pemilu pada 7 Juni mendatang. Fungsionaris DPP dan DPD PDI Perjuangan DKI
Jakarta kepada SiaR, Rabu (26/5) malam dengan mengutip sejumlah sumber di
kalangan intelijen kepolisian menyebutkan, bahwa kampanye putaran ke dua PDI
Perjuangan 28 Mei besok akan jadi sasaran infiltrasi para provokator
tersebut untuk menciptakan chaos dan kerusuhan besar di Jakarta.

        Kemungkinan rekayasa kerusuhan yang telah tercium aparat kepolisian itu,
segera ditindak-lanjuti dengan diadakannya pertemuan "dadakan" antara para
pengurus DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta dengan Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol
Noegroho Djajusman dan stafnya di salah satu rumah makan di kawasan Kemang,
Jakarta Selatan, Rabu malam kemarin.

        Adanya gerakan ribuan provokator yang akan mengacaukan kampanye PDI
Perjuangan tersebut, telah diungkapkan Kaster TNI Letjen Soesilo Bambang
Yudhoyono pada pers, Rabu siang seusai menghadiri acara pelantikan para
"pakar" "think-thank"nya Mendagri Syarwan Hamid. Meski Yudhoyono tak
menyebutkan secara eksplisit bahwa penyusupan tersebut dilakukan pada saat
kampanye PDI Perjuangan, tapi pihak DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta sendiri
guna mengantisipasi kemungkinan penysupan tersebut telah mempersiapkan
sebanyak lebih kurang 15 ribu anggota satgasnya.

        Berdasarkan bocoran skenario kerusuhan yang diterima para fungsionaris PDI
Perjuangan, para provokator itu akan menyusup ke dalam massa pendukung PDI
Perjuangan lengkap dengan segala atribut yang dipergunakannya. Mereka akan
memprovokasi massa arak-arakan parpol berlambang kepala banteng dalam
lingkaran itu, dengan mendatangi dan berdemonstrasi di kantor Komisi
Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, serta berupaya menerobos barikade
aparat di depan Taman Surapati, menuju ke Jalan Cendana. 

        Dari demonstrasi yang dilakukan di kedua tempat tersebut, para provokator
berharap terjadi chaos dan bentrokan dengan aparat keamanan, sehingga
menyeret ribuan massa PDI Perjuangan yang lainnya ke dalam bentrokan
tersebut. "Dari sini, mereka mengharapkan kerusuhan akan menjalar ke seluruh
wilayah Jakarta," ujar seorang pengurus DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.

        Selain di kedua tempat tersebut, menurut Ketua DPD PDI Perjuangan DKI
Jakarta Roy BB Janis, para provokator tersebut juga akan melakukan aksinya
di sejumlah titik-titik rawan di Ibukota, antara lain di kawasan Blok M, dan
Tanjungpriok. Roy mensinyalir rekayasa kerusuhan ini bertujuan untuk
menggagalkan Pemilu, karena posisi kekuatan status-quo kini berada di ujung
tanduk. 

        "Paling tidak," ucap Roy, "dengan terciptanya kerusuhan tersebut, maka PDI
Perjuangan akan dikenakan sanksi diskualifikasi, sehingga hal ini akan
menguntungkan kekuatan-kekuatan status quo."

        Walau demikian, pihak DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta menyatakan tekadnya
untuk terus berkampanye pada tanggal 28 Mei tersebut, dengan lebih
memperketat penjagaan jalannya kampanye, baik yang dilakukan oleh para
satgas, maupun kader, dan simpatisan lainnya.

        Sumber-sumber SiaR menyebutkan, sebanyak 6 ribu provokator terlatih yang
dilatih di Yordania, salah satu negara di Timur Tengah dan di Mindanao,
Filipina, telah berada di Indonesia. Sebagiannya, kini berada di Jakarta
untuk melakukan kerusuhan, pada tanggal 28, 29 Mei, atau antara 4 hingga 10
Juni mendatang. Para provokator ini didanai oleh kerabat mantan Presiden
Soeharto (mantan Pangkostrad Prabowo dan mantan KSAD Hartono), serta
sejumlah elit politik pendukung status quo lainnya. 

        Informasi adanya provokator terlatih yang dilatih di luar-negeri ini juga
diungkapkan Rois Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj, dan
Panglima Kodam Brawijaya Mayjen TNI Ryamizard pada kalangan pers beberapa
waktu lalu. Menurut mereka, kelompok tersebut dilatih di Timur Tengah dan
sebuah kawasan di Asia.

        Selain mengerahkan ribuan provokator yang dilatih di luar-negeri, para
pendukung status quo, juga mempersiapkan ribuan orang provokator lainnya di
berbagai tempat di wilayah Jabotabek. Ribuan orang ini nantinya akan
mendukung "kerja" provokasi provokator "made-in" luar-negeri. Berdasarkan
informasi yang diperoleh SiaR dari seorang ulama NU, maka provokator di
Jabotabek ini dipersiapkan di wilayah-wilayah berikut:
� Kampung Bandan (Jakarta Utara), dan Rawa Buaya (Jakarta Barat) di Mushola
Al Falak
� Di Jalan Mangga Besar IX (Gang Losufan)
� Di kawasan Pekayon, Bekasi
� Di Petogogan, dan Kebayoran Lama
� Di Krukut di Mesjid Jalan Kebahagiaan
� Di kawasan Warakas, Tanjungpriok, dibentuk pasukan Wisabihillah/Pasukan
Jihad Pusat

        Menurut kiai NU tersebut, pengorganisasian para perusuh "made in"
lokal tersebut juga melibatkan oknum pengurus Partai Persatuan Pembangunan
(PPP). Sasaran mereka, seandainya kerusuhan terjadi adalah komunitas etnis
Tionghoa, pusat-pusat perdagangan di Mangga Dua, dan pemukiman/perumahan
mewah.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke