Precedence: bulk
TIGA MOBIL PEJABAT TIMTIM DIRUSAK
DILI (MateBEAN, 3/6/99), Tiga mobil masing-masing milik Dubes Keliling
Fransisco Lopez da Crus, Gubernur Timor Timur Abilio Jose Osorio
Soares dan Walikota Dili Drs Mateus Maia, dirusak rakyat usai menghadiri
peresmian kantor Misi PBB (UNAMET) di Dili, Kamis (3/5). Pengrusakan mobil
ketiga pejabat itu terjadi di kawasan Matadouro di Kecamatan Dili Barat,
tak jauh dari markas UNAMET.
Bahkan massa yang terlihat emosional itu mencaci-maki Lopez da Cruz,
namun Lopez bisa selamat karena berada karena berada di kantor PBB.
Massa berteriak dan meminta kepada Tim PBB untuk menyuruh Lopez keluar,
namun Lopez memilih untuk berdiam diri di kantor PBB.
Sedangkan Walikota Dili Drs Mateus Maia kepada wartawan mengatakan
bahwa PBB harus bertanggungjawab terhadap pengrusakan mobil para
pejabat tersebut. "Pokoknya harus bertanggungjawab. Karena kerusakan
mobil kami ini masih di area PBB. PBB harus menganti semua biaya
kerusakan kami," kata Mateus.
Pengamatan MateBEAN di lokasi itu terlihat bahwa sejak pagi hari
sebelum upacara dimulai massa sudah membludak, dan ingin menyaksikan
upacara pengibaran bendera PBB di Dili. Sekitar 5 ribu orang memadati
tempat tersebut, bahkan kampanye pemilu justru terlihat sepi tanpa
massa. Sehingga tidak bisa diidentifikasi dari kelompok mana yang
merusak mobil ketiga pejabat itu.
Menanggapi kerusakan mobil ketiga pejabat itu Ketua Misi Pemantau PBB,
UNAMET, Ian Martin mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu ketika
terjadi aksi pengrusakan itu. "Kami tidak tahu karena itu terjadi di
luar gedung PBB. Kami tidak mengundang massa ke sini untuk menyaksikan
pengibaran bendera PBB, tapi kami hanya mengundang pejabat untuk
mengikuti upacara ini, dan massa yang ingin menyaksikan upacara itu
tidak mungkin kami larang," katanya.
Terhadap klaim Walikota soal kerusakan mobil itu, Ian Martin hanya
tertawa dan hanya memberi komentar pendek. "Bagaimana kami bisa
bertanggungjawab. Kalau itu diluar pengetahuan kami," katanya pendek.
Selain itu Ian Martin juga mengatakan Peranan PBB di Timor Timur, kata
seorang pejabat badan dunia itu, tidak berakhir pada jajak pendapat
tapi akan terus berusaha melakukan rekonsiliasi antar-pihak yang
bertikai di wilayah tersebut. " Semua orang Timtim harus diyakinkan,
apapun jalan penyelesaian yang ditempuh, mereka dipastikan mendapatkan
tempat dalam kehidupan dan hak-hak asasi yang tetap akan dihormati," katanya.
Abilio ketika dimintai komentarnya, tidak bersedia mengomentari
kerusakaan mobilnya. Namun Abilio justru mengatakan, jajak pendapat
mengenai tawaran otonomi luas bagi masyarakat Timtim yang hendak
dilaksanakan, akan menghasilkan pihak menang dan kalah.
"Masalah mendasar di Timtim selama 23 tahun adalah pertikaian dua
kelompok (pro-integrasi dan pro-kemerdekaan)," katanya kepada wartawan di
Dili, Rabu, usai bertemu dengan pimpinan
Misi PBB untuk jajak pendapat otonomi luas Timtim, Ian Martin.
Selain itu Abilio juga mengimbau agar masyarakat setempat menunjukkan
sikap sopan terhadap anggota misi PBB (UNAMET) untuk jajak pendapat
otonomi luas 8 Agustus mendatang. "Banyak tamu asing yang berada di
Timtim, sehingga masyarakat harus bisa menjadi tuan rumah yang baik dan
menunjukkan sikap sopan," katanya kepada wartawan di Dili, Rabu.
Sementara itu Pelaksana Harian CNRT di Timtim, David Ximenes yang
diundang PBB untuk menghadiri upacara pengibaran bendera PBB mengatakan
bahwa dengan beroperasinya PBB di Timtim, maka dalam pekan ini CNRT
mulai diaktifkan kembali.
"Mulai Senin ini CNRT di 12 kabupaten termasuk Dili akan diaktifkan
kembali untuk kampanye jajak pendapat. Semua kegiatan CNRT mulai aktif
karena PBB juga sudah resmi melakukan tugasnya di Timtim," katanya. ****
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html