Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 25/II/25-31 Juli 99
------------------------------

GUS DUR DAN AMIEN

(LUGAS): Entah ide dari mana tiba-tiba Amien Rais mencalonkan Gus Dur
sebagai Presiden. Orang Muhammadyah mendukung orang Nahdlatul Ulama (NU),
ini jelas tak pernah terjadi dalam sejarah perseteruan dua organisasi Islam
terbesar di Indonesia itu. Gus Dur dan Amien itu saling bermusuhan. Gus Dur
pernah berkata: "Orang-orang NU di FISIP UGM disingkirkan Amien dan
kawan-kawannya. Nanti kita gorok mereka kalau kita menang."

Yang mempertemukan Amien dan Gus Dur adalah mahasiswa. Dulu PMII, organisasi
mahasiswa NU yang mempertemukan Amien dan Gus Dur di sebuah acara di Masjid
Sunda Kelapa, Jakarta. Foto mereka berdua muncul di halaman muka koran-koran
nasional. Pertemuan kedua Gus Dur-Amien juga karena mahasiswa. Di tengah
Sidang Istimewa MPR, Amien, Gus Dur, Megawati dan Sultan Yogya dipaksa
mahasiswa untuk bertemu dan membuat pernyataan.

Dari situ hungan Amien-Gus Dur makin membaik. Kendati demikian, manuver
Amien mencalonkan Gus Dur amat mengejutkan. Amien nampaknya mendapat tekanan
hebat dari kalangan partai-partai Islam dan dari PAN sayap kanan, yang tak
menghendaki PDI Perjuangan mengambil pemerintahan di kalangan.

Amin juga menciptakan istilah dan fraksi baru yang mengadopsi gagasan Fraksi
Islam: Fraksi Reformasi. Anggotanya semua partai Islam, plus PAN dan PKB
kalau partai itu mau bergabung. Nah, Fraksi Reformasi ini mencalonkan Gus
Dur jadi Presiden. Gus Dur sendiri hanya cengar-cengir menanggapi pencalonan
ini. "Saya kan sudah mendukung Mbak Mega. Tapi ya kita lihat saja nanti,"
ujar Gus Dur.

Ada yang bilang Amien menjebak Gus Dur dan mencoba memecah belah hubungan
baik Gus Dur dan Megawati. Kalau Gus Dur bersedia, jelas Megawati yang sudah
senang karena didukung Gus Dur dan PKB akan merasa ditusuk kawan seiring.
Buntutnya dua partai ini akan bermusuhan. Dan kekhawatiran Amien: mecalonkan
Gus Dur untuk mencegah perpecahan justru menimbulkan perpecahan baru.
Ketegangan akan hebat terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dua basis
kedua partai itu. Akankah Gus Dur mengorbankan hubungan baik kedua partai
itu? Ini buah simalakama bagi Gus Dur. Kalau ia menerima pencalonan Amien,
kursi presiden sudah di tangan. Gus Dur pun punya keinginan. Tapi bagaimana
Megawati? (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke