Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 25/II/25-31 Juli 99
------------------------------

MENGAPA HARUS MERDEKA?

(PERISTIWA): Banyak pihak tak memahami mengapa Aceh harus merdeka. Berikut
adalah transkrip Xpos dari video rekaman pidato Teungku Abdullah Syafiie Di
Matang, Panglima Perang Angkatan Gerakan Aceh Merdeka wilayah Pidie.

Kami adalah anggota Gerakan Aceh Merdeka yang telah lahir tanggal 4 Desember
1976, kesinambungan dari perjuangan nenek moyang kami yang wajib kami
pertanggungjawabkan dan kami wariskan kepada anak cucu kami. Perjuangan kami
sah secara hukum internasional karena negara Aceh adalah suatu negara
merdeka dan berdaulat jauh sebelum Belanda masuk ke Aceh. Belanda telah
menjajah Aceh tanpa alasan apapun yang bisa diterima. Kemudian ketika keluar
dari Aceh tahun 1942, Aceh digabungkannya dengan suatu negara boneka yang
disebutnya Republik Indonesia.

Perjuangan Aceh bukanlah perjuangan militer, melainkan perjuangan politik
dan perjuangan hukum, maka berdasar keadilan hukum internasional,
kemerdekaan dan kedaulatan Aceh wajib berdiri kembali seperti jaman nenek
moyang kami dulu.

Masalah orang Jawa yang ada di Aceh sebagai transmigran, kami menghormatinya
sebagaimana kami menghormati bangsa kami sendiri. Orang Jawa ini membantu
kami dan mendiami negeri kami sebagai bangsa yang mengungsi ke Aceh. Tetapi
mengapa sering terjadi bermacam hal terhadap bangsa Jawa akhir-akhir ini?
Hal ini adalah karena kesalahannya sendiri berdiam di lokasi-lokasi yang
banyak pasukan Kopassus. Pasukan Kopassus yang membakar rumah-rumah
transmigran itu dan sebaliknya kemudian menyatakan hal itu sebagai perbuatan
kelompok Aceh Merdeka. 

Kami tidak pernah melakukan pembakaran. Termasuk pembakaran terhadap
sekolah-sekolah yang terjadi belakangan ini. Pembakaran sekolah adalah
tujuan penjajahan, suatu proses pembodohan terhadap anak-anak Aceh agar
anak-anak Aceh tidak dapat bersekolah lagi dan mudah dijajah. Jadi
pembakaran sekolah adalah suatu perbuatan biadab yang dilakukan khususnya
oleh Kopassus dengan mengkambinghitamkan kami.

Nama saya, Teungku Abdullah Syafiie Di Matang. Umur 43 tahun dengan jabatan
Panglima Angkatan Perang Aceh Merdeka Wilayah Pidie merangkap Kepala
Pemerintahan Aceh Merdeka wilayah Pidie. Saya telah naik turun gunung dan
berjuang sejak 3 Desember 1976. Jadi sudah sekitar 23 tahun lebih, dengan
satu tujuan yaitu memerdekakan bangsa kami. Untuk menyelamatkan Bangsa Aceh
dan bangsa-bangsa lainnya jika Aceh Merdeka sudah berdiri kelak.

Aceh sangat berkeinginan untuk turut menyumbangkan sesuatu kepada
bangsa-bangsa beradab dan kami ingin berjabat tangan penuh kasih sayang
dengan seluruh bangsa di dunia. Kami tidak membedakan apakah mereka dari
agama Islam atau bukan, sebagai manusia tetap kami hormati dan kami butuhkan.

Dan kami mengharapkan pengakuan dunia internasional atas Aceh Merdeka demi
tegaknya kemerdekaan, keadilan, dan keamanan dunia internasional. Jika tidak
demikian, maka persoalan Aceh tidak akan pernah selesai. Tapi Insyaallah
berkat perjuangan kami sekarang, Aceh Merdeka akan berdiri. Dan Aceh akan
merdeka! Insyaallah.

Assalamualaikum wa Rahmatullahi Wabarakatuh." (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke