Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 29/II/22-28 Agustus 99
------------------------------

KERJASAMA DUA KRONI

(PERISTIWA): Beredar skema mobilisasi dana Tim Sukses Habibie yang
melibatkan kroni Soeharto. Kroni Soeharto berkepentingan meminimalisir resiko.

Skandal Bank Bali yang sekarang terbongkar, hanyalah bagian kecil dari
operasi besar dalam kerangka memobilisasi dana bagi kepentingan Tim Sukses
Habibie menjelang Sidang Umum MPR 1999 mendatang. Hal ini terkuak dari skema
yang ditemukan berbarengan dengan bocornya setumpuk data dan laporan di
balik perjanjian piutang (cessie) antara Bank Bali dengan PT Era Giat Prima
(EGP). Targetnya, sudah jelas, apalagi kalau bukan untuk memenangkan BJ
Habibie sebagai presiden menandingi Megawati Soekarnoputri.

Menjelang dua bulan usai kerjanya, Tim Sukses Habibie ini memang sedikit
panik. Lantaran, ketahuan akal bulusnya menggalang dana dari berbagai bank
bermasalah yang berada dalam penjaminan Badan Penyehatan Perbankan Nasional
(BPPN). Sementara, waktu yang dipersiapkan, sudahlah mepet. "Bank Bali
ketahuan. BII juga belakangan terbuka. Sebetulnya, tim itu bisa cuek saja
dan nekad. Tetapi, persoalannya kan kredibilitas Habibie yang
dipertaruhkan," ujar sumber Xpos, yang memberikan setumpuk data tersebut. 

Yang kini ketahuan adalah bukan hanya bagian dari operasi kecilnya
mengumpulkan dana, tetapi juga bagaimana Habibie berencana membayar anggota
MPR -dari berbagai fraksi, yang mau disuap- Rp 750 milyar. Andaikata saja,
untuk meraih suara mayoritas harus berhasil meraih 400 dukungan suara,
artinya 400 X Rp300 juta. Cobalah hitung berapa trilyun yang harus
disediakan Tim Sukses tersebut. Wajarlah, kalau mereka mengumpulkan secara
membabi buta. 

"Untuk mengumpulkan uang sebesar itu, Tim Sukses Habibie memang tidak
bekerja sendiri. Ada tim-tim lain yang teroganisir secara sistematis bekerja
setiap hari, yang meliputi banyak orang, instansi dan lembaga-lembaga
lainnya," tutur sumber Xpos tersebut. 

Yang mengejutkan, kata sumber itu lagi, Tim Sukses Soeharto ikut
bahu-membahu bersama Tim Sukses Habibie dalam memenangkan Habibie. "Malah,
Tim Sukses Soeharto berada dalam  jaringan kerjasama tim Habibie. Jadi
selama ini, Habibie dan Soeharto memang bersandiwara," ungkapnya lagi. 

Soeharto, memang berkepentingan untuk menggolkan Habibie dengan berbagai
tujuan untuk meneruskan tahta berikutnya, meskipun pendukung Habibie keok
setelah pemilu lalu oleh PDI Per-juangan. Kabarnya, kelompok Soeharto memang
tidak bisa menganggap sebelah mata terhadap dukungan suara PDI-P, yang belum
mencapai mayoritas tunggal itu. Manuver diam-diam mendekati Akbar Tanjung
Cs, yang sekarang disebut Golkar Putih, membuat Soeharto dan Habibie
ketakutan. Tak heran jika sekarang muncul manuver lain yang bakal mendongkel
Akbar Tanjung dan Marzuki Darusman dari Golkar. Kedua orang inilah yang
ditakutki oleh Tim Sukses Habibie bakal "bermain" dan mendukung Megawati.

Pada skema mobilisasi dana Tim Sukses Habibie, setidaknya ada dua pendukung
utama Habibie, yaitu Soeharto dan Keluarga dan Orang-orang dekat Habibie.
Soeharto dan Keluarga mendukung Habibie lewat deposito di beberapa bank di
luar negeri dan dalam negeri, seperti BCA dan lainnya. Di bawahnya, Soeharto
dan Keluarga di-back up Tim Sukses Soeharto, juga ikut menjadi kolektor
dana. Sementara di bawah Orang-orang dekat Habibie, diperkuat oleh Tim
Sukses Habibie. 

Operator utama, menurut skema itu, adalah Menko Ekuin Ginandjar
Kartasasmita. Ginandjar-lah yang menjadi penghubung, baik ke Bappenas dan
sejumlah menteri terkait, sampai ke pejabat setingkat meneteri, seperti
Gubernur Bank Indonesia dan BPPN. Menteri-menteri dibantu oleh Direktur
jenderal dan deputi serta kepala Biro. Sedangkan Gubernur Bank Indonesia
dibantu Deputi Gubernur. BPPN dibantu oleh Ketua-Ketua, seperti Farid
Harjanto atau Pande N Lubis. 

Mobilasasi dana yang diperkirakan memang tak bakal macet. Pasalnya, selain
sejumlah proyek yang diciptakan untuk mendukung dana, juga sejumlah
perusahaan serta Badan Otorita. Yang dijadikan andalan lainnya adalah Proyek
Penagihan (outsourcing) dan bank tersita dan konsultan. 

"Sebagai otoritas moneter, BI dan BPPN bisa memainkan kartunya, sehingga
bisa terjadi bank-bank bermasalah akan menggunakan calo-calo seperti PT EGP
untuk mengeruk duit buat kepentingan Tim," jelas sumber. Perusahaan yang
dimaksud adalah perusahaan kroni milik Habibie. Komponen paling dasar atau
paling bawah adalah sejumlah kolektor dana.

Menurut sumber Xpos, kalau mau tahu nama-nama yang intensif menjadi operator
sehari-hari adalah yang terlibat dalam skandal Bank Bali. Menurutnya, ada
empat pejabat setingkat menteri, yaitu Menteri Keuangan Bambang Subianto,
Menteri Kehakiman Muladi, Menteri PBUMN Tanri Abeng, dan Gubernur BI Syahril
Sabirin. Selain itu, pejabat di bawah menteri yang terlibat adalah Glenn
Yusuf, Farid Harjanto, Pande N Lubis. Seorang fungsionaris DPP Golkar yaitu
Ketua DPA AA Baramuli.

Lima pengusaha yang ikut menjadi bagian dari Tim Sukses Habibie adalah bos
Texmaco Marimutu Sinivasan, bos Mulia Grup Djoko S Tjandra, Setya Novanto,
Timmy Habibie dan seorang pengusaha lainnya yang belum diketahui. Sedangkan
Hariman Siregar, orang kepercayaan Habibie juga ikut terlibat, terutama
dalam menggalang opini untuk kalangan LSM dan aktifis. Fanny Habibie, adik
kandung Habibie juga ikut main. "Baramuli, Djoko, Setya Novanto, Tanri Abeng
dan Glen, ikut rapat di Hotel mulia." (*)

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
KERANGKA DASAR MOBILISASI DANA
TIM SUKSES HABIBIE UNTUK SIDANG UMUM MPR 1999
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

                                HABIBIE
                                   |
                |------------------+--------------------|
                |                  |                    |
DEPOSITO <-- SUHARTO    ARRANGER   | |------------->  ORANG
   |           DAN      IMF/WB &   | |                DEKAT
   |         KELUARGA   LAINNYA    | |               HABIBIE
   |            |          |       | |                  |
   V            V          |       | |                  V
KOLEKTOR -->   TIM         |       | |                 TIM
  DANA       DI BAWAH      |       | |                SUKSES
             SUHARTO       |       | |                HABIBIE <----------|
                           |       | |                                   |
  |------------------------------| | |                                   |
  |             |                | | |                                   |
MENTERI <--> BAPPENAS <------>   MENKO <----> GUBERNUR <--> BPPN         |
  |   ^         |                EKUIN           BI           |          |
  |   |--|      |                | |              |           |          |
  V      |      V                | |              V           V          |
DIRJEN <-+-- DEPUTI <------------| |            DEPUTI      KETUA-       |
  |      |   KETUA &               |           GUBERNUR     KETUA        |
  |      |   KEPALA  --------------+------|       |           |          |
  |      |    BIRO  ---------      |      |       |           |          |
  |      |     |            |      |      |       |           |          |
  V      |     V            |      |      |       V           V          |
PROYEK <-|   PROYEK         |      |      |     PROYEK <--> PROYEK       |
  ^            ^            |      |      |    OVER ALIH    PENAGIHAN    |
  |            |            | |----+----| |    KREDIT DLL   (OUTSCUR     |
  |            |            | |         | |       ^         ING) DLL     |
  |            |            V V         V V       |           ^          |
  |            |           BUMN        BADAN      |           |          |
PERUSAHAAN   PERUSAHAAN     DAN       OTORITA  PERUSAHAAN    BANK        |
  |            |           BPIS          |      TERSITA    TERSITA &     |
  |            |             |           |        |        KONSULTAN     |
  |            |             |           |        |           |          |
|-V------------V-------------V-----------V--------V-----------V--------| |
|KOLEKTOR     KOLEKTOR     KOLEKTOR   KOLEKTOR  KOLEKTOR    KOLEKTOR   |-|
| DANA         DANA         DANA       DANA      DANA        DANA      |
|----------------------------------------------------------------------|

(sumber: selebaran yang beredar di masyarakat)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke