Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 29/II/22-28 Agustus 99 ------------------------------ SI BEBAL ARNOLD BARAMULI (POLITIK): Ahmad Arnold Baramuli adalah pejabat yang paling mudah berkomentar dan yang sekaligus paling sering mengingkari media massa. Ia adalah pejabat yang paling senang mengobarkan sentimen kedaerahan. Ketika belum seumur jagung di DPA, Baramuli sudah ribut dengan Barisan Nasional (Barnas). Waktu itu Baramuli melontarkan tuduhan makar sehingga membuat berang kelompok itu. Ali dan Kemal marah dan mengadukan Baramuli ke polisi, sejumlah wartawan bersaksi untuk Barnas. Baramuli tak kurang akal, para wartawan yang bersaksi melawannya diteror. Bahkan untuk mencari pendukung, ia menyangkut-pautkan dengan sentimen kelompok masyarakat Indonesia Timur. Kemal Idris dan Ali Sadikin dinilai menyakiti hati masyarakat Indonesia Timur karena mengadukannya ke polisi. Ketika musim kampanye Pemilu belum tiba, Baramuli telah berkoar-koar untuk Golkar, padahal ia sebagai Ketua DPA. Salah satu kasus yang membuat para anggota DPA kesal ialah ihwal kunjungan Baramuli, 16 Desember lalu, ke Ujungpandang, ketika ia menghadiri "Silaturahmi Akbar Golkar" di Lapangan Karebosi. Di hadapan 50.000 massa berkaus kuning, Baramuli berulang-ulang menyatakan pentingnya memenangkan Golkar. "Inilah pertama kalinya orang Sulawesi Selatan jadi presiden. Bila Golkar menang, Habibie akan tetap jadi presiden. Jadi, dalam pemilihan umum nanti, Golkar harus menang," seru putra Pinrang, Sulawesi Selatan, itu. Dan massa menyambutnya dengan pekikan: "Hidup Golkar!" Dalam acara itu Baramuli memberikan sumbangan Rp1 milyar untuk membantu kegiatan Golkar di Sulawesi Selatan. "Jangankan Rp1 milyar, lebih dari itu pun akan saya berikan kalau untuk Golkar," kata pemilik Grup Usaha Poleco tersebut. Hal lain yang membuat kontroversial adalah kebebalannya dalam mengomentari skandal telepon Habibie-Ghalib. Kalau Baramuli tak bebal, tentu ia tak akan menyudutkan rekan sedaerahnya, AM Ghalib. Waktu itu dengan kesadaran penuh Baramuli mengakui itu suara Ghalib, padahal Ghalib sendiri sedang bekerja keras mengingkari isi percakapan telepon yang bocor itu. "Bukankah Ghalib berada di pihaknya? Sepihak dengan Habibie? Mestinya ketiga orang, yang kebetulan orang-orang sedaerah itu, kan bisa koordinasi dulu, bagaimana seharusnya memberi keterangan kepada pers? Ngeri kalau mengetahui betapa bebalnya para pemimpin kita. Kalau Golkar menang, dan Baramuli masih jadi orang penting di pemerintahan, apa jadinya negeri ini?", kata sebuah sumber. Pendek kata, untuk Habibie, ia bersedia apa saja. Termasuk menjadi juru bicara di saat Habibie mendapat kritik tajam dari masyarakat. Ia dengan keras mendukung pemberian Bintang Mahaputera Adipradana kepada Ny Hasri Ainun Habibie, 13 Agustus tahun lalu. Padahal masyarakat menilai istri Habibie itu belum punya andil yang mencolok dalam kemajuan bangsa ini, selain hanya sebagai istri. Suatu ketika, Baramuli sempat mendahului pernyataan resmi pemerintah dengan menyatakan, Presiden B.J. Habibie menyetujui tindak penyelidikan atas diri mantan Presiden Soeharto. Padahal dua hari kemudian, Menteri Negara Sekretaris Negara meralatnya, karena pemerintah ternyata hanya akan melakukan klarifikasi atas pernyataan Soeharto di televisi. Kebebalan lain yang membuat orang geram terhadap Habibie adalah himbauan Baramuli agar Presiden Habibie dan aparatur negara menindak demonstran. Rektor Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Prof. Ichlasul Amal sempat marah dengan pernyataan yang dinilai menyakitkan itu. "Makanya Tim UGM mengusulkan agar DPA dibubarkan saja," kata Ichlasul. Bahkan sehari setelah Kantor YLBHI Jakarta dilempari demonstran, Baramuli kembali meminta agar aparatur keamanan menidak tegas pelaku aksi demonstrasi. "Kalau perlu, tembak di tempat. Tentunya sesuai dengan prosedur," katanya. Belakangan, nama Baramuli kembali mencuat berkaitan dengan terbukanya skandal Bank Bali. Selain rekaman pembicaraannya mengenai strategi memperoleh dana Bank Bali beredar, ia terlibat aktif dalam tim sukses yang dikomandani duet Hariman Siregar-Fanny Habibie yang bertugas mendudukan Habibie menjadi presiden. Karir politik Baramuli memang dibangun melalui jalur birokrasi. Pada 1960, dalam usia yang belum cukup (29 tahun) menjadi gubernur, ia disokong Presiden Soekarno ia diplot sebagai Kepala Daerah Sulawesi Utara-Tengah. Di sanalah ia mulai mendapatkan fasilitas bagi kariernya sebagai usahawan di kemudian hari. --------------------------------------- BIODATA AA BARAMULI Kelahiran: Pinrang, Sulawesi Selatan, 20 Juli 1930 Pendidikan: SD Pinrang (1945), Mulo Makassar (1948), Bestuur School Makassar (1950), FH UI (1955), Kursus Intelejen Singapura (1957), Lemhanas (1981-1982) Jenjang Karir: - Presiden Komisaris Poleko Group (industri bahan baku tekstil, tepung kelapa karung goni, bahan kimia) - Presdir PT Orchid Beautiful Garment Indonesia (1985-sekarang) - Jaksa pada Kejaksaan Negeri Jakarta (1954-1956) - Jaksa Tinggi & Jaksa Tinggi Tentara untuk Indonesia Timur (1956-1960) - Gubernur Sulawesi Utara dan Tengah (1960-1962) - Penasihat Mendagri (1963-1965) - Kepala Tim Ekonomi & Keuangan Depdagri (1970-1973) - Wakil Ketua Dewan Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Depdagri (1973-1974) - Wakil Ketua Komite Indonesia-Jepang (1974) - Anggota Dewan Penyantun/Dewan Kurator Universitas Hasanuddin (1975-1977) - Anggota DPR-MPR RI - Anggota Komnas HAM - Ketua DPA (15 Juni 1998-sekarang) Alamat Kontak: Rumah Jl. Imam Bonjol 51, Jakarta Pusat Telp: 021-322163 Poleko Group, Jl. Blora 21, Jakarta Pusat Telp: 021-331407 --------------------------------------- Ayahnya, Julius, bekas pengamat kehewanan. Sedangkan ibunya, Pole, wanita Bugis asal daerah saudagar, Pinrang. Istrinya, Arbertina Kaunang, dosen hukum di Universitas Indonesia, Pancasila, Atma Jaya, dan Universitas Kristen Indonesia. Beranak lima, salah satunya adalah Emir Baramuli, rekanan bisnis Ari Sigit dalam mengelola pendistribusian obat tradisional Cina. Dengan membentuk PT Arvesco Husada yang secara khusus bertindak sebagai distributor bagi kios-kios obat tradisional asal Negeri Tirai Bambu ini di 26 propinsi minus Irian Jaya. Induk perusahaan PT Avesco Husada, yakni PT Arbamass Multi Invesco (AMI) yang didirikan 20 April 1994, pada awalnya hanya bergerak dalam pengadaan pesawat latih dan pesawat ringan. Namun kini menjadi holding company dengan bentangan usaha yang sangat luas. Yakni, divisi perhubungan, aviation, ethanol, militer, perdagangan umum dan industri, konstruksi, dan hubungan internasional. Di dalam negeri Arbamass memiliki cabang di 17 propinsi. Bahkan PT AMI yang dipimpin duet pengusaha muda Ari Sigit dan Emir Baramuli, sejak 1994 dikenal sebagai pemegang tata niaga minuman keras di Sulawesi Selatan dan sejumlah daerah lainnya. Malah saat ini AMI tengah menggarap tata niaga minuman beralkohol di seluruh wilayah Indonesia. Kini, selain duduk di DPA dan Golkar, AA Baramuli memiliki 8.367 buruh di bawah payung usaha Poleko Group. Grup ini mengelola 12 pabrik industri dasar. Termasuk pabrik bahan baku tekstil sintetis (polyester), industri bahan kimia, dan pabrik besi baja. Juga di bidang agrobisnis: pabrik tepung kelapa, pabrik gula midi, dan pembibitan udang. Sebagian besar di Sulawesi. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
