Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 29/II/22-28 Agustus 99
------------------------------

TANRI ABENG GELAPKAN HASIL PRIVATISASI BUMN

(POLITIK): Tim Sukses "Siluman" Habibie memang bergerak di mana-mana, selain
mengeruk Bank Bali, Bank Internasional Indonesia, dana privatisasi BUMN juga
diembat.

Setelah suskes mengeruk dana "gelap" dari Bank Internasional Indonesia
sebesar lebih dari Rp200 miliar, Tanri Abeng, Menteri Pendayagunaan Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) kembali mengeruk dana dari privatisasi BUMN. Tanri
adalah salah satu operator Tim Sukses "Siluman" Habibie, siluman karena tim
ini bergerak di luar kendali Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. Dalam kasus
pencurian uang sebesar Rp460 miliar milik Bank Bali, Tanri Abeng pun
memainkan peran sentral, bersama Baramuli, anggota Tim Siluman lainnya.
Sayangnya, operasi pembobolan Bank Bali gagal karena keburu bocor. 

Informasi terakhir yang diterima Xpos mengungkapkan, Tanri Abeng  untuk
kepentingan penimbunan dana Tim Sukses Siluman tadi, menilep dana penjualan
PT Pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Dana yang ditilep amat
banyak jumlahnya, yakni lebih dari Rp2 triliun. Pelindo II dulu ditenderkan
untuk dijual ke pihak swasta menyusul keputusan pemerintah untuk menjual 12
BUMN yang dalihnya untuk kepentingan perbaikan ekonomi. Segera setelah
ditenderkan Grosbeak of Hong Kong, P&O Ports of Australia, ITCSI of the
Philippines dan Stevedoring Services of America International mengajukan
penawaran harga ke pemerintah Indonesia.

Salah satu investor asing itu akhirnya memenangkan tender dengan penawaran
lebih dari Rp10 triliun. Sayangnya, hasil semua penjualan itu tak disetorkan
ke kas negara. "Yang dilaporkan Tanri ke pemerintah hanya sekitar Rp5
triliun hingga Rp 8 triliun," ujar sumber Xpos di PT Pelindo II.

Metode "pencurian dana negara" seperti ini, tampaknya juga akan digunakan
Tanri dalam proses penjualan BUMN-BUMN lainnya yang targetnya, September
mendatang, atau dua bulan menjelang Sidang Umum MPR, sudah terjual semuanya.

Tanri Abeng menargetkan mengumpulkan dana Rp15 triliun dari proses
privatisasi BUMN. Tanri kini memang menjadi pejabat yang paling banyak
menguasai aset negara, di samping Glenn Yusuf, ketua BPPN yang menguasai
aset seharga Rp300  triliun. Dengan menguasai ratusan BUMN, termasuk BUMN
paling gemuk: Pertamina, Tanri bisa dengan mudah mengumpulkan dana untuk Tim
Siluman.

Jika dalam waktu dekat, Tanri berhasil melego PT Telkom, PT Indosat, PT
Aneka Tambang, PT Tambang Timah, PT Tambang Bukit Asam, PT Pelindo III, PT
Angkasa Pura II, PT Jasa Marga, dan PTP Nusantara IV, pundi-pundi Tim
Siluman itu pasti akan makin menggelembung. Sumber Xpos di DPP Golkar
mengatakan sedikitnya Rp3 triliun sudah berhasil dikumpulkan Tim Siluman ini
dari berbagai pat gulipat baik di sektor perbankan, BUMN maupun melalui
pemerasan para pengusaha keturunan Cina.

Target Tim Sukses ini sudah jelas: membayar sebanyak-banyaknya anggota MPR
yang dibisa dibayar asal memilih Habibie. Masing-masing anggota MPR itu akan
dibayar sedikitnya Rp1 miliar. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke