Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 30/II/29 Agustus-4 September 99 ------------------------------ TEROR HARIMAN SIREGAR (PERISTIWA): Sehari setelah Ketua DPP PDI-P Kwik Kian Gie menyatakan 15 orang dekat Habibie terlibat dalam kasus Bank Bali, Panda Nababan wartawan senior dari majalah Forum, yang juga anggota legislatif dari PDI-P dikontak Hariman Siregar untuk sarapan pagi di sebuah Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta Selatan. Sekitar pukul 09.00 Wib, Panda Nababan yang memang dekat dengan Hariman sudah menunggu di restoran di lobby hotel tersebut. Hariman yang datang kemudian, langsung marah-marah. "Sialan Cina satu itu. Mau apa dia. Dikiranya bisa lolos dia maen tuduh saja. Bisa gua tembak dia," cerita Panda Nababan kepada beberapa temannya yang juga wartawan. Sambil mendekati Panda, Hariman yang marah-marah langsung berdiri di depan meja makan Panda. Hariman kemudia mengambil pistol, yang kelihatannya Colt 38. Pistol tersebut diletakan di meja, seraya berkata. "Bilang sama si Cina itu, ke manapun gue kejar. Gua bisa tembak," katanya lagi. Panda kemudian menceritakan pada Kwik yan ditemuinya di suatu tempat. Kwik, kata sumber Xpos itu, tenang-tenang saja. Malah tertawa. Di depan rekan-rekan wartawan, yang diceritakan Panda, Panda akhirnya mengkonfirmasi Harimana lewat handphone-nya. Karena rekan-rekan wartawan itu tidak percaya kalau Hariman mengancam Kwik, Panda segera mengontak Hariman. Di depan wartawan, Panda bilang ada wartawan yang mau konfirmasi soal ancamannya kepada Kwik. Hariman mencoba meralat. "Pan gue itu kan memang ceplas-ceplos saja. Bilang sama wartawan itu, gue mamang begitu. Tapi, gua nggak bakal melakukannya. Lue kan tahu gue," kata Hariman seperti ditirukan Panda. Hariman kemudian minta soal itu jangan diteruskan lagi. Wartawan yang di depan Hariman mencatat semua perkataan dan jawaban Hariman serta Panda. Esoknya, berita ancaman itu muncul di Kompas. Hariman sekali lagi meralat. "Saya ini memang orangnya ceplas ceplos. Cuma ngomong doang," katanya. Sumber itu memang menyebutkan bahwa tipenya Hariman memang begitu. Suka gerta-gertak orang. Tapi, kalau digertak balik, dia mati kutu. "Tapi memang benar kalau dia itu punya pistol." (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
