Precedence: bulk
MILISI NAGA MERAH MENEMBAK DUA STAF UNAMET DI ERMERA
ERMERA (MateBEAN, 31/8/99). Milisi Naga Merah di Ermera menembak
sebuah pos pemungutan suara di Gleno, Ermera, Senin (30/8/99) dan
mengakibatkan dua tenaga Unamet menderita luka parah. Sumber MateBEAN di
Gleno mengatakan penembakan itu dilakukan milisi pro Indonesia untuk
menggagalkan pemungutan suara, namun setelah kasus itu terjadi pemungutan
suara tetap berlangsung dan masyarakat banyak yang datang ke TPS untuk
memberikan suaranya. "Para milisi tidak ingin pemungutan suara di Gleno,
sehingga mereka menembak dua staf Unamet itu. Tapi PBB tetap melaksanakan
pemungutan suara hingga selesai di seluruh Kabupaten Ermera," kata seorang
saksi mata kepada MateBEAN.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam siaran persnya mengatakan,
dua anggota staf PBB terluka dalam insiden penembakan dekat sebuah tempat
pemungutan suara di Desa Gleno, Timor Timur. Ini merupakan laporan kekerasan
serius pertama dalam referendum penentuan nasib sendiri bagi Timor Timur,
Senin (30/8).
Seorang jurubicara PBB mengatakan, tembakan dilepaskan dekat TPS di
Desa Gleno, daerah Ermera, 35 kilometer ke arah barat daya dari ibukota
Timor Timur, Dili. Jurubicara itu tidak dapat memberikan rincian lebih
lanjut, dan belum diketahui apakah pemungutan suara di TPS itu ditangguhkan
atau tidak.
Milisi Mahidi, pimpinan Cancio Carvalho di Kota Maubisse di bagian
tengah Timor Timur memasang rintangan jalan dan menghentikan pemungutan
suara dalam referendum otonomi. Jajak pendapat terhenti pada siang hari,
setelah terjadi teriakan-teriakan di sebuah TPS --yang agaknya seorang
pendukung pihak pro-integrasi yang menuduh petugas-petugas PBB bersikap
berat sebelah. Insiden serupa juga terjadi di paling sedikit dua desa lain.
Seorang polisi sipil PBB melaporkan terjadinya ledakan dekat TPS di Kota Ainaro.
Kelompok-kelompok pengamat internasional terus mengemukakan
keprihatian tentang intimidasi oleh kelompok-kelompok milisi menjelang jajak
pendapat, yang dapat berarti banyak warga Timor Timur tidak akan datang
memberikan suara.
Bekas Deputi Perdana Menteri Australia, Tim Fischer, yang memimpin
delegasi pengamat yang terdiri dari anggota-anggota Parlemen Australia,
mengatakan, sebagian dari keprihatianan itu beralasan. ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html