Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 31/II/5-11 September 99
------------------------------

MISTERI MEMO HABIBIE

(POLITIK): Lewat memo rahasia, Habibie perintahkan Menkeu permulus transfer
dana Bank Bali. Ada yang anggap memo itu palsu. Tapi, sumber Xpos melihat
versi aslinya.

Upaya membuktikan keterlibatan Presiden BJ Habibie dalam kasus Bank Bali
memasuki wilayah kritis. Kendati, banyak yang percaya transfer dana dari
Bank Bali ke PT Era Giat Prima (EGP) dilakukan sepengetahuan Habibie, tapi
masih sulit menemukan bukti material yang cukup kuat untuk digunakan bila
hendak melakukan gugatan hukum. Tentu saja, dengan modal pengakuan dari
orang-orang yang terkait dalam kasus ini, gugatan juga dapat dilakukan.
Namun, melihat contoh sikap Rudy Ramli, -yang tiba-tiba meralat pengakuan
tertulisnya tentang keterlibatan Habibie- sulit mengharapkan pengakuan dari
aktor-aktor yang lain.

Sebetulnya, bila mengacu pada surat pengakuan Rudy Ramli, keterlibatan
Habibie sangat jelas. Diceritakan bahwa Menteri Keuangan Bambang Subianto,
sempat kaget mengetahui adanya transfer dana ke PT EGP itu, bahkan pada
tanggal 12 Mei, ia sempat menyetujui pembatalan transaksi tersebut. Akibat
sikap mbalelo Bambang, para aktor utama kasus ini seperti Marimutu Manimaren
(Wakil Ketua Bendahara Golkar) dan Joko S. Tjandra, pada 26 Mei lalu,
menantang untuk bersama-sama pergi ke rumah Habibie. Mereka kemudian tidak
jadi pergi menemui Habibie, karena Bambang telah berhasil diyakinkan. 

Perubahan sikap Bambang, kabarnya karena ia telah mendapatkan perintah
langsung dari Habibie. Yaitu, lewat memo rahasia dan juga konfirmasi via
telepon. Nah, fotokopi memo rahasia inilah yang berdar di sejumlah anggota
DPR. Hanya saja, sulit membuktikan keaslian selebaran itu. Dewi Fortuna
Anwar yang juga juru bicara presiden, membantah "tak ada memo seperti itu."
Paskah Suzeta, anggota Komisi VIII DPR-RI yang biasanya galak, juga tak
yakin. Dikutip Kontan ia mengaku telah mengecek memo tersebut, hasilnya,
"95% palsu." Bambang sendiri mengaku "sudah tak ingat lagi."

Apakah memo rahasia itumemang ada? Sumber Xpos yang sering bertemu dengan
para elit perbankan, mengaku telah melihat memo itu (bukan fotokopinya)
dengan matanya sendiri. Ia yakin, Habibie-lah yang melakukan perintah
langsung pada Bambang untuk memuluskan proses transfer tersebut. Dengan
jumlah dana yang demikian besar, memang hanya kontak langsung dari
Habibie-lah yang bisa meyakinkan Bambang

Menurut sumber tadi, memo rahasia itu sangat pendek. Isinya kira-kira,
meminta pada Menteri Keuangan untuk memperhatikan klaim penjaminan dari Bank
Bali. Memo tersebut, selain ditujukan pada Menteri Keuangan, juga dikirimkan
ke Gubernur Bank Indonesia Sjahril Sabirin, Ketua Badan Penyehatan Perbankan
Nasional (BPPN) Glenn Yusuf dan Menhankam/Panglima TNI Wiranto. Untuk
mencegah bocornya memo tersebut ke pihak lain, pengirimannya dilakukan
dengan cara mengantar langsung pada si penerima surat (delivered by hand).
Tentu saja, dengan harapan keempat orang ini takkan mau memindah-tangankan
surat yang dipegangnya. 

Namun, meskipun telah diantarkan langsung, Habibie belum puas. Ia masih
merasa perlu membuat memo dengan sangat singkat, bahkan terkesan terlalu
'umum'. Supaya bila kelak ternyata ada yang nekat membocorkan, tak akan
ditemukan kalimat-kalimat jelas dan spesifik yang bisa memberatkan Habibie.
Isi surat itu sendiri, memang jadinya dapat ditafsirkan macam-macam.

Tentang surat itu, Glenn Yusuf -yang juga menerima salah satu tembusannya-
sempat mengeluh pada seorang rekannya. "Meskipun isinya singkat, bukan
berarti tak bisa dieksekusi." Soalnya, untuk memperjelas arti surat itu,
"Habibie sengaja menghubungi kami lewat telepon dan meminta kami untuk
saling koordinasi dengan Menteri Keuangan." Habibie memang pintar. Dengan
menelepon langsung, ia mencapai dua sasaran sekaligus. Pertama, tak ada
pihak yang bisa menyalahtafsirkan pesan yang hendak ia sampaikan. Kedua,
perkataannya amat sulit dijadikan bahan bukti di pengadilan (masih ingat
rekaman pembicaraan Habibie-Ghalib?)

Kalau rencana yang disiapkan Habibie berjalan sempurna, itu artinya,
fotokopi memo rahasia yang sempat beredar di kalangan anggota DPR-RI itu,
boleh jadi memang benar-benar palsu. Hanya saja, meskipun secara langsung
tak bisa membocorkan, bisa saja si penerima surat bercerita pada
rekan-rekannya tentang keberadaan memo rahasia tersebut. Dan jika kemudian
ada yang iseng membuat versi lain -dengan isi/pesan yang kurang lebih sama-
dari memo tersebut dan mengedarkan fotokopinya, itu mungkin saja terjadi.
Itu artinya, kepemimpinan Habibie -paling tidak dalam kabinetnya sendiri-
ternyata tidak cukup solid saat ini. Sebagian malah percaya, pihak intelejen
(BAIS), berada di balik operasi-operasi rahasia untuk mendongkel Habibie.

Kenyataan adanya "memo rahasia" yang beredar, pun membuktikan bahwa upaya
untuk menyeret Habibie mempertanggungjawabkan perbuatannya, bukanlah hal
yang main-main. Targetnya, mendorong sebagian anggota DPR menggunakan hak
angketnya untuk menanyai langsung Habibie pada Sidang Istimewa MPR-RI.
Habibie sendiri, juga sudah bersiap dengan beberapa kambinghitamnya.
Kabarnya, bila perlu ia akan membubarkan BPPN. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke