Precedence: bulk


TNI BERLAKUKAN DARURAT MILITER DI TIMOR TIMUR

        JAKARTA, (MateBEAN, 7/9/99). Meskipun DPR-RI secara resmi menolak usulan
Presiden BJ Habibie, Senin (6/9) untuk memberlakukan keadaan darurat militer
di Timor Timur (Timtim), tapi Mabes TNI, sejak Selasa (7/9) pagi pukul 00.00
WIB ini memberlakukannya. Hal ini ditegaskan Menhankam TNI/Panglima TNI
Jenderal Wiranto kepada pers seusai melantik kenaikan pangkat 21 perwira
tinggi TNI di Cilangkap.

        "TNI masih tetap bertanggungjawab atas keadaan keamanan di Timtim. TNI akan
mengambil tindakan tegas kepada siapapun pihak-pihak yang mengganggu
keamanan di sana," ujar Wiranto. Keputusan yang diambil TNI untuk
memberlakukan keadaan darurat militer, kata Wiranto, didasarkan kepada UU
No.23/Perpu/Tahun 1959 tentang keadaan bahaya.

        Dalam kesempatan tersebut, Wiranto kembali mengulangi pernyataannya sebelum
ini, bahwa TNI tidak berpihak kepada salah satu pihak yang berseteru di
Timtim. penegasan ini kembali diulangi Wiranto, karena seperti dilaporkan
Sidney Morning Herald yang mengutip dokumen-dokumen PBB, bahwa
serangan-serangan yang dilakukan milisi pro-Jakarta diperintahkan, dan
"diberi angin" oleh perwira militer dan prajurit TNI di lapangan.

        Seperti disaksikan koresponden SiaR, milisi pro-Jakarta tampaknya sedang
melakukan perang urat syaraf kepada para pendukung pro-kemerdekaan, dan
masyarakat Timtim pada umumnya, ketika banyak kepala korban-korban
pembantaian mereka, kini dipancang di sepanjang jalan antara Dili-Atambau.
Hingga Senin kemarin sudah ada sekitar 140 kepala manusia yang dipancang
antara dua kota tersebut. Laporan terakhir menyebutkan, jumlah kepala
manusia yang dipancang, Selasa siang ini telah mencapai 500 kepala. 

        Sementara itu, sumber SiaR di DPR-RI menyebutkan, pemberlakukan keadaan
darurat tersebut sepenuhnya diputuskan Mabes TNI dengan mem-fait accompli
Presiden BJ Habibie sebagai Panglima Tertinggi TNI. Tindakan ini diambil,
kata sumber tersebut, setelah Menhankam/Panglima TNI secara mendadak Senin
malam mengumpulkan para staf-nya untuk membicarakan perkembangan terakhir di
Timor Timur, dan juga penolakan pihak DPR-RI atas usulan Habibie.

        "Wiranto yang sudah dalam posisi terjepit, dan TNI yang semakin terpuruk
tampaknya tidak ingin menanggung beban bersama-sama Habibie. Ia memutuskan
untuk tidak memperdulikan Habibie dengan keputusannya memberlakukan keadaan
darurat. Habibie boleh dipermalukan, tapi TNI jangan, begitu kira-kira yang
melatar-belakangi keputusan Wiranto," ucap sumber tersebut.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke