Precedence: bulk
GARA-GARA DIPAKSA MENGOPERASIKAN CN 235, MERPATI RUGI
JAKARTA, (SiaR, 9/9/99). Perusahaan Merpati Nusantara Airline
mengalami kerugian besar jika terus-terusan dipaksa memakai pesawat CN 235.
Pesawat CN 235 produksi IPTN yang dioperasikan oleh Merpati Nusantara
Airline (MNA) tersebut sama sekali tidak ekonomis.
"Merpati bisa untung jika tingkat kepenuhan penumpangnya di atas 100%.
Sementara untuk di sini paling tinggi tingkat kepadatan penumpang hanya
70%," kata Direktur Teknik MNA Mohamad Yusuf.
Lebih lanjut Yusuf mengatakan, MNA akan mengalami kerugian yang
cukup besar bila mengoperasikan CN 235 untuk rute domestik. Apalagi, pihak
IPTN tidak mau menerima pembayaran angsuran dalam bentuk rupiah dan
mengharuskan dalam dollar, sementara pendapatan MNA dalam bentuk rupiah.
Namun, karena sudah terlanjur kontrak, maka MNA sekarang sedang menawarkan
oper kontrak ke negara-negara lainnya. Konon, negara yang sudah menawarkan
diri untuk menyewa pesawat itu adalah Venezuela dan Filipina. Venezuela
telah memesan sebanyak tiga unit, empat unit lainnya disusul bulan depan.
Filipina telah menyatakan siap untuk menyewa empat unit. Adapun nilai sewa
tiga CN 235 pada Venezuela, masing-masing sebesar US$30.000 per bulan.
Saat ini diketahui, total utang MNA sudah mencapai Rp 1,7 triliun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 700 miliar telah berhasil direstrukturisasi.
Selama ini rute-rute yang dioperasikan MNA sebanyak 269 rute, 266 di
antaranya adalah rute domestik dan tiga rute internasional.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html