Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 37/II/17-23 Oktober 99
------------------------------

RAMAI MASSA TOLAK HABIBIE

(POLITIK): Tekanan massa menuntut Habibie mundur nyaris sama saat menjelang
Soeharto jatuh. Efektifkah cara ini? Atau perlu ditingkatkan lagi?

Jakarta pagi hari tanggal 14 Oktober 1999 sepi. Tidak seperti biasa, jam
berangkat kantor yang biasanya ditandai jalanan macet, pada hari itu
"normal". Kantor-kantor dan kampus-kampus banyak yang libur karena rumor
yang beredar dari mulut ke mulut, Jakarta akan sangat tegang pada hari itu
menjelang pidato pertanggungjawaban Habibie.

Rumor itu menjadi kenyataan setelah pagi hari lewat diganti siang. Mahasiswa
telah siap di berbagai posko seantero Jakarta, seperti Jalan Diponegoro,
Depok, Universitas Trisakti Grogol, Universitas Atmajaya Semanggi, dan
Universitas Moestopo yang dekat dengan Gedung MPR. Bus-bus Metromini dan
Kopaja berderet siap mengangkut massa mahasiswa. Logistik yang terdiri dari
aqua, makanan ringan, pasta gigi dan handuk kecil untuk menahan gas air mata
telah disiapkan. Pasukan rakyat telah siap mengepung Gedung MPR. Masyarakat
sekitar di mana mahasiswa lewat turut mengangkat jempol dan tangan terkepal.
Bahkan berbagai elemen masyarakat turut bergabung seperti buruh,
profesional, dan bahkan pedagang asongan ikut naik bus mahasiswa. Dalam
jumlah besar pula, massa PDI Perjuangan akhirnya turut bergabung dalam
arakan massa.

Tengah hari, massa mulai menyemut ke Bunderan HI. Sebagian besar adalah
massa PDI Perjuangan yang membentangkan spanduk dukungan untuk Megawati. Pas
pukul 13.30, Gerakan Masyarakat Anti Status-Quo (Gemas) meneriakkan komando
untuk membunyikan segala benda sebagai tanda penolakan atas Habibie. Maka
nyaringlah bunyi klakson, rambu lalu-lintas dan tiang lampu yang
dipukul-pukul sehingga bunderan HI seperti menjadi arena riuhnya people's power.

Sementara itu gelombang massa Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan
Demokrasi (Famred) menyusur jalanan kota dengan jalan kaki, tidak naik bus
seperti biasanya dilakukan oleh para mahasiswa yang berdemo. "Aksi Famred
bukan karnaval sorak-sorai saja, di samping kami ingin mengajak rakyat
sepanjang jalan untuk bergabung," tegas Ari, salah seorang eksponen Famred.
Mereka meniti jalan mulai dari terminal bus Manggarai dengan rencana menuju
rumah Habibie di Patra Kuningan. Dua kali massa sempat tertahan oleh
barikade polisi, pertama di depan Kedubes Australia dan yang kedua di atas
terowongan Kuningan. Namun dengan kecerdikan dan pengalaman aksi, Famred
berhasil menembus blokade dengan siasat berkelok jalan ke arteri menuju
Sudirman.

Rombongan massa FKSMJ meninggalkan HI menuju Semanggi sore hari. Sementara
itu Forum Kota, Forum Bersama, Front Jakarta, dan Front Nasional Bersatu
menuju titik tujuan yang sama, Gedung MPR.  Pukul 15.00 WIB, ratusan
mahasiswa dari Universitas Moestopo mengawali banjir massa di jalan tol.
Barisan makin diperkuat dengan gelombang per gelombang barisan, mulai dari
Front Jakarta, Forum Kota, Famred, Forum Bersama, Front Nasional Bersatu,
dan berbagai kesatuan aksi mahasiswa dari Universitas Bung Karno,
Universitas Atmajaya, Universitas Gunadharma, Universitas Sahid, Universitas
Jakarta, Universitas Nasional, Institut Teknologi Indonesia, dan lain-lain.

Mahasiswa makin menggila, beberapa orang melakukan provokasi dengan
melempari aparat. Akibatnya bentrokan tak terhindarkan. Maka berdesinganlah
tembakan gas air mata, semprotan air, dan peluru ke udara. Mahasiswa
membalas dengan menggunakan bom molotov, lembing bambu maupun besi, dan
batu-batu yang dilempar dengan tangan atau dengan ketapel. Polisi menangkap
enam orang baik mahasiswa maupun masyarakat sebagai berikut: Wilman P Gultom
(UKI), Uyun Saiful (USNI), Yodi Wahyudi (Univaersitas Sahid), Mujiono
(buruh), Nirwani (pedagang asal Bandung), dan Catur Prasetyo (cleaning
service hotel).

Gelombang aksi naga-naganya tak akan berhenti sampai Habibie tak terpilih
lagi. Maka bila Habibie masih juga dipilih jadi presiden, terlebih bersama
Wiranto, aksi-aksi tersebut tak pelak bakal meningkat lagi. (*)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

PROFESIONAL TAK MAU KALAH

Profesional tak mau kalah ngotot dibanding mahasiswa dalam menolak Habibie.
Tigaratusan kaum berdasi dan blazer membanjiri pelataran Bursa Efek Jakarta
Jumat lalu (15/10) untuk mengatakan tidak terhadap paket Habibie-Wiranto.
Mereka menyebut dirinya Masyarakat Profesional Indonesia yang terdiri dari
berbagai spektrum gerakan profesional seperti Masyarakat Profesional untuk
Demokrasi (MPD), Gerakan Sarjana Jakarta (GSJ), dan Solidaritas Profesional
untuk Reformasi (SpuR).

Semula aksi sempat berlangsung janggal karena panitia yang bertugas membawa
perlengkapan seperti megaphone dan spanduk belum datang. Aji Bharata dari
MPD yang memimpin aksi akhirnya memulai acara dengan menyanyikan lagu
"Tolak-tolak Habibie" dan "Maju Tak Gentar". Pernyataan sikap kemudian
dibacakan oleh Jenri Siahaan, "Sudah waktunya bagi kita para profesional
untuk sekali lagi menyatakan dengan cara-cara yang konkrit untuk mendorong
terbentuknya pemerintahan reformatif. Kalau ini gagal, kita sudah tahu benar
apa yang akan kita hadapi di masa depan: Masa suram berkepanjangan!
Korban-korban makin banyak terkapar!"

Aksi menjadi menarik dengan kehadiran figur-figur publik seperti Sarwono
Kusumaatmadja, Faisal Basri, Wimar Witoelar, dan Mathori Abdul Jalil.
Masing-masing berpidato beberapa menit hingga massa profesional kian
tersedot mengikuti acara aksi. Spanduk besar kemudian datang menyusul,
"Profesional menolak Habibie dan Wiranto". Sticker "No Habibie No Wiranto!
Klakson 3X" dibagikan sebagai tanda ajakan untuk para profesional yang
menolak Habibie-Wiranto untuk membunyikan klakson pada tanggal 19 Oktober
1999. (*)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke