Precedence: bulk


BARU KALI INI TNI MEREBUT HATI RAKYAT

        JAKARTA, (TNI Watch!, 23/10/99). Dengan disaksikan seluruh anggota
MPR, dan seluruh rakyat Indonesia dengan seksama, Panglima TNI Jend TNI
Wiranto menyatakan mundur sebagai Cawapres (Calon Wakil Presiden). Surat
pengunduran diri yang dibacakan oleh Ketua MPR Amin Rais, telah merebut
simpati sebagian besar anggota majelis, yang diekspresikan dengan tepukan
hangat sambil berdiri (standing ovation). Kegembiraan yang sama juga
ditunjukkan oleh rakyat, yang mendengar pengumuman itu secara langsung dari
media elektronik.

        Langkah pengunduran diri Wiranto tersebut, merupakan manuver yang
cantik dari TNI. Bagaimana seandainya Wiranto terus maju, dan ternyata tidak
terpilih? Tentu TNI akan menjadi bahan ejekan yang tak akan ada
habis-habisnya. Ini akan menjadi preseden buruk bagi TNI, bahwa ternyata
pimpinannya tidak memiliki legitimasi dari rakyat. Ini akan semakin
memperburuk citra TNI yang sudah terpuruk. Mundurnya TNI mudah-mudahan bisa
menjadi penawar sakit hati rakyat terhadap TNI selama ini.

        Dalam pidato pertamanya selaku Wakil Presiden, Megawati secara
khusus memberikan respeknya atas pengunduran Wiranto. Dan pada bagian pidato
lainnya, Megawati secara tegas tetap menaruh kepercayaan pada TNI, sebagai
pengemban rasa aman masyarakat. Sikap jiwa besar dari Megawati ini,
merupakan momentum yang baik bagi rekonsiliasi nasional. Bukan hanya antara
Megawati dan TNI, namun bangsa Indonesia secara keseluruhan.

        Antara Megawati dan TNI, memang ada hubungan yang unik, kalau tidak
boleh disebut kontradiktif. Itu bisa kita lihat saat Megawati mengucapkan
pidato di podium gedung MPR. Diposisikannya Megawati di podium itu,
menggambarkan perjalanan yang berliku dari Mbak Mega. Termasuk pasang surut
hubungannya dengan TNI.

        Di gedung MPR-DPR itu pula, dulu di tahun 1967 ayahnya disingkirkan
TNI. Sekitar tiga puluh tahun kemudian, ia kembali ke gedung yang sama,
dengan kepala tegak dan penuh kehormatan, tidak nista seperti ayahnya dulu.
Meski dengan jalan berliku, ia rebut kembali mahligai kehormatan, yang dulu
dicopot secara paksa dari ayahnya.

        Bisa jadi podium yang digunakan Megawati pidato kemarin, adalah
podium yang digunakan Bung Karno dulu, dalam mengucapkan pidato
pertanggungjawabannya yang selalu ditolak oleh MPR (Sementara) saat itu.
Dari sejarah kita tahu, bahwa saat itu memang telah ada konspirasi antara
Jenderal Soeharto dan Ketua MPRS Jend AH Nasution untuk menyingkirkan Bung
Karno dari tampuk kekuasaannya. Karena telah ada niatan seperti itu, jadi
sebagus apa pun pidato pertanggungjawaban Soekarno, sudah pasti ditolak oleh
Majelis. Secara de facto, waktu itu Soeharto sudah berkuasa, maka ia sudah
membersihkan pendukung-pendukung Soekarno di MPRS.

        Karena dulu TNI pernah secara terang-terang menyingkirkan Bung
Karno, kalau sekarang TNI masih berkehendak juga menyingkirkan puterinya,
jelas itu merupakan blunder fatal bagi TNI. Karena langkah Megawati ke
mimbar kehormatan MPR, sebagai simbol penguasa di republik ini tinggal
sejengkal lagi.

        Tindakan nista yang diperoleh Megawati dari TNI sudah tak terhitung
dengan jari. Belum terhitung  perlakuan keras dari aparat TNI yang dialami
pengurus cabang-cabang PDI Perjuangan di daerah-daerah. Meski begitu, Mbak
Mega tidak pernah mengeluarkan instruksi yang bernada "balas dendam" kepada
para pendukungnya. Mbak Mega adalah figur yang menghindari kekerasan.

        Tindakan Wiranto yang mundur dari Cawapres, kiranya akan memperoleh
ganjaran setimpal dari Dwitunggal Gus Dur - Mbak Mega. Posisi Wiranto tetap
aman sebagai Panglima TNI. Mungkin hanya jabatan Menhankam yang diambiil
dari Wiranto. Kemungkinan yang akan mengisi kursi Menhankam adalah Letjen
TNI Agum Gumelar (kini Gubernur Lemhanas) atau Mayjen TNI Purn Theo Syafei. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke