Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 38/II/24-30 Oktober 99 ------------------------------ ADA AKBAR DAN AMIEN DI BALIGATE (POLITIK): Tanri Abeng, Akbar Tanjung dan Amien Rais menerima cipratan dana bobolan Bank Bali menurut audit PriceWaterhouseCoopres (PwC). Arung Gauk Jarre ternyata bukan nama PT, namun nama seseorang. Ia adalah seorang Presiden Direktur PT Mundalindo Graha Perdana, Arung Gauk Jarre dulu ditulis sebagai sebuah PT yang ikut mengembalikan dana ke escrow account Bank Bali di Bank Indonesia yang jumlahnya mencapai Rp40 miliar. Arung bukan PT dan seorang pun tahu, Arung adalah kawan dekat Tanri Abeng, Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara. Dulu "PT Arung Gauk Jarre" hanya disebut sebagai PT yang pemiliknya kerabat dekatnya Tanri. Menurut audit PwC versi long form 402 halaman yang baru saja diserahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke DPR, banyak nama politikus dan pejabat tinggi pemerintah yang tertera di laporan itu. Tanri Abeng adalah salah satunya. Menurut laporan PwC itu, Tanri Abeng menerima kiriman uang lewat rekening bank PT Bintang Sido Raya, perusahaan yang mayoritas sahamnya milik Tanri senilai Rp 1,2 miliar. Uang itu dikirim oleh Arung Gauk Jarre, dari uang yang diterima Arung dari Djoko Tjandra, Direktur Pelaksana PT Era Giat Prima (EGP) sebesar Rp 49 miliar di Bank BNI cabang Kuningan. Temuan ini sebenarnya tidak mengejutkan, beberapa sumber di Mabes Polri mengatakan, polisi sudah mengetahui bahwa PT Bintang Sido Raya menerima aliran dana itu, dan Tanri Abeng tahu. Cuma, polisi masih takut menyeret Tanri menjadi tersangka karena ia seorang menteri yang dekat dengan Habibie, Presiden Republik Indonesia saat itu. Selain Tanri, ada nama Akbar Tanjung dan Amien Rais di laporan PwC itu. Akbar, yang pekan lalu menerima laporan PwC itu dari Billy Joedono, Ketua BPK bungkam seribu bahasa. Ia tak mau menjawab pertanyaan apakah ia menerima cipratan dana itu. Sumber Xpos, mantan anggota Komisi VIII DPR periode lalu, mengatakan, Akbar bisa saja menerima cipratan dana itu yang jumlahnya mungkin miliaran tanpa ia melakukan tindakan apa pun dan tanpa ia tahu apa pun tentang pembobolan dana itu. "Ia mungkin disetori Marimutu Sinivasan atau Setya Novanto, dua Wakil Bendahara Golkar yang terlibat dalam pembobolan itu," ujar sumber tadi. Ya, Akbar bisa saja tak tahu menahu, namun jika tiba-tiba di rekeningnya muncul angka miliaran rupiah dan ia tidak mengusut dari mana uang itu berasal dan untuk apa, ia bisa dituding terlibat. Karena keterlibatan Akbar ini, Ekky Sjahruddin, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar yang dulu ketika masih jadi anggota Komisi VIII gencar membongkar skandal ini, mengatakan laporan PwC itu tak akan dibuka untuk publik seluruhnya. Pernyataan Ekky ini aneh, karena dulu ia termasuk anggota Komisi VIII yang paling galak meminta laporan panjang PwC itu. Nah, tampaknya setelah tahu bosnya masuk dalam daftar penerima duit Bank Bali itu, ia berkewajiban melindungi. Dulu, kepentingannya adalah menjatuhkan Habibie, musuh politik Akbar, kawannya di HMI dulu. Tak tahunya, Akbar juga menerima setoran itu. Nah, laporan panjang PwC itu juga menyeret nama terkenal. Nama Amien Rais masuk dalam daftar panjang penerima uang bobolan Bank Bali itu. Wah, ini makin seru, karena Amien kini bukan orang sembarang. Ia adalah Ketua MPR-RI, lembaga negara paling tinggi. Sumber Xpos mengatakan, Amien mungkin menerima hibah uang dari Habibie, kawan dekatnya dulu di ICMI dan yang membantunya jadi Ketua Pengurus Pusat Muhammadyah. Nah, Habibie mungkin meminta orang lain lagi untuk hibah uang yang dijanjikannya itu, dan mungkin saja orang yang disuruhnya itu mencuilnya dari aliran dana bobolan Bank Bali. Menurut Billy, hasil pelacakan-pelacakan transfer PwC memang menyangkut puluhan orang penting, yang membuat Billy sendiri kaget. Itulah sebabnya ia merasa ngeri untuk mengumumkannya, dan dengan alasan rahasia bank ia menolak memberikannya ke DPR karena dari sana laporan PwC itu akan bocor ke mana-mana dan menyeret para politikus yang dihormati masyarakat dan menyeret pula banyak pejabat tinggi yang masih berkuasa. Nah, kalau Amien Rais dan Akbar Tanjung masuk dalam daftar itu, ini akan mengejutkan sekaligus menyulitkan tindakan yang harus diambil Presiden Gus Dur dan Wakil Presiden Megawati. Dua orang ini amat berjasa bagi kelancaran kedua tokoh itu menuju tampuk kekuasaan. Amien lah yang berjasa membawa Gus Dur ke kursi Presiden dan Akbar lah yang memberi jalan Megawati jadi Wapres dengan mengundurkan diri dari pencalonan wakil presiden dan menyerahkan suara Golkar faksinya ke Megawati. Dengan jasa-jasa yang luar biasa besar itu, bagaimana Gus Dur dan Mbak Mega bisa bersikap adil dalam kasus ini? Ini akan sulit, padahal skandal Bank Bali memerlukan penyelesaian segera, agar pinjaman IMF segera cair dan Pemerintahan Gus Dur bisa berjalanan. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
