Precedence: bulk


STRUKTUR SATUAN DALAM KOPASSUS

        JAKARTA, (TNI Watch!, 29/10/99). Untuk melengkapi tulisan tentang
satuan militer, berikut adalah penjelasan tentang Struktur Organisasi
Kopassus (Korps Baret Merah). Dan sedikit penjelasan tambahan soal Brigif
1/Jaya Sakti Kodam Jaya.

        Struktur organisasi Kopassus memang berbeda dengan satuan infanteri
pada umumnya. Meski dari segi korps, para anggota Kopassus pada umumnya
berasal dari Korps Infanteri, namun sesuai dengan sifatnya yang khusus, maka
Kopassus menciptakan strukturnya sendiri, yang berbeda dengan satuan
infanteri lainnya.

Secara garis besar satuan dalam Kopassus dibagi dalam lima Grup, yaitu:
- Grup 1/Para Komando, basis: Serang (Jabar)
- Grup 2/Para Komando, basis: Kartosuro (Jateng)
- Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus, basis: Batujajar (Jabar)
- Grup 4/Sandi Yudha, basis: Cijantung (Jakarta Timur)
- Grup 5/Anti Teror, basis: Cijantung (Jakarta Timur)

        Kecuali Grup 3, yang berfungsi sebagai pusat pendidikan, Grup-Grup
lain memiliki fungsi operasional (tempur). Dengan demikian struktur Grup 3
berbeda dengan Grup-Grup lainnya. Masing-masing Grup (kecuali Grup 3),
dibagi lagi dalam bataliyon, misalnya: Yon 11 dan 12 (dari Grup 1), serta
Grup 21 dan 22 (dari Grup 2).

        Karena Kopassus merupakan pasukan khusus, maka dalam melaksanakan
operasi tempur, jumlah personel yang terlibat relatif sedikit, tidak
sebanyak jumlah personel infanteri biasa, dengan kata lain tidak menggunakan
ukuran konvensional mulai dari peleton hingga bataliyon. Kopassus jarang
sekali (mungkin tidak pernah) melakukan operasi dengan melibatkan kekuatan
satu bataliyon sekaligus.

        Oleh karena itu, satuan di bawah bataliyon bukan disebut kompi,
tetapi unit atau tim. Seperti telah disebut di atas, Kopassus jarang
melibatkan personel yang banyak dalam operasi, maka supaya tidak terikat
dengan ukuranbaku pada kompi atau peleton, maka Kopassus perlu memiliki
sebutan tersendiri bagi satuannya, agar lebih fleksibel. Contohnya: Tim
Mawar yang menculik para aktivis pro demokrasi tempo hari, dan Tim Maleo
yang secara rutin melaksanakan operasi kontra gerilya di Irian.

        Kehendak Kopassus untuk tidak terikat pada ukuran umum satuan
infanteri, juga tampak pada satuan mereka yang disebut Grup. Mereka dengan
sengaja menyebut satuan itu Grup, itu merupakan langkah taktis Kopassus,
agar mereka terhindar dari standar ukuran satuan infanteri biasa (misalnya
rigade). Dengan begitu, mereka bisa fleksibel dalam menentukan jumlah
personel, bisa lebih banyak dari ukuran brigade (sekitar 5000 personel),
atau lebih sedikit.

        Khusus untuk Grup 3, karena merupakan institusi pendidikan, bukan
satuan tempur, maka pembagian satuannya berdasarkan fungsi pelatihannya.
Secara garis besar, ada tiga kejuruan utama yang diajarkan di Grup 3, yaitu:
Para, Komando dan Sandi Yudha. Selain menyediakan kursus-kursus spesialis
lain, yang juga terbuka bagi anggota Angkatan Darat di luar Kopassus,
seperti Scuba, Daki Serbu, Demolisi, Pandu Udara (Path Finder), dan Penembak
Runduk (Sniper).

        Komandan Grup berpangkat Kolonel, Komandan Bataliyon berpangkat Letkol,
sedang Komandan Tim, Unit, atau Satuan Tugas Khusus, adalah perwira yang
pangkatnya disesuaikan dengan beban tugasnya (mulai Letnan sampai Mayor).

SEDIKIT PENJELASAN TENTANG BRIGIF 1/JAYA SAKTI
        Brigif 1/Jaya Sakti berada di bawah komando Kodam Jaya. Sebagaimana
disebut dalam tulisan terdahulu, hanya ada 2 Kodam yang memiliki Brigif,
yaitu Kodam Jaya dan Kodam III/Siliwangi. Sebelum Brigif 15/Kujang
diaktifkan kembali oleh Kodam III/Siliwangi (1994), Kodam Jaya sempat selama
beberapa tahun mejadi satu-satunya Kodam yang memiliki Brigif.

        Brigif 1/Jaya Sakti (JS) sedikit unik dibanding satuan sejenis
lainnya, kalau Brigif lainnya hanya terdiri dari tiga Yonif, Brigif 1/JS
selain membawahi tiga Yonif, juga membawahi satu Bataliyon Kavaleri. Formasi
lengkap satuan di bawah Brigif 1/JS, adalah sebagai berikut:
1. Yonif 201/Jaya Yudha (basis Gandaria, Jakarta Timur)
2. Yonif 202/Taji Malela (basis Bekasi)
3. Yonif 203/Arya Kemuning (Tangerang)
4. Yonkav 9/Serbu (Serpong, Tangerang)

        Markas Brigif 1/JS, berada di Kalisari, Jakarta Timur. Komandan
Brigif 1/JS saat ini adalah Kol Inf Jul Efendi Syarief. Kol Inf Jul Efendi
adalah lulusan Akmil tahun 1976, sebelum menjabat sebagai Komandan Brigif
1/JS, dia adalah Aspers Kasdam Jaya. Sebelumnya juga pernah menjabat sebagai
Komandan Yonif 202/TM dan Komandan Kodim Jakarta Pusat.

        Kemudian tentang Korem di Kodam Jaya. Tepat setahun yang lalu
(29/10/98), telah diresmikan dua Korem di bawah Kodam Jaya, yaitu:
1. Korem 051/Wijayakarta, yang membawahi Kodim Jakarta Selatan, Kodim
   Jakarta Timur dan Kodim Bekasi. Danrem 051 adalah Kol Inf George Toisutta.
2. Korem 052/Wijayakrama membawahi Kodim Jakarta Utara, Kodim Jakarta
   Barat, dan Kodim Tangerang. Danrem 052 adalah Kol Inf Tri Tamtomo.

        Sedang Kodim 0501/Jakarta Pusat berstatus BS (Berdiri Sendiri),
artinya langsung di bawah Pangdam Jaya. Dua Korem di atas hanya berfungsi
teritorial, jadi tidak membawahi satuan operasional (Yonif), sebagaimana
Korem lainnya. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, satuan-satuan dalam militer,
pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI,
senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa
mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke