Precedence: bulk
ANGKATAN UDARA TAK KEBAGIAN TEMPAT DI MABES TNI
JAKARTA, (TNI Watch!, 11/11/99). Mengapa tidak satu jabatan pun di
jajaran Markas Besar TNI yang jatuh ke tangan para perwira TNI-AU? Apakah
TNI-AD yang selama ini mendominasi jabatan-jabatan di jajaran Markas Besar
TNI, marah karena TNI-AU mulai "membangkang" dengan mulai berusaha
membangkang garis politik AD?
Memang, sejak Jendral Besar (Angkatan Darat) Soeharto jatuh, TNI-AU
yang selama puluhan tahun disudutkan dengan tuduhan terlibat Gerakan 30
September 1965, mulai melakukan perlawanan. Foto Marsekal Umar Dhani
dipasang lagi di Mabes TNI AU, dalam jajaran foto-foto mantan Kepala Staf
TNI-AU. Pemasangan foto itu tak lain karena keberanian KSAU sekarang,
Marsekal Hanafie Asnan yang didukung para mantan KSAU lainnya seperti
Marsekal (Purn) Moelyono Herlambang.
Pembangkangan TNI-AU lainnya adalah penyusunan buku putih TNI-AU
yang diluncurkan 9 November 1999. Buku yang berjudul "Menyibak Kabut Halim
1965". Buku yang diterbitkan penerbit Sinar Harapan ini menyajikan
fakta-fakta yang selama 32 tahun ini dipendam oleh Angkatan Darat.
Dalam penyusunan pimpinan Mabes TNI, Hanafie sudah mengajukan
beberapa nama perwira TNI-AU untuk menduduki posisi-posisi penting di Mabes
TNI. Tapi, permintaan Hanafie diabaikan Jendral TNI Wiranto, yang menyusun
kepemimpinan di Mabes TNI itu. Ini jelas membuat Hanafie berang. Kepada
seorang sumber TNI Watch, ia melayangkan protes keras ke pimpinan TNI dan
mempertanyakan mengapa Angkatan Darat menguasai jajaran Mabes TNI. Memang
ada yang bilang, Wiranto marah kepada Gus Dur karena menunjuk seorang
jendral dari Angkatan Laut untuk jabatan Panglima TNI yang dalam sejarah
Indonesia dijabat terus-menerus oleh para jendral Angkatan Darat dan jabatan
Menteri Pertahanan yang diserahkan ke sipil. Sebagai balasnya Wiranto
mengajukan susunan para jendral "bermasalah" sebagai pimpinan TNI.***
_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html