Precedence: bulk


Kepada Yth
Redaksi dan teman-teman dari media:

Bersama ini disampaikan  Pernyataan Dukungan dari Kelompok Peduli Kesehatan
Perempuan untuk keputusan Pemerintah memposisikan BKKBN dibawah koordinasi
dan pembinaan Menneg Pemberdayaan Perempuan.

Dukungan tersebut, yang ditandatangani berbagai pihak dan organisasi, telah
dikirim kepada Presiden Abdurrahman Wahid, Wakil Presiden Megawati
Soekarnoputri, Menteri Hamzah Haz, Menteri Khofifah Indar Parawansa, Ketua
BKKBN, dan Ibu Negara Siti Nuriyah.


Keterangan lebih lanjut:
Kamala Chandrakirana, telp 390 3963
-----------------------------------

BKKBN KE MENNEG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN: SELANGKAH MAJU DALAM PENEGAKAN 
HAK REPRODUKSI PEREMPUAN


Kami menyambut gembira keputusan Presiden RI Abdurrahman Wahid untuk
menempatkan BKKBN di bawah koordinasi dan pembinaan Menneg Pemberdayaan
Perempuan sesuai dengan pertimbangannya bahwa 95% dari sasaran program BKKBN
adalah perempuan. Sementara itu, para pembuat kebijakan program KB mayoritas
laki-laki yang kebanyakan tidak peka terhadap kebutuhan khusus reproduksi
perempuan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pelayanan KB selama ini lebih mengutamakan
kuantitas daripada kualitas sehingga banyak kebutuhan reproduksi perempuan
terabaikan. Pendekatan yang selama ini diterapkan tidak membuat perempuan
mampu untuk memilih kontrasepsi yang terbaik bagi dirinya dan tidak
mendukung kepentingan pemberdayaan perempuan.

Selama Orde Baru BKKBN telah menunjukkan kemampuannya untuk menurunkan angka
kelahiran di Indonesia melalui penyebaran alat kontrasepsi ke segala penjuru
negeri. Namun karena visinya lebih berorientasi pada pengendalian laju
pertumbuhan penduduk dan kurang memperhatikan hak reproduksi perempuan, maka
program KB selama ini belum secara substansial meningkatkan status kesehatan
perempuan. Kenyataannya, angka kematian ibu di Indonesia masih tertinggi di
ASEAN.

Penempatan BKKBN di bawah koordinasi dan pembinaan Menneg Pemberdayaan
Perempuan akan dapat merubah visi yang menekankan pengendalian kependudukan
ke visi yang mengutamakan peningkatan hak reproduksi perempuan. Visi ini
akan meningkatkan kualitas kesehatan perempuan melalui pemberdayaannya dalam
berbagai dimensi. Hal ini sesuai dengan program aksi Konferensi Kependudukan
dan Pembangunan di Cairo pada tahun 1994 yang ikut ditandatangi oleh
Indonesia.


Jakarta, 3 November 1999

Kelompok Peduli Kesehatan Reproduksi Perempuan
d/a kantor Komnas Perempuan, fax: 390-3922

Penandatangan:

Ninuk Widyantoro,Smita Notosusanto,Kristi Purwandari,Anita Rahman,Ani Sutjipto
Tini Hadad,Kamala Chandrakirana,Saparinah Sadli,Sita Aripurnami,Myra Diarsi
Carla Bianpoen,Mely G. Tan,Siti Soendjati,,Rita Kolibonso,,Pia Alisjahbana
Budi Wahyuni,Reny Bunjamin,Joyce Djaelani,Jaleswari Pramodhawardani,Priyo SM
Aquarini Priyatna,Maria Hartiningsih,Agatha,Roni Giandono,Rini Moersahid
Annie Soehardjo,Lusi Mariyani,Nani Buntarian,Juliani Marpaung B.,Dete Aliyah
Shanti Shamdasani,Hariyanti Sadaly,Kenny Kumala ,Irene Kadem,Lim Sing Meij
Amalia,Arie Triadi,Musdah Mulia,Myra Sidharta,Elly Julia Basri,Zoemrotin K.S.
Evi Ayunita,Nani Zulminarni,Umi Lasmina,Ibu Sarah,Melani Budianta,Liang
Hj. Chalidjah Hasan,N. Lumongga Lubis,Sutrisnowati,Edriana Noerdin,Suraiya
Kamaruzzaman,Samsidar,Ida Ridwan,Hening Tyas Sutji,Carolina Monteiro,Lily I.
Rilantono,Ratnawati T.,Kurniawati,Erna Sofiah,Helena Tanasale,Suraidah Hading
Felia Salim,Melani,Kania Lemia,Yayasan Madanika Pontianak,Farida Djoko Sanjoto
Meutia Zahara,Atas Hendartini Habsjah,Dedy Prasetyo,Roichatul Aswidah,Joice
Damayanti,Rika Safira,Herawati Diah,Perserikatan Solidaritas
Perempuan,Yayasan Lembaga Konsumen Sulawesi Selatan,Forum Pemerhati Masalah
Perempuan SulSel
Shanti L. Poesposoetjipto,Yustina Rostiawati,Avi Mahaningtyas,Kiki Triarti-
kaningsih,Yuni Wilcox,Dewi Suralaga,Hartian Silawat,Inne Silviane,Toni Pangcu

 ---last but not least ikut menyetujui seluruh redaksi SiaR---------
Teguh M. Abduh

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke